Friday, May 2, 2008 - New servers are in! Click-in for more info!
VoyForums

VoyUser Login optional ] [ Contact Forum Admin ] [ Main index ] [ Post a new message ] [ Search | Check update time | Archives: 12345678 ]
Subject: coming out as lesbian


Author:
no name
[ Next Thread | Previous Thread | Next Message | Previous Message ]
Date Posted: 10:40:15 01/20/08 Sun GMT 0700

Gue lesbi 24. udah punya gf and awal tahun ini kita baru aja coming out ke keluarga kita. Awalnya kita pikir kalo bisa omong baik2x n kasih pengertian ke mereka, mereka bisa terima. Kenyataannya.... pahit. Ujung2xnya hubungan kita terancam putus dengan paksa karena banyaknya tekanan batin yang kita terima dari ortu.

Emang sih mereka ga sampe main fisik seperti mukul ato nampar, tapi tetep aja. Semua omongan mereka, larangan, permintaan mereka dari yang halus sampe yang bener2x neken mental gue n gf gue dengan nangis sambil menghiba untuk kita berdua back to straight, sangat menganggu hubungan kita berdua.

GF gue jadi sering sedih karena dia sedih ortunya kecewa dengan keadaan sekarang. Pernah beberapa kali dia kepikiran untuk putus karena ga tahan... tapi ga jadi karena gue berusaha untuk ngeyakinin dia n nguatin mentalnya. Pertanyaan gue, sampai kapan gue bisa nenangin dia kalau keadaan terus kyk gini? sampai kapan gue bisa tahan?

Gue sayang sama gf gue n ga pengen dia sedih terus kyk gini. Tapi klo sampe putus ma dia karena masalah ini, gue bisa nyesel seumur hidup karena seharusnya momen ini bisa jadi hal yang paling nguatin hubungan kita berdua bukan malah sebaliknya.

Gue harus gimana untuk ngadepin ortu? gimana caranya supaya ortu ngerti kalau kasih sayang antara gue n gf gue ga cuma sekadar nafsu belaka....

We need help....please....

[ Next Thread | Previous Thread | Next Message | Previous Message ]

Replies:
[> Subject: Perjuangan pribadi


Author:
Bonnie
[Edit]

Date Posted: 02:46:57 01/22/08 Tue GMT 0700

No name,

1 hal yang musti disadari, coming out sesungguhnya merupakan perjuangan pribadi. Pun ketika kita janjian dengan pasangan kita untuk sama-sama coming out, sebenarnya itu keputusan yang sangat pribadi dan konsekuensinya sangat pribadi.

Sampai kapan kamu bisa menenangkan dia? jawabannya sederhana: sampai dia masih mau ditenangkan. Kalau dia ngga mau lagi dan menyerah, itu juga akhirnya keputusan pribadi yang harus dihargai.

Harus juga diingat dan dipertimbangkan, meyakinkan keluarga yang punya keyakinan berbeda pasti akan menimbulkan reaksi. Reaksi yang paling awal dan paling wajar adalah mempertahankan keyakinan mereka. Jadi kalau saat ini mereka akan melakukan apapun untuk meyakinkan kalian berdua jadi straight, saya rasa itu wajar sekali.
Yang tidak biasa justru ketika mereka langsung menerima begitu saja ketika mereka sendiri orientasi seksualnya berbeda.

Kalau kamu berharap momen ini jadi momen yang menguatkan buat hubungan kalian, mungkin hal tersebut hanya sebagian kemungkinan dari sekian banyak kemungkinan bagaimana proses coming out akan berdampak dengan hubungan kalian. Mungkin your gf salah menilai kekuatannya sendiri atau saat mengambil keputusan belum benar2 menyadari salah satu konsekuensi yang mendasar dari coming out seperti saat ini, tekanan yang terus menerus.

Anyway, apapun yang kelak terjadi, apapun yang masing masing dari kalian akan putuskan tentang hubungan kalian atas situasi keluarga kalian masing-masing, harus diterima dengan baik. Karena ini proses dari perjalanan yang panjang dan melelahkan. Masing individu akan mengambil keputusan dan bereaksi sesuai keyakinannya masing-masing, kadangkala keyakinan yang berselisih arah.

Mungkin banyak orang akan menganggap aneh kalau saya bilang coming out itu keputusan yang personal, keputusan yang harus dibuat untuk diri kita sendiri, bukan untuk pasangan kita atau hubungan yang kita miliki. Justru keputusan coming out harusnya terpisah dari apakah kita sudah punya pasangan atau tidak. Kalau kita menggantungkan keputusan kita dengan harapan itu akan melanggengkan atau menguatkan hubungan kita, kadangkala akibat yang kita tidak sadari adalah kita memberikan beban yang berlebihan terhadap hubungan itu sendiri. Seperti yang kamu alami saat ini.

Meyakinkan ortu? Tentu saja dengan mengatakan fakta-fakta yang relevan tentang homoseksualitas itu sendiri, tentang kenapa kamu berfikir bahwa kamu seorang lesbian, dan pendapat kamu sendiri. Menjelaskan stereotipe tentang homoseksualitas. Tapi itu baru 50% dari usaha. 50% lagi memang harus datang dari orang tempat kita coming out. 50%nya adalah pengertian dan kemauan mereka menerima dan memahami. Dan ini butuh waktu. Mereka butuh waktu, mengubah keyakinan mereka seumur hidup tentang orientasi seksual, tentang homoseksualitas. Berapa lama? Tergantung banyak hal, latar belakang budaya, pendidikan, kepribadian mereka. Akan tetapi yang dapat membantu mereka berproses untuk menerima salah satunya adalah juga bukti yang positif dan nyata tentang seorang lesbian itu sendiri. Biasanya itu adalah kita sendiri yang harus membuktikannya, dengan konsistensi dan waktu. Jangan memberikan reaksi yang keras dan berlebihan ketika mereka memberikan reaksi penolakan. Hadapi itu dengan wajar dan jangan juga seolah kita memberikan mereka ultimatum sehingga mereka tidak dapat mencerna dengan baik. Jangan marah atau tersinggung ketika mereka punya pertanyaan yang menurut kita "bodoh" dan "merendahkan", justru ini yang harus dijawab dengan baik. Homoseksualitas memang penuh stereotipe, selalu begitu. Perbaiki stereotipe ini dengan kata2 yang santai tapi cukup serius. Jangan terlalu pagi mengumumkan perang, tidak ada gunanya juga, ini justru akan menutup pintu kesempatan kita selamanya.

Again, jalani dengan sabar dan beri orang tua kita waktu dan kesempatan untuk memahami dengan baik. Mungkin anda akan memetik hasilnya. Paling tidak, mungkin mereka tidak pernah mengerti apa itu homoseksualitas, tapi dengan kesabaran, mereka akan menerima bahwa, apapun orientasi seksualitas kita, kita tetap anak mereka yang menyayangi mereka dan kecuali orientasi seksualitas kita, kita adalah orang yang sama yang mereka kenal sebelum coming out itu.

Good luck!
Bonnie

[ Post a Reply to This Message ]
[> Subject: Big Applause


Author:
Joe Black
[Edit]

Date Posted: 08:06:08 01/24/08 Thu GMT 0700

Big applause for u Bon :)
100% agreed with ur comments.

Cheers,

[ Post a Reply to This Message ]
[> [> Subject: Bonnie, thank you


Author:
No name
[Edit]

Date Posted: 08:44:21 02/08/08 Fri GMT 0700

Bonnie,

Thanks buat sarannya. So far, keadaan gue ma GF gue fine2x aja. But the clock is ticking... jadi... yah... cuma bisa usaha n doa aja lha. Usaha untuk mempertahankan hubungan dan doa semoga gue n GF dikasih kekuatan untuk bisa saling cinta n support satu sama lain.

Btw, it's a nice birthday presents from you. An advice in my birthday. thanks banget, Bon!

=)

[ Post a Reply to This Message ]
[> Subject: ya :)


Author:
R
[Edit]

Date Posted: 06:43:12 02/08/08 Fri GMT 0700

ya, bener apa yang diomongin Bonnie
itu perjuangan pribadi,
but sis, lu ga sendiri.

untuk ngambil tindakan/langkah2 selanjutnya
jangan lupa untuk inget apa2 aja point2 prinsip yang udeh diomongin di atas.

1. waktu & kesabaran u/ proses blajar di pihak lu & gf juga keluarga
caranya: dengan melihat ini bukan sebagai beban
karena klu lu ngeliat sebagai beban, yah otomatis tambah terbebani.
liat aja sebagai suatu proses belajar untuk semua, lu & gf & keluarga.

2. bukti ekonomi, tunjukkan bahwa lu berdua adalah pribadi yang mampu mandiri dalam hidup

3. bukti kasih sayang, well >> "apapun orientasi seksualitas kita, kita tetap anak mereka yang menyayangi mereka dan kecuali orientasi seksualitas kita, kita adalah orang yang sama yang mereka kenal sebelum coming out itu."

4. tambahan: terkadang kita juga mesti tau kapan mesti bersikap tegas.
ini mungkin yang Bonnie bilang : "Jangan terlalu pagi mengumumkan perang, tidak ada gunanya juga, ini justru akan menutup pintu kesempatan kita selamanya."
Dari pergantian hari aja kita tau apa itu pagi, siang, ato malem. So, gw yakin lu juga tau kapan saatnya.
Untuk 'perang' ada strategi loh. Tapi perang selalu jd pilihan terakhir gw buat survive.
contohnya, ketika gw udah ngerasa ga nyaman & kata2 dosen gw yg mengarah ke pemaksaan egonya untuk buat gw berubah.
gw cut omongannya tapi dengan sopan.
karena dr ngobrol, gw tau die demen ngomong di seputar logika, maka gw pake logika, santai tanpa libatin emosi.
Padahal mah ada kesel juga, biarin aja setelahnya keluar kantor baru dah eke curhat k temen. Ini namanya pengendalian diri.
Klu di keluarga, gw pernah akhirnya bilang keberatan gw ama bokap. Neh setelah gw tahan mayan lama, tapi akhirnya ga tahan lagi denger komplainnya. Gw bilang aja, apa perasaan gw, gw sedih klu papa juga ngomongnya begitu terus. Bokap gw akhirnya kagak ngomong2 lagi ampe sekarang sesuai janjinya. Being better jadinya.

yasud, take care sis
u're not alone
Smile! :)

[ Post a Reply to This Message ]


VoyUser Login ] Not required to post.
Post a public reply to this message | Go post a new public message
Note: This forum is moderated -- new posts are not visible until approved.
* Notice: Posting problems? [ Click here ]
* HTML allowed in marked fields.
Message subject (required):

Name (required):

  Expression (Optional mood/title along with your name) Examples: (happy, sad, The Joyful, etc.) help)

  E-mail address (required):

Type your message here:

Choose Message Icon: [ View Emoticons ]

Note: This forum is moderated -- new posts are not visible until approved.

Notice: Copies of your message may remain on this and other systems on internet. Please be respectful.

[ Contact Forum Admin ]


Forum timezone: GMT-7
VF Version: 2.94, ConfDB:
Before posting please read our privacy policy.
VoyForums(tm) is a Free Service from Voyager Info-Systems.
Copyright © 1998-2008 Voyager Info-Systems. All Rights Reserved.