VoyForums

VoyUser Login optional ] [ Contact Forum Admin ] [ Main index ] [ Post a new message ] [ Search | Check update time | Archives: 12345678910 ]
Subject: Pertanyaan buat Lesbii


Author:
ratu
[ Next Thread | Previous Thread | Next Message | Previous Message ]
Date Posted: 07:21:02 05/26/09 Tue GMT 0700

hey,saya adalah lesbi dan sudah lama.. saya punya pacar butch dan kami udah 2 taun lbih.. saya mau tau kalo kalian sbagai lesbi gmn ke keluarga??apa diterima?orang tua kita beberapa kali bahkan sering memisahkan kami,hingga di sekolahkan ke luar negri..
mereka tidak mau terima kita,apa yang harus dilakukan? coba sharing pengalamannya??

[ Next Thread | Previous Thread | Next Message | Previous Message ]

Replies:
[> Subject: Tidak mudah, tapi bukan tidak mungkin


Author:
Bonnie
[Edit]

Date Posted: 09:41:52 05/27/09 Wed GMT 0700

Ratu,

Sebenarnya penerimaan ortu terhadap kita berubah sesuai waktu. Tentu saja lebih sulit ketika remaja, kemudian lebih mudah ketika kita sudah lebih mandiri dan kemudian sangat mandiri.

Hubungan kita dengan orang tua juga berubah dulu mereka lihat kita hanya anaknya yang masih anak2, lambat laun berubah juga, anaknya juga tapi bukan anak2 lagi. Mungkin juga ada orang tua yang tidak pernah berubah sikap dan sifatnya. Tapi naturenya manusia akan berubah. Hopefully kearah yang lebih baik.

Pengalaman gw sih tergantung sama bagaimana orang tua kita melihat kita "menjadi orang." Kebanyakan orang tua terperangkap dalam stigma tentang homoseksual. Pada dasarnya sih mereka khawatir anaknya "tidak normal" seperti yang didengungkan dalam banyak stigma tentang homoseksual. In short, di kepalanya mereka mungkin homoseksual = hidupnya berantakan/ngawur. Tapi menurut gw, positifnya, mereka sebenarnya khawatir akan kehidupan masa depan anaknya. Which is harus diakui, menjalani kehidupan homoseksual, sukses seperti apapun, bukan jalan hidup yang mudah. Tapi bukannya ngga patut diperjuangkan loh.

Itu sebabnya menurut gw sikap penolakan beberapa orang tua kemudian berubah sejalan dengan waktu. Ketika anaknya ternyata sekolahnya baik2 aja, karirnya baik2 aja.

Gw pribadi, Bokap menerima, Nyokap menghindari membicarakannya (walaupun kerjanya bashing mantan2 gw di SMU), saudara2 kandung gw tahu tapi ngga ada yang menolak, at least setahu gw.

Nyokap pasangan gw sih menerima. Adik satu2nya ngga bisa menerima tapi dia paham itu pilihan yang bebas. Jadi kita baik2 saja dengan dia, istri dan anaknya.

Good Luck!
Bonnie

[ Post a Reply to This Message ]
[> [> Subject: hmm


Author:
ratu
[Edit]

Date Posted: 11:13:38 05/27/09 Wed GMT 0700

okay.. tapi kenapa yah temen2 gw dunia L pasti ga ada yang brani ngmng ke ortu,lu termasuk sangat berani.. kalo boleh nannya,lu umur berapa?apa lu bahagia setelah dapet restu dari ortu?orang tua kita selalu berusaha memisahkan hingga beda negara,tapi truly,i cant stop...
gw ngerasa gw lebih baik mati daripada kehilangan dia,gila ga sih gw?malahan gw ama dia sempet diusir dari rumah dan dipukulin orang tua kita..
mereka selalu menganggap kita gada masa depan n pastinya ga ada orang yang mau bergaul ama kita..gw ga peduliiiiiii...
feeling gw,orang tua gw pasti malu di omongin orang laen/saudara/temen2nya.. im tired,somebody help mee

[ Post a Reply to This Message ]
[> Subject: :)


Author:
bonnie
[Edit]

Date Posted: 09:48:53 05/28/09 Thu GMT 0700

Ratu,

Saya berumur 39 tahun. Saya pribadi juga sempat tidak berani. Butuh waktu untuk menemukan keberanian, memperhitungkan resikonya dan mengambil keputusan dan menanggung hasil keputusan itu. Bukannya mudah tapi bagi saya sangat patut diperjuangankan.
Mungkin saya beruntung, sebelum berani, ayah saya menanyakan apakah saya lesbian? Jadi berani atau tidak ya harus dihadapi. Untungnya beliau siap dan menerima. Tapi apakah itu cukup? Tidak serta merta begitu juga. Kami harus berproses melampaui banyak hal sehingga kami benar2 saling dapat menerima dengan baik.

Bahagia? Jujurnya diterima oleh orang tua sih sangat menguntungkan, melegakan. Tapi tidak menyelesaikan seluruh masalah saya. Ada masa2nya saya berpasangan dengan orang yang tidak diterima orientasi seksualnya oleh keluarganya. Hasilnya juga sama: kita harus berpisah, dlsb. Masalah lain juga banyak bukan cuma urusan orientasi seksual. Kebahagiaan datang dan pergi. Tapi kebahagian yang permanen adalah ketika saya benar2 menerima orientasi seksual saya dan berhenti menyalahkan orientasi seksual saya sebagai sumber masalah saya.

Banyak kog orang yang harus pisah sama pasangannya karena tidak disetujui orang tua atau keluarga mereka. Banyak orang yang harus berpisah sama orang yang dicintainya karena pasangannya tidak mencintainya lagi. Bukan karena restu orang tua. Sama aja kog menyakitkannya ketika kita dapat restu dari orang tua kita tapi pasangan kita tidak, atau karena pasangan kita tidak mencintai kita lagi. Atau bahkan bukan karena dia tidak mencintai kita lagi, tapi dia ingin punya anak dan merasa tidak bisa punya anak kalau tetap bersama kita. Apapun alasannya cinta yang tidak berbalas atau cinta yang tidak sampai selalu menyakitkan, apapun alasannya.

Persoalan hidup datang dari banyak sumber, tidak hanya restu orang tua. Dan kebahagiaan itu hanya sebentuk pikiran dengan motivasi positif. Hidup itu serangkaian pilihan dengan konsekuensinya. Kamu bisa saja terus melawan orang tua kamu dan bersama pasangan kamu, tapi konsekuensinya kalian akan terus mendapatkan perlawanan mereka. Cuma waktu yang akan membuktikan apakah sikap mereka yang akan melunak atau kalian yang menyerah dan saya yakin kedua belah pihak punya motivasi yang sama. Sama-sama ingin bahagia. Kalian berfikir akan bahagia kalau bersama-sama dan orang tua kalian berfikir akan bahagia kalau kalian bukan lesbian.

Nah sekarang pilihan kalian... Kalau kalian sudah mengupayakan segala cara untuk diterima sebagai lesbian dan pasangan dengan tetap mempertahankan hubungan kalian. Harusnya kalian sudah bahagia. Menghadapi sikap orang tua yang negatif adalah bagian dan konsekuensi pilihan. Kalau kalian bisa bersama tapi merasa tetap tidak bahagia karena gangguan orang tua kalian, then ada yang masih salah dengan pilihan kalian. Sikap penolakan juga harus jadi bagian penerimaan orientasi seksual kalian. Jika itu tidak selesai kebahagiaan juga akan terus tertunda.

Bagaimanapun kebanyakan orang tua punya harapan besar dengan anak-anaknya. Kebanyakan orang tua berfikir anak adalah investasi mereka dan simbol dari kebanggaan dan harga diri mereka. Karena itu mereka sangat berharap dan memacu anak2nya untuk "menjadi orang" dalam berbagai definisi. Sayang memang tidak ada pendidikan khusus untuk menjadi orang tua apalagi menjadi orang tua dari seorang anak yang homoseksual. Kita juga harus paham bahwa mereka harus belajar sesuatu. Mereka desperate dan tidak tahu harus berbuat apa.

Karena itu saya sering berusaha ngobrol dengan keluarga dan teman2 saya, hanya agar mereka bisa memahami saya lebih baik. Sehingga hubungan kita bisa lebih baik. Kebanyakan non homoseksual, sekalipun mereka bisa menerima, mereka sebenarnya ingin tahu tapi mereka enggan bertanya. Ada banyak kemungkinan: dari sungkan karena takut menyinggung, takut dianggap tertarik, sampai takut dianggap bodoh. Semuanya tidak menyenangkan. Jadi saran saya, pahami juga kekhawatiran atau bahkan ketakutan mereka. Buktikan dan jelaskan saja bahwa terkadang itu berlebihan, jikapun kekhawatiran atau ketakutan itu nyata, itu suatu kewajaran.

Ini proses panjang dan rumit. Tidak sedikit seorang homoseksual akhirnya memutuskan menjalani kehidupan menjadi heteroseksual dengan berfikir bahwa hal tersebut akan membuat segalanya lebih mudah. Sah-sah saja. Dari pengalamanku, menjadi diri sendiri adalah sumber kebahagian dan kedamaian hidup. Persoalan hidup selalu ada saja sampai kita mati, apapun orientasi seksual kita. Bagi saya membohongi diri sendiri atau membohongi orang lain jauh lebih sulit daripada hidup sebagai lesbian. Dalam keseharian orang lain lebih menghargai kepribadian dan prestasi kita yang baik dan tidak ada hubungannya orientasi seksual. Bukannya tidak ada yang mencoba mengkaitkannya juga, tapi bagi saya itu problem orang tersebut, bukan saya. Toh hidup terus berjalan, biasanya orang tersebut justru yang hidupnya problematik, bukan saya.

Terlampau banyak aspek kehidupan yang juga turut menjadi faktor yang dapat menyumbangkan kebahagiaan, prioritasnya berbeda-beda bagi setiap orang dan pada setiap jenjang usia. Pertimbangkan baik2 prioritas kamu, apa2 yang menjadikan hidup kamu lebih bahagia. Evaluasi dari waktu ke waktu. We can't win them all, but we should try our best and be happy with it. Kalau gagal yang dicoba lagi dengan cara yang lebih baik.

Banyak orang bilang saya beruntung, tapi saya pikir banyak hal yang juga akan tidak terjadi dalam hidup saya jika saya tidak memiliki keberanian untuk memutuskan. Tidak berarti saya selalu benar, tetapi karena dapat mempersiapkan diri saya dengan baik jika saya salah atau tidak berhasil.

Good Luck!
Bonnie

[ Post a Reply to This Message ]
[> Subject: wah


Author:
ratu
[Edit]

Date Posted: 12:33:06 05/29/09 Fri GMT 0700

wah,gw seneng banget denger penjelasannya..
apa kamu di akui juga oleh sdr atau teman?
masa sih,orang tua saya mau bunuh diri kalo saya tetep L,gilaa..
tiap hari ribut terus n dia ga bisa ngertiin saya.padahal sudah berjalan 2 taun lebih.. btw,thx buat sarannya..
apa km hidup bahagia skng?
pasangan anda juga?saya senang dengar pengalaman atau cerita hidup L yang sudah living togetherr

[ Post a Reply to This Message ]
[> Subject: Coming out


Author:
Bismarkia
[Edit]

Date Posted: 07:50:57 05/31/09 Sun GMT 0700

Ratu,
Posting kamu mirip dengan teman kecil saya yang menolak disekolahkan keluar negri agar dapat terus bersama dgn gfnya. Saya sependapat dengan Bonny bahwa perjalanan ortu dan keluarga menerima kita sebagai Lesbian sejalan dengan waktu. Dimana setiap harapan orang tua pastinya ingin seperti mereka Heteroseksual dan berkehidupan dan karir yg mapan. Memang untuk coming out pertama kali sangat sulit, penuh resiko dan tidak dapat dipaksakan. Karena setiap keluarga berbeda-beda apakah dapat menerima kita sebagai Lesbian atau tidak. Apalagi adanya stigma negatif tentang Homoseksual. Kita harus pelan-pelan menunjukkan citra positif Lesbian kepada mereka.

Pangalaman saya, kita sebagai Lesbian agar diterima keluarga adalah dengan menunjukkan sikap hidup positif kita yang mandiri dan mempunyai prestasi kerja/kuliah. Masalah untuk disekolahkan diluar negri oleh ortu sebenarnya kita harus berpikir panjang kedepannya. Dimana kesempatan pendidikan seperti itu jarang didapat dan sebagai modal kerja kita dimasa depan dan juga hitung-hitung membahagiakan ortu. Jadi mungkin sementara kamu berpisah sementara dg gf. Tapi apabila kamu melihat ke depannya sudah kerja mandiri tidak tergantung ortu, kamu dapat lebih dekat dgn gfmu dan bisa merencanakan lebih jauh lagi dgn gf apa yg kamu planing. Kalau dipikir pendek siapa juga yg tidak mau kehilangan gf. Tapi itulah tantangan hidup kita sebagian kecil sebagai Lesbian.

Sejalan dengan waktu sedikit-sedikit ortu, keluarga dan teman-teman dekat kita beri masukan tentang Homoseksual bukankah kelainan jiwa dan bukan penyakit menular yang tertuang di PPDGJ II dan III juga WHO. Homoseksual adalah pilihan orientasi seksual seseorang. Seperti menyukai pilihan baju yg dipakai sesorang pasti akan berbeda-beda. Yang terpenting apabila kamu mantap sebagai Lesbian teruskan usahamu untuk mencapai kebahagiaan dengan pasanganmu. Jangan pernah menyerah walau banyak gelombang kehidupan menerjang.

Ayo teman tunjukan kepada ortu dan keluargamu bahwa kamu sebagai Lesbian juga mempunyai masa depan tidak seperti mereka katakan. Semoga kamu berhasil

PEACE,
Bismarkia

[ Post a Reply to This Message ]


VoyUser Login ] Not required to post.
Post a public reply to this message | Go post a new public message
Note: This forum is moderated -- new posts are not visible until approved.
* Notice: Posting problems? [ Click here ]
* HTML allowed in marked fields.
Message subject (required):

Name (required):

  Expression (Optional mood/title along with your name) Examples: (happy, sad, The Joyful, etc.) help)

  E-mail address (required):

Type your message here:

Choose Message Icon: [ View Emoticons ]

Note: This forum is moderated -- new posts are not visible until approved.

Notice: Copies of your message may remain on this and other systems on internet. Please be respectful.

[ Contact Forum Admin ]


Forum timezone: GMT-7
VF Version: 2.94, ConfDB:
Before posting please read our privacy policy.
VoyForums(tm) is a Free Service from Voyager Info-Systems.
Copyright © 1998-2008 Voyager Info-Systems. All Rights Reserved.