Show your support by donating any amount. (Note: We are still technically a for-profit company, so your
contribution is not tax-deductible.)
PayPal Acct:
Feedback:
Donate to VoyForums (PayPal):
| [ Login ] [ Contact Forum Admin ] [ Main index ] [ Post a new message ] [ Search | Check update time | Archives: 1, 2, [3], 4 ] |
| Subject: Rhoma Irama: Batasan Pornografi Sengaja Dikaburkan | |
|
Author: Indonesia Dangduter Watch (IDW) |
[
Next Thread |
Previous Thread |
Next Message |
Previous Message
]
Date Posted: 00:13:37 05/12/03 Mon Rhoma Irama: Batasan Pornografi Sengaja Dikaburkan KOMPAS,Jakarta, Jumat 09 Mei 2003, 15:23 WIB Tokoh musik dangdut Rhoma Irama menegaskan, definisi mengenai pornografi sebenarnya sudah tegas dan jelas. Namun, katanya lagi, batasan pornografi yang telah baku itu kemudian sengaja diperdebatkan dan diarahkan untuk dikaburkan. Rhoma mengutarakan hal tersebut dalam sebuah diskusi dialektika demokrasi yang diadakan di Press Room Gedung MPR/DPR Jakarta, Jumat (9/5) siang. Selain Rhoma, hadir dalam diskusi itu Wakil Ketua Komisi I Effendy Choirie dan pengamat komunikasi Ade Armando. "Kalau dianggap definisinya beda-beda, sebenarnya tidak. Definisinya sudah jelas. Persoalannya, kita mau taat hukum atau tidak," kata Rhoma. Lanjut Rhoma, dirinya menyikapi masalah pornografi atau pornoaksi dalam konteks terminologi Islam. Dalam Islam, aurat tersebut memiliki definisi yang sudah jelas, yaitu sesuatu yang tak patut dilakukan, tidak patut diperlihatkan atau tak patut diucapkan. Dalam kaitan ini ada aurat rohani dan jasmani. Rhoma mengutip firman Allah SWT yang artinya, "Tutuplah dadamu dengan kerudungmu". "Itu sudah jelas. Buat wanita suara dan rambut saja menyangkut aurat. Kalau rambut dan suara mungkin dianggap wajar, namun haram yang besar menunjukkan pusar dan buah dada," paparnya. Rhoma melihat bahwa dalam menyikapi fenomena pornografi di media massa nasional akhir-akhir ini, masyarakat menjadi mayoritas terdiam. Tapi, Rhoma mengakui, tak ada masyarakat yang menolak erostisme. "Persoalannya, penempatan erotisme itu di mana. Kalau tidak ada penempatan yang baik, apa bedanya dengan binatang," tuturnya. Sementara itu, Ade Armando menyebutkan bahwa definisi pornografi adalah suatu tayangan atau tulisan yang bisa menimbulkan rangsangan seks. Ia mendesak DPR untuk segera membahas RUU tentang pornografi. "Media membutuhkan Undang-undang tentang pornografi," ucapnya. Namun, ucap Ade lagi, UU tersebut harus dibuat sedemikian rupa agar bisa diaplikasikan. "Masyarakat tidak tunggal, karena itu harus dicari cara mengatur maraknya pornografi di media massa," imbuhnya. Perdebatan Effendy Choirie menanggapi, berkaitan dengan pornografi dan pornoaksi, masyarakat masih menghadapi perdebatan mengenai makna istilah pornografi. Komisi I meminta Pemerintah segera menegaskan mana yang porno dan mana yang tidak porno. Hal itu ditujukan untuk mempertegas sikap sehubungan dengan masih adanya definisi yang berbeda-beda yang dipegang oleh sejumlah pihak. "Fenomena Inul ini adalah momentum untuk mempertegas hal itu," katanya. Menurutnya pula, pornografi berkaitan dengan moral. "Ini harus jadi perhatian kita semua, apakah arah budaya ini harus diatur atau tidak. Jangan-jangan ada masyarakat yang menolak pengaturan itu," sambungnya. Selain itu, pandang Effendy, berpakaian dengan pusar dan buah dada kelihatan akan menganggu konsentrasi orang. "Tetapi pengaturannya seperti apa, itu yang harus dibicarakan," tandasnya. (Ant/ati) [ Next Thread | Previous Thread | Next Message | Previous Message ] |
| Subject | Author | Date |
| Re: Rhoma Irama: Batasan Pornografi Sengaja Dikaburkan | ma'ruf | 04:39:43 05/14/03 Wed |
| Tegakkan HUKUM yang sebenarnya | Nahi Mungkar | 04:30:34 05/19/03 Mon |
| Re: Rhoma Irama: Batasan Pornografi Sengaja Dikaburkan | Jangan ngatur badan orang laen | 03:39:07 05/21/03 Wed |
|
||
|
Forum timezone: GMT-8 VF Version: 3.00b, ConfDB: Before posting please read our privacy policy. VoyForums(tm) is a Free Service from Voyager Info-Systems. Copyright © 1998-2019 Voyager Info-Systems. All Rights Reserved. |