Show your support by donating any amount. (Note: We are still technically a for-profit company, so your
contribution is not tax-deductible.)
PayPal Acct:
Feedback:
Donate to VoyForums (PayPal):
| [ Login ] [ Contact Forum Admin ] [ Main index ] [ Post a new message ] [ Search | Check update time | Archives: 1, 2, 3, [4] ] |
| Subject: berbagai dukungan untuk inul | |
|
Author: arek pasuruan |
[
Next Thread |
Previous Thread |
Next Message |
Previous Message
]
Date Posted: 20:51:34 04/30/03 Wed Rieke: Balas Boikot Dengan Boikot Reporter : Ana Shofiana S detikHot - Jakarta,Pengekangan yang dialami oleh Inul Daratista tampaknya sangat membuat geram Rieke Dyah Pitaloka. Bahkan dia mengusulkan kalau perbuatan tersebut harus dibalas dengan perbuatan serupa. "Pemboikotan harus kita balas dengan boikot. Dan jangan bawa-bawa agama. Agama untuk masing-masing," demikian pernyataan Rieke mewakili para seniman lainnya usai acara pembacaan sikap dukungan kepada Inul di Galeri Cipta 2, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Rabu (30/4/2003). Sebelumnya, para seniman sudah menyatakan terus mendukung Inul dalam berekspresi. Mereka dengan tegas mengutuk pengekangan kebebasan berekspresi yang terjadi pada Inul Daratista. Menurut para seniman tersebut, pengekangan tersebut merupakan pelecehan terhadap hak asasi manusia, dalam hal ini Inul. "Kami menolak dengan keras segala upaya pendiskreditan atas Inul serta ekspresi seni yang dipilihnya. Karena cara seperti itu bisa jadi preseden buruk bagi perkembangan dunia kesenian secara umum di masa depan." Demikian pernyataan dukungan para seniman kepada Inul. Dalam kesempatan tersebut, Jajang C Noor juga ikut angkat bicara. Dia meminta agar Inul tidak usah takut dengan adanya intimidasi dari sekelompok orang. Dan dia juga meminta agar Inul tetap eksis di dunianya. "Tidak usah berhenti goyang dan tidak usah berhenti nyanyi. Teruskan," kata Jajang.(wan) Dewi Motik Tulis Puisi untuk Inul Reporter : Ana Shofiana S detikHot - Jakarta,Prihatin dengan hujatan yang ditujukan kepada Inul karena goyang ‘ngebor’nya, mengilhami Dewi Motik menuliskan puisi berjudul ‘Si Inul’. Puisi tersebut lantas dibacakan dalam acara Nurani Perempuan. Bor, Bir, Ber, Bor Bor, Bor, Bor, Bor, Booor Si goyang ngebor, Booor Eh,…………….Si Inul Maju Terus Pantang mundur Demikian bunyi bait puisi Dewi Motik. “Melihat Inul dihujat, saya menangis. Enggak fair orang gede melawan orang kecil,” ujar Dewi Motik usai acara pembacaan puisi yang bertajuk ‘Nurani Perempuan’, di studio Lativi, Pasaraya Grande, Jakarta, Rabu malam (30/4/2003). Menurut mantan model di tahun 70-an ini, puisi tersebut ditujukan kepada Inul agar tetap berkarya dan berkreasi. Dia juga berharap, Inul tidak cepat menyerah dengan hujatan-hujatan yang datang. "Sebaiknya Inul jangan berhenti. Tingkatkan saja kemampuan suaranya, penampilan, serta tambah pengetahuannya tentang musik.” Ketertarikan Dewi Motik yang juga seorang pengusaha ini kepada Inul berawal ketika ia pulang haji dan melihat penampilan Inul yang menurutnya energik. Selanjutnya ia penasaran ingin melihat langsung goyang ngebor yang baru terwujud ketika Inul tampil di Monas. Mengenai hujatan yang ditujukan kepada Inul yang telah merusak musik dangdut, ibu dari Moza ini berpendapat bahwa tidak seorang pun berhak melarang Inul dengan mengatasnamakan dangdut. Karena musik yang sekarang sedang ‘boom’ ini (dangdut) merupakan milik orang banyak dan bukan perorangan atau institusi manapun. “Saya menonton Inul bersama suami serta teman-teman di hotel Mulia seminggu yang lalu, gak ada yang menghujat. Kami malah tertawa-tawa karena kami terhibur dengan penampilannya,” cerita Dewi. ( [ Next Thread | Previous Thread | Next Message | Previous Message ] |
|
Forum timezone: GMT-8 VF Version: 3.00b, ConfDB: Before posting please read our privacy policy. VoyForums(tm) is a Free Service from Voyager Info-Systems. Copyright © 1998-2019 Voyager Info-Systems. All Rights Reserved. |