|
[> Subject: aku sama
|
Author:
nemesis
[Edit]
|
Date Posted: 07:49:02 07/11/07 Wed GMT 0700
dulu aku merasakan hal yang sama, aku kira dunia kebahagian bukan milik ku, aku tak pernah mensyukuri apa yang aku punya, tapi aku tak pernah berhenti berharap, jika harapan itu tidak ada aku menggantinya dengan harapan yang lain yang lebih realistis untuk aku jalani, sungguh perjalanku sangat panjang, toh kesabaran membawaku kepada orang yang aku cintai, walaupun dia banyak keterbatasan, aku sungguh sangat bersyukur toh aku bisa mencintai orang yang juga bisa mencintai aku, aku bersukur walau banyak air mata dan kesedihan toh kedewasan membawaku pada pelajaran penting mengenai makna kehidupan, aku telah berhenti mencari karna orang yang sempurna itu tidak ada, apa yang aku dapat, adalah anugrah terbesar dalam hidupku, sungguh walau aku hanya bisa melihat orang yang aku cintai bisa tersenyum itu sudah merupakan kebahagian buat aku. aku sangat paham bahwa orang yang aku cintai kadang buat aku kecewa, tapi sepenuhnya bukan kesalahannya, kultur timur membawa setting tersendiri pada masyarakat kita, namun jika aku lihat matanya, aku resapi senyumnya, atau ketika aku beradu pandangan mesra rasanya semua itu menjadi tiada arti lagi.walau suatu saat aku hanya bisa memandangnya saja, melihat senyumnya dari kejauhan saja aku sudah merasa cukup,kebahagian datang ketika kita merasa sudah cukup dan puas dengan apa yang telah tuhan berikan pada kita
[ Post a Reply to This Message ]
|
|