Kami berkenalan melalui kebaikan hati azmi rhenisha beberapa bulan yang lalu, dimulai dengan sebuah telephone dari kode are 0274, lalu sms dan pada akhirnya kita bisa berjumpa disebuah kesempatan acara diskusi ke – 3 di Bandung. Saat ituia hanya berdiri memperhatikan, dan aku tersenyum memandangnya dengan bentangan tanganku yang demikian lebar menyambutnya dalam pelukan aku. Seperti biasa, memeluknya dengan erat, agar ia mengerti bahwa aku sangat menyayanginya dan memiliki keperdulian untuk semangat-semangatnya.
Malam pertama pertemuan kami, memang diisi dengan sangat KONYOL, dan kita bisa dengan sangat gila-gila-an bersambut canda menggoda azmi dan rechta yang saat itu juga bersama kami.
Pertemuan kedua, adalah saat puspa dan azmi melakukan lawatan ke Jakarta (disponsori oleh axel josina) dan puspa serta azmi jugalah, yang MENJEMBATANI pertemuanku dengan orang-orang istimewa yang bernama AXEL JOSINA dan SIR ALEXANDER ICE.. lalu kemudian UBUR-UBUR dan MBAK FE. Kami memang menyukai bercengkerama, dalam arti mengobrol mulai dari yang serius sampai bercanda gila-gila-an. Dan semua itu betapa membuat aku sangat selalu merindukan seorang Puspa Prasetya. Yang selalu jenaka dan menyenangkan. Dan kami memang dua orang yang memiliki kegemaran yang sama, minum kopi, merokok dan bercanda yang paling konyol.
Sekali waktu, aku sangat ingin menelfonnya, dan ketika bersambung, ia sangat terkejut, karena ia merasa bahwa aku mengetahui saat itu ia sedang sakit. Aku hanya menjawab bahwa itu mungkin saja sebuah kekuatan rasa bathin yang bersambung kepadanya, TELEPATI. Dan ESP. (yang kemudian istilah ini demikian lekat diantara teman-teman semua).
Pertemuan ketiga, adalah saat kita semua bertemu di acara gathering di Jakarta, yang dengan jahilnya menyelipkan namaku pada sebuah petunjuk dalam permainan TRUTH or DARE. Dan kejahilan lainnya adalah mengenai obrolan santai dengan beberapa teman dengan topic “SEANDAINYA NAOMI MEMILIH SALAH SATU DARI KITA” yang dilakukan tanpa sepengetahuan aku. Coba bayangkan ! Betapa seorang Puspa tidak pernah berhenti jahil dan jenaka.
Pertemuan ke empat, adalah pada acara diskusi di Jogjakarta, Saat aku mulai merasakan ada sebuah kegelisahan tanpa mau bercerita lengkap kepadaku. Kami berbicara panjang lebar malam itu, bertukar pikiran, cukup lama, seperti biasa, kita memang sangat menyukai kegiatan mengobrol, bercanda dan saling “cela-mencela”. Banyak hal yang kami bagi saat itu, tapi sepertinya masih selalu saja ada yang tertinggal untuk diceritakan.
Suatu hari setelah acara di Jogjakarta, sebuah SMS dari nya masuk ke dalam inbox handphone-ku, bercerita tentang masa sulit yang harus ia lampaui, dan memohon doa dari aku (yang mungkin ia kirimkan juga kepada beberapa teman terdekatnya yang lain). Namun aku berfikir pelan, dan mencari jawaban yang terbaik dan tepat untuk seorang Puspa Prasetya. Akhirnya aku baru bisa membalas keesokan harinya, (=karena aku perlu ‘bertapa’ semalam dulu ya Puspa, mohon maaf).
Kemudian, aku melanjutkan berkelana dalam ‘pertapaan’ ku untuk melihat lebih jauh dan lebih dalam untuk mendapatkan akar permasalahannya. Tentunya dibantu dengan seorang ‘teman’-ku yang lain. SIR ALEXANDER POP ICE. Aku dan Pop ice membahas masalah ini dengan penuh perhatian, dan dari berbagai sudut pandang, agar aku tidak subyektif.
Kebetulan saja aku dan pop ice, seperti berdiri diatas bukit, dan dapat melihat sebuah pemandangan yang berada disekitar perbukitan. Atau mungkin aku dan pop-ice secara bergantian naik keatas pohon kelapa yang paling tinggi di sebuah pantai, dengan membawa sebuah ‘kekeran’ untuk melihat segala apa yang ada di kejauhan. Akhirnya kami memiliki jawabannya.
Aku perlu memikirkannya sehari, sampai ketika siang hari ini aku menghubunginya dan berbicara panjang dan lebar mengenai segala permasalahan yang ia hadapi. Betapa ia merasa sangat rendah diri berada di tengah-tengah kita, teman-temanyang ia cintai, teman-teman yang mencintainya, dan beberapa teman yang mungkin menganggapnya sebagai seorang yang bersalah,
Segala apapun yang aku kemukakan kepada Seorang Puspa Prasetya, biarlah menjadi rahasia hati kami berdua,
- betapa aku sangat ingin selalu bisa berada dibelakangnya agar selalu ada sandaran ketika ia harus pingsan.
- betapa aku sangat ingin selalu bisa turut mengalir dalam setiap semangat yang mengalir dalam darahnya.
- betapa aku sangat ingin menjadi sebutir Calcium yang bisa menyumbangkan sebuah kekuatan untuk tulangnya.
- Betapa aku sangat ingin menjadi hujan dalam hatinya agar ia senantiasa memelihara sawah dan lading kasih sayang yang demikian potensial untuk teman-teman sekitar.
- Betapa aku sangat ingin menjadi mentari dalam setiap kesehariannya, sehingga ia memiliki keteguhan hati.
Saat itu, ia hanya melontarkan pertanyaan yang sama kepadaku berkali-kali. “Aku ini orang yang bersalah, nao, dan aku tidak merasa layak berada disekitar orang-orang baik seperti kalian, kenapa kamu tidak pernah pergi meninggalkan aku?” dan lagi-agi ia bertanya, “kenapa nao ?”
Aku bilang kepada Puspa begini: “Aku tidak punya jawaban yang rumit, Puspa, hanya 4 kata”, lalu ia bertanya lagi kepadaku, “apa nao ?” aku menhela nafas. Dan menjawab, “karena aku sayang kamu”.
Sederhana ? Tentu saja. Sesuatu hal yang sangat sederhana, yang ternyata memiliki dampak yang luar biasa bagi aku dan badi diri seorang Puspa Prasetya. Dan itu semua membuat seorang Puspa yang beberapa hari terakhir ini diliputi oleh awan mendung menjadi cerah seketika. Dengan penuh semangat ia mulai memiliki sebuah kepercayaan diri bahwa ia :
- akan lahir sebagai seorang Puspa Prasetya yang baru yang lebih baik lagi dari hari kemarin.
- akan bangkit sebagai seorang Puspa Prasetya yang akan menjadikan masa lalu sebagai pelajaran
- akan dengan penuh semangat menjadi seseorang yang tangguh menghadapi badai.
- Akan dengan penuh kesadaran menjadi seseorang yang lebih bertanggung jawab atas segala apa yang dilakukannya.
- Akan selalu percaya selalu saja ada sebuah pelita dalam setiap permasalahan, dan kegelapan wawasan yang terselubungi berbagai kesulitan.
Dan seorang Puspa Prasetya, akan selalu percaya bahwa aku, Naomi latief, tidak akan pernah meninggalkannya dalam situasi apapun.
Salam,
Naomi Latief
Catatan kecil seorang Naomi Latief untuk seorang Puspa Prasetya :
Aku tidak menerima pembayaran dalam bentuk CASH… (hehehe), tapi setelah kamu merasakan Manfaat dari semua itu, suatu hari, kamu akan sangat dengan bangga hati membayarkannya kepada teman-teman lain yang memerlukan dukungan dari kamu. Suatu hari kelak ya, kamu akan mengetahui jawaban dari segala upaya yang aku berikan untuk kamu. Dan kamu pasti akan mengerti.
[
Next Thread |
Previous Thread |
Next Message |
Previous Message
]
Replies:
[> Subject: Aya yang ingin aku bagikan... adalah...
Date Posted:11:33:16 10/11/04 Mon
Teman-teman tersayang,
Apa yang ingin aku bagikan kepada teman-teman semua dalam cerita “Bagiku, seorang Puspa Prasetya” adalah bahwa ia adalah salah seorang saudara kita semua, yang secara kebetulan saja memiliki sebuah kesulitan yang ia alami saat ini, melalui kerikil-kerikil kehidupan yang harus ia hadapi atas segala apa yang telah ia lakukan apapun bentuknya.
Peristiwa yang dialami saat ini oleh seorang Puspa Prasetya, bisa saja terjadi kepada diri kita, dan seandainya kita berada pada posisi yang sama sulit seperti yang Puspa hadapi saat ini, aku hanya merasa, bahwa aku tidak ingin untuk turut meperkeruh masalah yang sedang ia hadapi ataupun meninggalkannya karena melihat kesalahan (mungkin ia memiliki kesalahan) yang ia lakukan.
Satu hal yang menarik perhatian aku dengan seorang Puspa Prasetya adalah sebuah KEJUJURAN yang telah ia lakukan, dimana ia dengan segala resiko dan konsekuensinya, bersedia MEMAPARKAN sendiri tentang kesalahan yang telah ia lakukan.Dan itu hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang memiliki JIWA yang cukup BESAR, berani mengakui semuanya. Dan sikap serta keputusan ini Ia ambil adalah karena ia ingin menyelesaikan satu-persatu masalah perang bathin yang ada di dalam hati dan kehidupannya, berusaha dengan sangat rendah hati untuk mengurai benang kusut yang ada dalam kehidupannya, Karena ia SADAR PENUH atas berbagai masalah yang tidak lain adalah kelalaiannya dan KE-KHILAF-AN dia dalam berinteraksi dengan teman-teman semua.
Aku sangat menghargai semua itu, dan melihat sisi positif yang ia miliki, mengembangkan semua implikasi dari semua itu, dan tidak ingin melihat ia terpuruk begitu dalam mengutuki hidupnya karena ia telah melakukan kesalahan. Aku hanya ingin Puspa Prasetya tetap memiliki semangat yang kuat untuk berubah menjadi orang yang lebih baik dari hari kemarin. Aku ingin sekali ia tidak rendah diri, dalam menghadapi kehidupannya pasca peristiwa ini.
Aku ingin berbagi perasaan ini kepada teman-teman semua,
1. ketika kita mendapati salah satu teman kita terjatuh dan sulit untuk bangkit, kita tidak seharusnya menambah beban yang harus ia pikul, melainkan membantu ia untuk tetap dapat bangkit kembali diatas kakinya sendiri.
2. ketika kita mendapati teman kita melakukan sebuah kesalahan, kita tidak seharusnya menambah berat rasa bersalahnya dengan meninggalkannya.
3. Ketika kita mengetahui teman kita memiliki kebuntuan dan rasa putus asa, kita seharusnya bisa membantunya menyalakan sebuah pelita agar ia dapat dengan sadar mendapatkan pencerahan bathin untuk bangkit dan berdiri menjadi seseorang yang lebih baik lagi.
4. Ketika kita menyaksikan sebuah peristiwa buruk yang dilakukan oleh teman kita, kita semestinya bisa tetap rasional menelaah semuanya, dan tidak pernah meninggalkan nilai-nilai baik yang dimiliki oleh teman kita. Karena dalam setiap diri manusia yang terburuk sekalipun, tetap memiliki sesuatu yang indah, jika kita mau dengan hati yang bersih melihat teman kita secara lebih obyektif.
Aku berharap, teman-teman semua disini, juga dapat menghargai semua peristiwa ini, sebagai sebuah pencerahan, dimana kita bisa melihat sebuah rahasia dibalik tabir setiap permasalahan yang terjadi dalam kehidupan kita.
Dan yang lebih penting dari itu semua, adalah, Forum NAOMIONLINE adalah forum yang memang diciptakan untuk menggalang seluruh potensi diri yang dimiliki oleh orang-orang yang berinteraksi didalamnya demi sebuah kedamaian persaudaraan yang sangat bersifat kekeluargaan. Sehingga, jika kita memang ingin menciptakan kedamaian itu, dimulailah dari diri kita sendiri, untuk dapat melihat semua permasalahan dengan arif dan bijak, melakukan interaksi dengan penuh tanggung jawab, sopan santun, sikap saling menghormati dan menghargai satu sama lain.
Harapan terbesar aku, adalah bagi beberapa teman yang terkait didalam peristiwa ini, siapapun dan dari manapun, semoga saja dapat merenung ke dalam hati nurani masing-masing, dan semoga saja, secara jangka pendeknya, dapat memiliki JIWA YANG JUGA CUKUP BESAR, untuk menerima seorang Puspa Prasetya yang akan terlahir kembali dengan semangat untuk menjadi seorang Puspa Prasetya yang lebih baik lagi dari sebelumnya.
Dan secara jangka panjangnya, yaitu adalah bahwa KENYAMANAN FORUM DISKUSI NAOMIONLINE, sangat bergantung kepada BAGAIMANA SIKAP DAN PRILAKU teman-teman dalam berinteraksi satu sama lain, agar forum ini, menjadi sebuah tempat yang nyaman bagi teman-teman untuk singgah, yaitu dengan sesuatu yang kuat melandasi serta menjiwai forum ini untuk memiliki : KELUHURAN BUDI PEKERTI dalam berinteraksi.
Dan itu semua, sudah jelas, untuk kedamaian dan kebahagiaan kita bersama.
Alhamdulillah, naomi dah bijak memandang apa yang terjadi dengan sahabat kita, Puspa Prasetya. Dia patut bahagia dan bangga di karuniai sahabat seperti seorang naomi.
Sejauh ini kita sama-sama ingin berada dipuncak yang tinggi, agar bisa melihat dengan utuh. Tapi dari puncakpun kita harus tetep berputar, agar bisa melihat apa yang dibelakang dan disamping kiri kanan.
Naomi sayang...
Obyektif itu berat sekali maknanya. Obyektif tidak bisa dari satu sisi. Naomi juga harus bisa melihat sisi lain. Tapi ingat, kita punya keterbatasan untuk memandang. Untuk itu jangan terlalu cepat memandang apa yang kita lihat sebagai suatu yang sudah obyektif.
Dua telinga, agar bisa mendengar lebih banyak
Dua mata, agar bisa melihat kenyataan lebih jelas
Otak dan hati untuk memproses dengan sebaik2nya
Dan hanya satu mulut, agar hati2 dalam menyampaikan semuanya. Begitulah Alloh kasi kesempurnaan.
Dan manusia tempatnya salah dan khilaf.
Termasuk azmi. Pada Alloh azmi mohon ampun, dan pada temen2 smua azmi meminta kerelaan untuk memaafkan.
Date Posted:14:36:16 10/11/04 Mon
pi .. dia dah iso tersenyum kok, dia dah iso tertawa ... dia ada di antara kami juga. kami di jogja adalah juga kawan2nya.
tapi pi, hm, dia bilang terima kasih padaku karena dia iso melihat segala sesuatunya dengan lebih jernih, tepat pada saat aku terjatuh dan butuh penguatan juga. aduh aduh ... dunia ini, ironis banget :( (masih bisa bilang dan anggap hal ini lucu .. wehh kacau bener deh beruang satu ini).
makasih pi, kalian dan naomi online ada, menambah spirit bagi kami2 yg harus berjalan menapaki hari2 kami ke depan.
Date Posted:17:47:31 10/11/04 Mon
Puspa Prasetya, orang yang pertama azmi kenal didunia nyata. Seseorang yang bikin azmi nervous dan muntah2 saat mo ketemuan. Seseorang yang azmi minta untuk menjaga semua apa yang masih ingin azmi jaga. Seseorang yang azmi ajak menjadi sahabat yang seperti pacar. Dengan kenangan terindah saat menikmati hari di puncak kayangan dan pantai parang kusumo.
Seseorang yang saat mengenal forum begitu ingin melesat dan lebur dalam keindahan didalammya.
Puspa adalah seorang sahabat yang ingin azmi jaga, sebagaimana usahanya untuk menjaga azmi. Ingin azmi jaga dengan dimensi yang tidak selamanya harus seiya sekata. Tak jarang beda pendapat, tapi masih dalam koridor penghargaan atas pilihan masing-masing.
Pernah azmi jaga dia dengan 'talak tiga' agar dia konsen pada tugasnya. Sedikit berat karena mungkin saat itu dia butuh bantuan banyak.
Dia pernah jaga azmi agar 'gak deket-deket' biar gak ikut2an kena sakit yang dia rasakan.
3,5 bulan rentang waktu persahabatan kadang belumlah cukup untuk saling kenal secara menyeluruh. Setiap hari adalah proses pembelajaran. Ada saatnya menilik dengan dekat. Ada saatnya memandang dari jauh, agar lebih objektif dalam memandang. Tetapi sahabat tetaplah sahabat.
Love-azmi
PS: Maaf, semua memang belum mewakili. azmi gak bisa menjelaskan dengan indah seperti kak nao. Hati ada di dalam, gak semua isinya bisa ditunjukkan.
Semoga Allah tetap karuniakan kejernihan hati buat kita dalam memandang semua yang terjadi dalam rentang kehidupan. Mengambil hikmah terbaik dari semua pelajaran. Amin
Maafkan azmi bila belum bisa memberikan yang terbaik.