Subject: Re: Mencintai Itu Adalah Suatu K E P U T U S A N ! <== SETUJU!!!
Author: beruang item
[ Next Thread |
Previous Thread |
Next Message |
Previous Message
] Date Posted:09:21:39 07/10/05 Sun In reply to:
- `djeng Gusti Asmaradana -
's message, "Mencintai Itu Adalah Suatu K E P U T U S A N !" on 18:45:05 06/30/05 Thu
hm .. seandainya aku bisa meraih pelangi ..
akan kurangkai nama-nama kalian yang telah memberiku kebahagiaan yang luar biasa dalam hidupku. aku tak harus berpisah dulu dengan kalian untuk merasakan betapa berartinya kalian untukku. aku menikmati setiap detik kebersamaan kita, penuh warna .. dan kita berusaha atasi bersama, belajar dewasa bersama, saling mengerti, menghargai, menghormati, akh indah sekali ... ada airmata kebahagiaan, kedukaan, ada amarah, ada cinta, ada nafsu membara, ada ketenangan luar biasa, ada semangat, ada kasih sayang, tertawa bersama, tanggung jawab bersama, menjaga, merawat, saling dukung, dll .. akh tak habis bila waktu kukatakan semua ... aku selalu rasakan itu semua dalam setiap debar dan degub hatiku saat aku mampu dengan cepat bangkit dari setiap jatuhku ... kalian .. kalian bersamaku, di sini .. di dalam kalbuku .. api ini tak kan padam.
yah pelangi itu ... pelangi yang kunikmati keindahannya, andai bisa kuraih ...
merangkai nama kalian dan kukembalikan ke angkasa sana ...
agar semua orang tau, betapa indah hidupku mengenal kalian ... walo kalian sekejab hadir dalam hidupku, yah kayak pelangi itu .. aku pernah mencintai kalian .. yah mencintai pada batas2 yang aku usahakan itu tak melukai kalian, tapi kalo rasa sayang.. luar biasa aku takluk pada rasa sayangku pada kalian .. itu akan selamanya ada buat kalian ... aku menyayangi kalian ..
Date Posted:16:34:16 03/16/08 Sun
>Lelaki tua menjelang 80-an itu menatap istrinya.
>Lekat-lekat. Nanar. Gadis itu masih terlalu belia.
>Baru saja mekar.
>Ini BUKAN persekutuan yang MUDAH. Tapi ia sudah
>memutuskan untuk mencintainya. Sebentar.
>Kemudian ia pun berkata, "Kamu kaget melihat semua
>UBANku? Percayalah! Hanya KEBAIKAN yang kamu temui DI
>SINI".
>Itulah kalimat pertama Utsman bin Affan ketika
>menyambut istri terakhirnya dari Syam, Naila.
>Selanjutnya adalah BUKTI.
>
>
>Sebab CINTA adalah KATA LAIN dari MEMBERI.
>Sebab MEMBERI adalah PEKERJAAN.
>Sebab PEKERJAAN CINTA dalam siklus MEMPERHATIKAN,
>MENUMBUHKAN, MERAWAT dan MELINDUNGI itu BERAT.
>Sebab pekerjaan berat itu HARUS DITUNAIKAN dalam WAKTU
>yang LAMA.
>Sebab pekerjaan berat dalam waktu lama begitu HANYA
>MUNGKIN dilakukan oleh mereka yang memiliki
>KEPRIBADIAN KUAT dan TANGGUH.
>Maka setiap orang hendaklah BERHATI-HATI saat ia
>mengatakan "AKU MENCINTAIMU". KEPADA SIAPAPUN !
>Sebab itu adalah KEPUTUSAN BESAR.
>Ada TARUHAN KEPRIBADIAN disitu.
>
>”Aku mencintaimu”, adalah UNGKAPAN LAIN dari Aku INGIN
>memberimu “SESUATU”.
>Yang terakhir ini juga adalah ungkapan lain dari:
>"Aku akan MEMPERHATIKAN dirimu dan semua situasimu
>untuk MENGETAHUI apa yang kamu BUTUHKAN untuk TUMBUH
>menjadi LEBIH BAIK dan BAHAGIA..."
>"Aku akan bekerja KERAS untuk memfasilitasi dirimu
>agar bisa TUMBUH SEMAKSIMAL mungkin..."
>"Aku akan MERAWAT dengan SEGENAP kasih sayangku PROSES
>PERTUMBUHAN dirimu melalui KEBAJIKAN HARIAN yang akan
>kulakukan padamu ..."
>"Aku juga akan MELINDUNGI dirimu dari SEGALA sesuatu
>yang dapat MERUSAK dirimu...."
>
>
>Dan proses pertumbuhan itu taruhannya adalah
>KEPERCAYAAN orang yang kita CINTAI terhadap INTEGRITAS
>KEPRIBADIAN kita.
>SEKALI kamu mengatakan kepada seseorang "AKU
>MENCINTAIMU", kamu harus MEMBUKTIKAN ucapan itu.
>Itu DEKLARASI JIWA bukan saja tentang rasa suka dan
>ketertarikan, tapi terutama tentang :
>keSIAPan dan keMAMPUan MEMBERI,
>keSIAPan dan keMAMPUan BERKORBAN,
>keSIAPan dan keMAMPUan pekerjaan-pekerjaan cinta yakni
>: MEMPERHATIKAN, MENUMBUHKAN, MERAWAT dan MELINDUNGI.
>Sekali deklarasi cinta TIDAK TERBUKTI, kepercayaan
>HILANG LENYAP.
>TIDAK ADA CINTA TANPA KEPERCAYAAN.
>
>Begitulah bersama waktu suami atau istri kehilangan
>kepercayaan kepada pasangannya.
>Atau anak kehilangan kepercayaan kepada orang tuanya.
>Atau sahabat kehilangan kepercayaan kepada kawannya.
>Atau rakyat kehilangan kepercayaan kepada
>pemimpinnya.
>Semua dalam satu situasi : CINTA yang TIDAK TERBUKTI !
>Ini yang menjelaskan mengapa cinta yang terasa begitu
>panas membara di awal hubungan lantas jadi redup dan
>padam pada tahun kedua, ketiga, keempat dan
>seterusnya.
>Dan tiba-tiba saja perkawinan bubar, persahabatan
>berakhir, keluarga berantakan, atau pemimpin jatuh
>karena tidak dipercaya rakyatnya.
>
>
>JALAN HIDUP kita biasanya TIDAK LINEAR. Tidak juga
>seterusnya pendakian. Atau penurunan.
>Karena itu, konteks di mana pekerjaan-pekerjaan cinta
>dilakukan TIDAK SELALU KONDUSIF secara EMOSIONAL.
>Tapi disitulah TANTANGANnya yakni : MEMBUKTIKAN
>KETULUSAN di tengah situasi-situasi yang SULIT.
>Di situ KONSISTENSI TERUJI !
>
>
>Di situ juga INTEGRITAS terbukti.
>Sebab mereka yang MAMPU MENGEJAWANTAHKAN cinta di
>TENGAH SITUASI yang SULIT, JAUH lebih BISA
>membuktikannya dalam waktu yang longgar.
>Mereka yang dicintai dengan cara begitu, biasanya
>mengatakan bahwa hati dan jiwanya PENUH SELURUH.
>Bahagia sebahagia-bahagianya. Puas sepuas-puasnya.
>Sampai TAK ADA TEMPAT bagi yang LAIN. Bahkan setelah
>sang pencinta MATI.
>
>Begitulah Naila. Utsman telah memenuhi SELURUH JIWANYA
>dengan CINTA. Maka ia memutuskan untuk tidak menikah
>LAGI setelah suaminya terbunuh. Ia bahkan merusak
>wajahnya untuk menolak semua pelamarnya.
>Tak ada yang dapat mencintai sehebat lelaki tua itu.