VoyForums
[ Show ]
Support VoyForums
[ Shrink ]
VoyForums Announcement: Programming and providing support for this service has been a labor of love since 1997. We are one of the few services online who values our users' privacy, and have never sold your information. We have even fought hard to defend your privacy in legal cases; however, we've done it with almost no financial support -- paying out of pocket to continue providing the service. Due to the issues imposed on us by advertisers, we also stopped hosting most ads on the forums many years ago. We hope you appreciate our efforts.

Show your support by donating any amount. (Note: We are still technically a for-profit company, so your contribution is not tax-deductible.) PayPal Acct: Feedback:

Donate to VoyForums (PayPal):

Login ] [ Contact Forum Admin ] [ Main index ] [ Post a new message ] [ Search | Check update time | Archives: 12[3]4 ]
Subject: Inul yang fenomenal


Author:
big_black_lab
[ Next Thread | Previous Thread | Next Message | Previous Message ]
Date Posted: 12:44:31 05/10/03 Sat

Inul yang fenomenal

Oleh Soenjono Dardjowidjojo
Gurubesar Ilmu Linguistik Universitas Atmajaya, Jakarta
Harian Bisnis Indonesia, edisi rabu, tanggal 7 Mei 2003 (halaman 8)


Inul memang fenomenal. Topik tentang goyang ngebor-nya mendominasi bahan pembicaraan di masyarakat kita saat ini. Sebagian orang tidak hanya menolak, tetapi malah juga menghujat dan mengharamkan gaya Inul. Cuma, sebagian masyarakat malah mendukung artis asal Pasuruan itu. Begitu menggemanya gejala ini sampai-sampai seorang mantan presiden republik ini juga ikut urun pandang.
Mereka yang tidak suka dengan gaya Inul memberi alasan bermacam-macam: (a) goyangan Inul tidak sopan, (b) liukan bokong yang dihadapkan ke muka pemirsa sangat tidak menghormati martabat manusia, (c) gaya Inul melanggar tatasusila ke-Timuran, (d) goyangan Inul jorok, (e) Inul merendahkan martabat wanita, dan bahkan ada yang berkata bahwa (f) goyangan Inul melanggar hukum!
Berbeda dengan soal hidup dan mati, masalah sopan dan tidak sopan sukar untuk dicari tolok ukurnya karena konsep ini merupakan gradasi sehingga batas antara keduanya tidak dapat dipatok. Orang yang tidak bernyawa pastilah mati; orang yang bernyawa pastilah hidup. Dalam hal kesopanan, tidak ada ukuran seperti itu.
Karena kodrat yang relatif dan gradual seperti inilah maka bila lima orang dimintai pendapat, kita bisa mendapat lima jawaban yang berbeda: sangat sopan, sopan, tidak yakin, kurang sopan, dan tidak sopan! Ini pulalah yang menyebabkan masyarakat kita terbagi, paling tidak, menjadi dua kubu: yang setuju dan yang tidak setuju dengan goyang Inul.
Dalam hal tubuh yang digoyang di dunia hiburan, hanya ada dua bagian yang bisa digoyang oleh wanita: payudara dan bokong. Goyang payudara umumnya dilakukan oleh para penari striptease di kelab-malam. Goyang bokong dilakukan oleh para penari atau penyanyi irama lagu tertentu seperti jaipong, tayub, dan dangdut. Jadi, kalau Inul sebagai penyanyi dangdut melakukan goyang bokong dia sebenarnya hanyalah melakukan suatu perbuatan yang selaras dengan "aturan main" dalam dunia perdang-dutan.
Yang menjadi masalah tampaknya adalah seberapa jauh seorang penyanyi dangdut boleh menggoyang bokongnya? Ke kiri berapa sentimeter, ke kanan berapa sentimeter, dan ke atas-bawah berapa sentimeter? Apa goyangan atas-bawah boleh atau tidak boleh ngebor?
Hukum mana di negara kita ini yang menentukan bahwa goyangan bokong itu melanggar hukum, dan derajat goyangan sekian senti itu melanggar subpasal sekian, sedangkan yang sekian senti itu tidak, dsb. Karena siapa pun tahu bahwa hukum seperti ini tidak ada, maka dapatlah ditarik kesimpulan bahwa dakwaan yang menyatakan bahwa Inul telah melanggar hukum dibuat oleh orang untuk melampiaskan rasa ketidaksukaannya pada seseorang mengeskpresikan gaya seninya.

Bagian integral
Seperti halnya dengan entitas lain mana pun, seni juga mempunyai kehidupan yang selalu berkembang. Goyang bokong merupakan bagian integral dari seni tari dangdut yang karenanya tidak dapat dipisahkan.
Munculnya Inul dengan goyangan yang berbeda dengan goyangan sebelumnya hanyalah merupakan perkembangan yang natural dari suatu entitas yang hidup itu. Dakwaan bahwa goyang-ngebor Inul telah menurunkan martabat wanita sebenarnya merupakan pandangan yang justru menurunkan martabat wanita itu sendiri. Apa iya, martabat wanita itu diukur dengan derajat goyangan bokongnya? Kasihanlah kaum wanita kita kalau martabatnya diukur dari goyang bokongnya!
Ukuran keTimuran yang konon telah dilanggar oleh Inul juga perlu dipertanyakan. Apa sih keTimuran itu? Kita selalu menyombongkan diri dengan mengatakan bahwa kita adalah bangsa yang luhur, yang sopan, yang jujur, yang belas kasih, dan yang-yang yang lain.
Apakah realita yang kita hadapi adalah seperti ini? Di manakah di dunia ini ada demo yang menginjak-injak gambar presidennya, terpidana yang masih memimpin lembaga tertingi negara, polisi yang suka damai dengan pelanggar lalu lintas, atau orang yang membunuh lalu memotong-motong dan memakan mayatnya?
Satu hal yang sangat menarik untuk disimak adalah bahwa reaksi negatif dari para rekan seniman terhadap goyangn Inul ini datang dari satu kelompok saja, yakni, kelompok penyanyi dangdut.
Kenyataan seperti ini bisa diartikan bahwa berarti bahwa pertama sebagian penyanyi dangdut sangat concern dengan bidang kekhususannya, atau kedua mereka melihat adanya pendatang baru yang akan merebut lahan kepopulerannya.
Alasan yang pertama tampaknya memang luhur karena tidak mustahil mereka itu takut akan martabat dangdut yang bisa terseret ke level yang seronok. Akan tetapi, kalau dilihat dari sisi lain, justru gaya Inul telah meningkatkan dangdut pada level di mana penggemarnya tidak hanya lagi terbatas pada kelas bawah tetapi naik ke kelas menengah dan atas. Sebenarnya Inul justru telah menjunjung dangdut pada tingkat hiburan yang digemari.
Dengan keadaan seperti digambarkan di atas, maka menjadi menarik untuk dikaji apakah kritik pedas negatif terhadap Inul oleh sebagian pedangdut lain bukan didasarkan pada masalah saingan profesi daripada yang lain-lain.
Kecurigaan ini bisa didukung pula oleh kenyataan bahwa yang bereaksi negatif umumnya adalah penyanyi dangdut yang senior; penyanyi-penyayi lain, terutama yang junior, tampaknya malah welcome Inulisasi ini.

[ Next Thread | Previous Thread | Next Message | Previous Message ]


[ Contact Forum Admin ]


Forum timezone: GMT-8
VF Version: 3.00b, ConfDB:
Before posting please read our privacy policy.
VoyForums(tm) is a Free Service from Voyager Info-Systems.
Copyright © 1998-2019 Voyager Info-Systems. All Rights Reserved.