| Subject: Re: What should i do |
Author:
Naomi
|
[
Next Thread |
Previous Thread |
Next Message |
Previous Message
]
Date Posted: 05:45:12 11/30/03 Sun
In reply to:
Trya
's message, "What should i do" on 02:55:43 11/17/03 Mon
Dear Trya,
Apa yang di kasih tau ama teman2 itu semua benar, Buka hati, buka mata, buka wawasan. Semua memang perlu waktu juga, gak seberti main "gobak sodor"/"Galah Asin".
Langkah yang lebih kongkrit, ya mungkin dengan menjalin sebuah persahabatan, meski itu cukup lama, tapi mungkin cukup aman untuk mengetahui sebagian besar tentang orang yang kita sukai.
Dari pengalaman aku dulu, Waktu masih menerka-nerka, yah, tanpa disadari aku selalu berusaha berada di dekat orang itu, hadir saat diperlukan dan menemani dia kemana aja, wah yang seperti itu aja udah buat hati berbunga-bunga ya ? tapi dengan menjalin persahabatan itu, akhirnya kemudian hari kita tau persis, keluh kesahnya dia, keinginan dan harapan2 seperti apa yang sebenarnya ada dalam benak dia.
Nanti lambat laun, kamu akan bisa merasakan sendiri apa sebenarnya yang dia inginkan, dan itu biasanya a part of good instituion will take play. Jadi intuisi memang harus kuat, yakin deh, nti juga kamu akhirnya tau sendiri, bahkan mungkin Tanpa harus berterus terang kepada dia.
Kalo pun pada akhirnya kamu akhirnya tau bahwa dia straight dan bukan L, Kamu juga akan lebih ringan melangkah karena selama ini kamu sudah memberikan kontribusi terbesar dalam hidupnya sebagai sahabat, Dan kamu juga tidak akan terlalu kecewa menghadapi kenyataan bahwa dia tidak seperti yang kamu harapkan. Kamu tetap bisa menjadi sahabat dia yang terbaik. Aku pernah kok mengalami ini, dan bahkan saat itu aku bilang sama ybs dengan penuh hati2, dan karena kita sudah bersahabat lama, saling mengerti dan menyayangi, dia bisa dengan arif menerima perasaan aku namun dia selalu membimbing aku dengan baik agar tetap memiliki hubungan persahabatan yang sangat berkualitas sampe saat ini.
Kalo pada akhirnya dia memang L, itu akan mengalir sendiri, seperti misalnya, dia akan merasa addicted berada di dekat kamu, dan semua akan mengalir dengan sendirinya. Dia akan merasa hampa tanpa kamu dan lain sebagainya.
Bentuk lainnya, misalnya dengan mencoba membuka diri di beberapa forum Lez, kamu coba berkenalan dengan teman2, kirim email, karena kan komunitasnya sudah bisa diketahui sejak awal, dari tulisan2nya, kamu dah bisa tau mana yang L atau mana yang bukan, nah kamu bisa kirimi mereka email atau ajak berkenalan dan tukar nomor telefon, dan berlanjut ke pertemuan, untuk membuktikan apa dia memang benar wanita atau bukan, apakah ia memang sesuai dengan apa yang kamu idam2kan. Semua akan goes so smooth, trya. Bukan sesuatu yang sulit, namun memang perlu kesabaran.
Terlepas dari itu semua, hal yang paling penting adalah kamu mencoba mengenali lebih jauh tentang diri kamu dan kembali berulang-ulang tanyakan kepada diri kamu, apa kamu siap menjadi seorang L dan memiliki salah satu type kehidupan seorang L yang dapat dibilang tidak semudah seperti para kaum hetero menjalin hubungan.
Belum lagi jika suatu hari kamu akan menemukan jalinan hubungan sebagai pasangan L, sudah sedemikian dalam dan bertekad untuk saling setia, kemudian ada badai menerpa jalinan kehidupan percintaan kamu. Itu juga kamu mesti siap.
Untuk mengetahui itu semua, kamu bisa observasi secara bersamaan, menjadi sahabat untuk orang yang kamu cintai, mencari teman sehati di internet, website dan forum2, juga mencari tahu apa yang dihadapi seorang Lesbian dalam kehidupan cintanya, dan badai apa saja yang mungkin akan kamu lalui, tentunya kamu jangan lupa dengan situasi dan kondisi lingkungan dan budaya keluarga kamu, juga nanti kalo udah ketemu ama pasangan yang pas, kamu juga harus hati2 mempelajari situasi dan kondisi keluarga pasangan dan kamu juga harus melihat peluang dan ancaman bagi jalinan tali cinta dan kasih tsb.
Untuk menjadi seorang Lesbian itu perlu kekuatan, bahkan jangankan melakukan "coming Out" (=pengakuan sebagai Lesbian kepada dunia luar), mengakui dalam diri sendiri juga memerlukan kekuatan yang luar biasa untuk menentukan arah hidup seperti apa yang ingin kamu miliki di masa depan.
Satu hal lagi, Apapun yang menjadi pilihan kamu, kamu harus bisa menjadikan pilihan kamu sebagai sesuatu yang terbaik yang dapat kamu jalani, artinya, jika kamu memilih jadi lesbian, jadilah dengan sebaik mungkin, tetap pada nilai 2 positif dan terbaik yang kamu bisa berikan, bagi hidup kamu, bagi karir kamu, sekolah kamu dan keluarga kamu serta lingkungan dan komunitas kamu.
Jika pun kamu tetap memilih menjadi straight dan berusaha sekuat mungkin carry out seluruh dilema yang ada, peliharalah nilai 2 baik tersebut dan selalu bisa mngendalikan diri.
Begitu duku ya.
Salam.
[
Next Thread |
Previous Thread |
Next Message |
Previous Message
]
| |