|
[> Subject: Perjuangan pribadi
|
Author:
Bonnie
[Edit]
|
Date Posted: 02:46:57 01/22/08 Tue GMT 0700
No name,
1 hal yang musti disadari, coming out sesungguhnya merupakan perjuangan pribadi. Pun ketika kita janjian dengan pasangan kita untuk sama-sama coming out, sebenarnya itu keputusan yang sangat pribadi dan konsekuensinya sangat pribadi.
Sampai kapan kamu bisa menenangkan dia? jawabannya sederhana: sampai dia masih mau ditenangkan. Kalau dia ngga mau lagi dan menyerah, itu juga akhirnya keputusan pribadi yang harus dihargai.
Harus juga diingat dan dipertimbangkan, meyakinkan keluarga yang punya keyakinan berbeda pasti akan menimbulkan reaksi. Reaksi yang paling awal dan paling wajar adalah mempertahankan keyakinan mereka. Jadi kalau saat ini mereka akan melakukan apapun untuk meyakinkan kalian berdua jadi straight, saya rasa itu wajar sekali.
Yang tidak biasa justru ketika mereka langsung menerima begitu saja ketika mereka sendiri orientasi seksualnya berbeda.
Kalau kamu berharap momen ini jadi momen yang menguatkan buat hubungan kalian, mungkin hal tersebut hanya sebagian kemungkinan dari sekian banyak kemungkinan bagaimana proses coming out akan berdampak dengan hubungan kalian. Mungkin your gf salah menilai kekuatannya sendiri atau saat mengambil keputusan belum benar2 menyadari salah satu konsekuensi yang mendasar dari coming out seperti saat ini, tekanan yang terus menerus.
Anyway, apapun yang kelak terjadi, apapun yang masing masing dari kalian akan putuskan tentang hubungan kalian atas situasi keluarga kalian masing-masing, harus diterima dengan baik. Karena ini proses dari perjalanan yang panjang dan melelahkan. Masing individu akan mengambil keputusan dan bereaksi sesuai keyakinannya masing-masing, kadangkala keyakinan yang berselisih arah.
Mungkin banyak orang akan menganggap aneh kalau saya bilang coming out itu keputusan yang personal, keputusan yang harus dibuat untuk diri kita sendiri, bukan untuk pasangan kita atau hubungan yang kita miliki. Justru keputusan coming out harusnya terpisah dari apakah kita sudah punya pasangan atau tidak. Kalau kita menggantungkan keputusan kita dengan harapan itu akan melanggengkan atau menguatkan hubungan kita, kadangkala akibat yang kita tidak sadari adalah kita memberikan beban yang berlebihan terhadap hubungan itu sendiri. Seperti yang kamu alami saat ini.
Meyakinkan ortu? Tentu saja dengan mengatakan fakta-fakta yang relevan tentang homoseksualitas itu sendiri, tentang kenapa kamu berfikir bahwa kamu seorang lesbian, dan pendapat kamu sendiri. Menjelaskan stereotipe tentang homoseksualitas. Tapi itu baru 50% dari usaha. 50% lagi memang harus datang dari orang tempat kita coming out. 50%nya adalah pengertian dan kemauan mereka menerima dan memahami. Dan ini butuh waktu. Mereka butuh waktu, mengubah keyakinan mereka seumur hidup tentang orientasi seksual, tentang homoseksualitas. Berapa lama? Tergantung banyak hal, latar belakang budaya, pendidikan, kepribadian mereka. Akan tetapi yang dapat membantu mereka berproses untuk menerima salah satunya adalah juga bukti yang positif dan nyata tentang seorang lesbian itu sendiri. Biasanya itu adalah kita sendiri yang harus membuktikannya, dengan konsistensi dan waktu. Jangan memberikan reaksi yang keras dan berlebihan ketika mereka memberikan reaksi penolakan. Hadapi itu dengan wajar dan jangan juga seolah kita memberikan mereka ultimatum sehingga mereka tidak dapat mencerna dengan baik. Jangan marah atau tersinggung ketika mereka punya pertanyaan yang menurut kita "bodoh" dan "merendahkan", justru ini yang harus dijawab dengan baik. Homoseksualitas memang penuh stereotipe, selalu begitu. Perbaiki stereotipe ini dengan kata2 yang santai tapi cukup serius. Jangan terlalu pagi mengumumkan perang, tidak ada gunanya juga, ini justru akan menutup pintu kesempatan kita selamanya.
Again, jalani dengan sabar dan beri orang tua kita waktu dan kesempatan untuk memahami dengan baik. Mungkin anda akan memetik hasilnya. Paling tidak, mungkin mereka tidak pernah mengerti apa itu homoseksualitas, tapi dengan kesabaran, mereka akan menerima bahwa, apapun orientasi seksualitas kita, kita tetap anak mereka yang menyayangi mereka dan kecuali orientasi seksualitas kita, kita adalah orang yang sama yang mereka kenal sebelum coming out itu.
Good luck!
Bonnie
[ Post a Reply to This Message ]
|
|