Setelah berbicara panjang lebar, mereka duduk di batu karang..
sambil menikmati angin, tibatiba salah satu dari mereka mencium pipi salah satu yang lain...
Lalu teman yang dicium pipi-nya itu, tersenyum dan mengukirnya di sebuah batu karang berbunyui demikian:
"HARI INI TGL....SAHABATKU TERCINTA MEMBERIKAN SEBUAH CIUM MANISNYA UNTUKKU"
Lalu hari sudah petang, (kambing-kambing pulang kekandang..hehehe.. gak nyambung ya ?)...
Mereka memutuskan pulang kembali melalui jalan setapak di pasir putih...
Sambil bersenda akhirnya mereka menjadi berdebat kusir, dan akhirnya bertengkar...
Kemudian sahabat yang tadi memberikan cium, itu dengan KHILAF memberikan tampar-an ke pipi sahabat yang satunya lagi...
Sahabat yang ditampar itu, menangis....
lalu ia mengambil kayu dan menuliskan di pasir demikian :
"HARI INI TANGGAL .....SAHABATKU TERCINTA MENAMPARKU"
Lalu Sahabat yang menciumnya dan menamparnya itu tertegun..
mengapa kamu selalu melakukan itu ?
Dan ia hanya menjawab :
"AKU AKAN MENGUKIR SEMUA KEINDAHAN YANG SAHABATKU BERIKAN DI ATAS BATU KARANG, AGAR IA TIDAK AKAN SIRNA KARENA WAKTU DAN CUACA"
lalu menambahkan,
"DAN AKU AKAN JUGA MENGUKIR SEMUA KESEDIHAN YANG SAHABATKU BERIKAN DI PASIR INI AGAR IA DAPAT CEPAT TERHAPUS OLEH OMBAK, DAN TIDAK AKAN MENETAP DI DALAM HATI"
Date Posted:11:10:44 10/07/04 Thu
Suatu hari seseorang berjanji dengan sahabatnya untuk bertemu disebuah tempat yang biasa mereka bertemu.
Tunggu punya tunggu, sahabatnya tersebut belum juga datang...
1 jam..
2 jam..
3 jam..
4 jam..
akhirnya ia yang kesal karena tidak ada kabar sama sekali dari temannya tersebut marah dan meninggalkan tempat itu sesaat ketika sahabatnya tersebut baru saja datang dengan tergopoh-gopoh..
Ia meninggalkan sahabtnya tanpa mau mendengarkan penjelasannya..
Ia marah luar biasa, dan hanya memakinya dan membanting sebuah buku yang tadi ia baca di tempat ia menunggu..
Sahabatnya itu mengejar dan meminta maaf, setidaknya, jika ia tidak mau mendengarkan penjelasannya, sahabat itu ingin sekali ia mendengar permintaan maaf nya..
sms dan telefon tidak digubris sama sekali.. rupanya kemarahannya memang luar biasa...
Sahabatnya juga merasa sedih dan bukannya ia putus asa, tapi, tampaknya hanya akan sia-sia, karena pendiriannya tetap kukuh..
Persahabatan mereka putus begitu saja...
selang 5-6 tahun berlalu...
Suatu hari seseorang itu pergi ke sebuah kafe, dan mendengarkan sebuah lagu... lalu ia teringat akan sesuatu..
Dan dengan perlahan pikirannya flashback...lalu ia dapati sebuah wajah yang membuat ia merindukannya.. menyesali semua yang telah ia lakukan kepada orang itu beberapa waktu yang lalu...
Ya ! ia ingat sahabatnya tersebut... lalu merindukannya..
kemudian ia mencarinya, untuk kembali bertemu dan menanyakan apa kabarnya ...
ADA BEBERAPA KEMUNGKINAN SETELAH ITU :
1. bertemu kembali dengan Sahabatnya kembali dalam kemasan yang lebih menyenangkan dan mereka bisa merajut hari bersama kembali.
2. tidak dapat menemuinya, karena sahabat itu entah berada dimana.
3. Bisa menemui sahabatnya, namun karena apa yang telah ia lakukan membuat sahabatnya sangat terluka dan trauma, tidak lagi bisa akrab seperti dulu, bagaikan dua orang asing...
4. Mengetahui sahabatnya telah meninggal beberapa tahun yang lalu...
APAPUN MODEL HASIL AKHIR yang terjadi setelah itu... tetap saja, sebuah PENYESALAN akan terselip didalam hati seseorang itu.. apalagi seandainya ia mengetahui penyebab keterlambatan sahabtnya untuk datang ke tempat pertemuan mereka saat itu :
"IA HARUS MENGANTARKAN ORAG TUANYA YANG TERJATUH KE RUMAH SAKIT DAN MEMERLUKAN BEBERAPA JAM UNTUK MENJAHIT LUKANYA DAN MENUNGGUNYA SIUMAN, IA TIDAK DAPAT MEMBERIKAN KABAR KARENA TIDAK ADA PULSA,DAN UANG YANG IA MILIKI UNTUK BEROBAT KERUMAH SAKIT"
Intinya adalah :
Apapun alasannya, ketika seseorang melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan atau memiliki pertentangan pendapat dengan kita, Seseorang selalu memiliki dasar alasan untuk bertindak seperti itu, dan jikapun adalah KELALAIAN yang menjadi penyebabnya, untuk seorang sahabat yang begitu dekat dengan kita, tetap itu mugkin merupakan sebuah KEKHILAFAN.