VoyForums
[ Show ]
Support VoyForums
[ Shrink ]
VoyForums Announcement: Programming and providing support for this service has been a labor of love since 1997. We are one of the few services online who values our users' privacy, and have never sold your information. We have even fought hard to defend your privacy in legal cases; however, we've done it with almost no financial support -- paying out of pocket to continue providing the service. Due to the issues imposed on us by advertisers, we also stopped hosting most ads on the forums many years ago. We hope you appreciate our efforts.

Show your support by donating any amount. (Note: We are still technically a for-profit company, so your contribution is not tax-deductible.) PayPal Acct: Feedback:

Donate to VoyForums (PayPal):

Login ] [ Contact Forum Admin ] [ Main index ] [ Post a new message ] [ Search | Check update time | Archives: 123[4] ]
Subject: seniman surabaya dukung inul


Author:
arek pasuruan
[ Next Thread | Previous Thread | Next Message | Previous Message ]
Date Posted: 20:32:22 04/30/03 Wed

Bela Inul, Siap Boikot Rhoma
Kamis, 1 Mei 2003
Seniman Jawa Timur tidak terima Inul diharamkan Rhoma Irama. Kalau fatwa haram tidak dicabut, mereka akan kampanye boikot lagu-lagu Rhoma.


SURABAYA – Fatwa Raja dangdut Rhoma Irama yang mengharamkan goyang Inul Daratista — penyanyi dangdut asal Kejapanan-Pasuruan — mengundang iba Seniman Surabaya. Rabu (30/4) kemarin di Balai Pemuda, puluhan seniman menggelar aksi mendukung si ratu ‘ngebor’ Inul agar ia tak menggubris fatwa Rhoma.

Mereka juga mengumpulkan tandatangan untuk mensupport Inul agar tetap tampil dengan ciri khasnya. Tampak pelawak Galajapo, seperti Priyo Aljabar, Sujadi, Lutfi AM dengan menamakan diri NKRI (Negara Kesatuan Rakyat Inul) bergantian melakukan orasi.

Sambil membentangkan poster-poster mendukung Inul kearah pengguna jalan, mereka — dengan gambar Inul ditengah, kalimat dukungan dan tulisan NKRI dibagian bawah — disebar. Bunyinya menggelitik, seperti we love Inul, Stop Cekal! Anjing Menggonggong Ngebor Terus dan Stop War! Ngebor Yes!, mereka berteriak yel-yel mengecam fatwa Rhoma.

Selain spanduk tandatangan, para seniman ini juga membentangkan spanduk ‘Pengumpulan Dana Pensiunan untuk Rhoma Irama dan Antek-anteknya (Rp 100-an Gak Popo!) Hidup Inul”, mereka kemudian bergantian menjatuhkan uang pecahan Rp 100 sebagai aksi teaterikal menyindir harga Rhoma Rp 100 ke lantai jalan untuk diberikan kepada Rhoma dan antek-anteknya sebagai pesangon pensiunannya.

Disela-sela aksi, Sujadi mengatakan Rhoma telah ceroboh dengan mengeluarkan fatwa haram kepada Inul. Menurutnya ia mendapat sebutan raja dangdut dari masyarakat. Sebutan raja dangdut itu sewaktu-waktu bisa diberikan kepada orang lain. “Makanya, ada masa di mana ia tidak lagi menjadi raja,” kata Jadi mengingatkan.

Dilanjutkan Jadi, aksi seniman itu bukan merupakan ekspresi kebencian pada Rhoma. Sebaliknya seniman justru menunjukkan sayangnya kepada penyanyi dangdut papan atas Tanah Air ini. “Kami semua menyayangi Rhoma. Melalui aksi ini kami berikan shock terapy pada Rhoma agar tak ceroboh menyalahkan orang lain. Sebab kami berusaha ingin selamatkan Rhoma dengan obat ini,” ujarnya berapi-api seraya menambahkan sebaiknya Rhoma tidak usah takut kehabisan penggemar gara-gara kehadiran Inul.

Selanjutnya, Jadi mengatakan seniman Surabaya ingin menggelar seniman bertajuk ‘Peranan Inul dalam membentuk keluarga sakinah’. Alasannya, karena goyangan Inul membuat para suami terinspirasi menservis para istrinya. Salah satu cara rumah tangga yang sakinah, tambah Jadi, adalah istri bisa memuaskan suaminya. Fenomena inilah yang membuat seniman ingin menggelar seminar tersebut dalam waktu dekat.

Di tempat yang sama, Priyo Aljabar menolak fatwa Rhoma bahwa goyang Inul mengundang maksiat. Menurutnya goyangan Inul merupakan estetika seni yang harus dilestarikan. “Goyangan Inul bukan maksiat, tapi yang maksiat adalah alkohol. Kalau ada orang menonton goyang ngebor Inul, lantas terangsang dan berbuat maksiat itu pasti karena sebelumnya menenggak minuman beralkohol,” ujarnya.

Sementara itu, Seniman Jatim, Heri Lentho menambahkan kontroversi Inul muncul disebabkan apresiasi kesenian di Indonesia masih rendah. Inilah yang tidak disadari Rhoma bahwa Inul itu berasal dari Jatim yang tentunya mempunyai karakter sendiri dalam mengembangkan kreativitasnya di blantika musik dangdut. “Rhoma itu kurang paham Inul. Padahal dia berasal dari Jatim di mana masyarakatnya mempunyai ideologi dewe. Ciri khas seniman Jatim yang paling kentara adalah melawan anti kemapanan. Makanya, Rhoma harus sadar karakter seniman Jatim sebelum mengharamkan Inul,” ujar Heri seraya menandaskan kalau Rhoma tidak mencabut fatwanya, Seniman Jatim memboikot tidak membeli kaset, VCD lagu-lagu Rhoma.(ni)

[ Next Thread | Previous Thread | Next Message | Previous Message ]

Replies:
Subject Author Date
Re: seniman surabaya dukung inulbig_black_lab12:42:03 05/01/03 Thu
Re: seniman surabaya dukung inulbig_black_lab12:43:37 05/01/03 Thu


[ Contact Forum Admin ]


Forum timezone: GMT-8
VF Version: 3.00b, ConfDB:
Before posting please read our privacy policy.
VoyForums(tm) is a Free Service from Voyager Info-Systems.
Copyright © 1998-2019 Voyager Info-Systems. All Rights Reserved.