|
[> [> Subject: Anak???
|
Author:
rain
[Edit]
|
Date Posted: 04:04:23 12/01/06 Fri GMT 0700
Punya anak? Aku dan GFku punya anak...
Tapi sebelum itu kita harus pertimbangkan latarbalakang keluarga terutama faktor sosial dan ekonomi...pasti setiap orang punya kondisi dan keadaan keluarga yang berbeda...
Menurutku, jangan ikuti keinginan kita saja, pikirkan ke depan dampaknya buat anak-anak kita itu nanti, di Indonesia kasihan anak-anak yang terlahir dari IBu yang ngga punya ayah, ketika dia mulai bersosialisasi dia akan menanyakan figur ayah, seperti rata-rata kebanyakan anak 'tetangga'yang jadi teman main anak kita.
Menurutku kalau kita punya anak dan dia ngga punya figur bapak, kasihan anaknya kan? Biar pasangan kita butchy yang kelihatan kayak bapak-bapak tetap aja akan susah saudaraku...
Aku cuma bisa ngasi tips yang kurang lebih aman..dan dampaknya kecil buat ngecewain orangtua kita, (terutama yang masih belum 'cuming out', dan kecil juga resikonya kita menelantarkan anak-anak yang akan kita besarkan nanti.
Aku dan GFku tiga tahun lalu mengalami banyak tekanan dari keluarga, mereka tahu kami gay les, dan dengan segala daya upaya memaksa kami menikah...akhirnya kami menikahi sahabt-sahabat kami yang gay...tapi dengan kriteria sesuai dengan keinginan orang tua...
1. Cukup religius (spiritual Qualitynya ok)
2. Dari keluarga baik-baik, berbakat jadi 'familyman'
3. Well Educated, cukup pendidikan (IQ ok)
4. Emotional Qualitynya ok
5. Bekerja, punya pekerjaan yang bagus
5. Sayang dengan keluarganya, otomatis dia akan berusaha
menyenangkan keluarga kita layaknya seorang sahabat.
6. Cari yang ngga terlalu kelihatan kewanita-wanitaan.
7. Cari yang punya kepentingan sama, gay nya juga mengalami
tekanan di rumahnya untuk segera menikah. Kalau dia punya pasangan akan lebih baik lagi, kalau kalian musyawarah bersama dan membuat kesempatan seperti apa yang kalian inginkan.
Jika kalian sudah menemukan kriteria itu ( sekedar info aku dan gf ku hunting selama 3 tahun)sepakati bersama, akan tinggal dimana, dan pasangannya juga harus kelihatan sebagai sahabat terbaik kalian. Bagaimana denganbiaya hidup.
Layaknya pasangan yang menikah, kalian dipastikan akan tinggal serumah dan menikah cara agama dengan menyatukan dua keluarga, hal ini membuat bibit anak kalian akan lebih legal dan sah di sisi agama, artinya tidak meragukan bibit-bibit sperma dari sumber yang tidak jelas. Selain itu juga anak-anak ini nanti lebih terjamin kehidupannya. Karena didukung oleh dua belah pihak keluarga, juga termasuk pasangan kita.
Aku dan pasanganku juga sahabat gayku, yang kini jadi suami kekasihku dan pasangannya, kemudian mencari tahu dimana dokter yang bisa melakukan inseminasi buatan. Dengan alasan ingin memiliki anak yang siklusnya teratur karena akan melanjutkan study keluar negri kami menemukan dokter yang bisa melakukan inseminasi buatan tersebut. (SEkedar info inseminasi biayanya bervariasi yang tidak terjamin langsung jadi biayanya 2-5 juta rupiah, bayi tabung 40-80 juta rupiah tergantung dimana).
SEkarang usia anak kami sudah 7 bulan...di masa awal adaptasi gfku dan suami gaynya memang sedikit sulit, terutama gimana berpura-pura di depan keluarga menjadi istri/suami yang baik/kemudian di depan pembantu, supir dan nanny...harus dilakukan dengan hati-hati sehingga tidak timbul kecurigaan....
Aku cuma dikenal sebagai sahabat baik keluarga kecil ini, juga psangan sahabat gayku hanya dianggap seorang sahabat keluarga...jadi semua berjalan dengan harmoni, kalau pun ada kesulitan-kesulitan kecil hal ini masih bisa diatasi dengan diskusi berempat....
Anak kami kini punya dua ibu dan dua bapak.... dia juga dicintai kakek nenek, eyang kakung dan eyang putrinya, sementara paman dan tantenya merasakan bahagia dengan keberadaannya....
Jika kondisi keluarga dan keuangan kalian memadai...milikilah anak, karena hidup ini terasa lengkap dengan kehadiran mereka...tapi jika melakukannya dengan tanpa perencanaan yang matang lebih baik tunda dulu dna pertimbangkan baik dna buruknya....
Pikirkan juga bagaimana seandainya kalian harus berpisah dari pasangan les kita, bagaimana hak asuh anak? Jangan lupa saat pernikahan secara sah baik di agama maupun pengadilan, buat perjanjian pra nikah yang memisahkan harta kekayaan kalian...hal ini sangat berguna dikemudian hari....
Ini saja tipsnya...aku mohon doa restu kalian sehingga anak kami nanti bisa berguna hidupnya bagi orang lain, dan keluarga kami yang double ayah dan ibu selalu hidup dalam harmoni sehingga positif buat perkembangan jiwanya...
Selamat punya anak saudaraku....
[ Post a Reply to This Message ]
|
|