| Subject: Latarbelakang Astora Jabat.... |
Author:
Kak sampah
|
[
Next Thread |
Previous Thread |
Next Message |
Previous Message
]
Date Posted: 10:47:26 09/22/05 Thu
Sesungguhnya Astora Jabat merupakan aset yang maha berharga bagi Umno,
khususnya Mahathir. Sekiranya status kerakyatan Astora dapat diatasi,
mungkin dia akan diberikan portfolio penting di Pusat Islam.
Isu tentang Astora sudah beberapa kali muncul di mailing list islah-net dan
maharana. Saya sendiri pernah menggali latar belakang 'ulama Umno' itu dari
beberapa orang teman lamanya, ketika Astora masih bersekolah di Wakaf Bahru,
Tumpat, Kelantan. Orang yang mendidik Astora mulai dari kelas satu
ibtidaiyah (di Pedau, Jabat, Narathiwat) sehingga dia melanjutkan pelajaran
ke Mesir adalah Ust. Abdul Karim Hassan (yakni abang kepada YB Bunut Payung,
Taqiyuddin Hassan).
Abdul Karim adalah tokoh nasionalis kiri berasal dari Kedah. Beliau bukan
sekadar kagum, bahkan menerima bulat-bulat fikiran Soekarno. Pidatonya
dengan gaya khas yang mirip Soekarno, memang tidak asing lagi bagi
murid-muridnya seperti Astora.
Setelah mengajar di beberapa tempat di selatan Thailand, akhirnya Karim
mendirikan sekolah agama di Pedau, Jabat. Karim terlibat dalam perjuangan
pembebasan Patani. Seperti halnya Soekarno, dia cenderung berpihak kepada
blok sosialist/komunis (bahkan pernah pula bekerja sama dengan orang-orang
komunis Melayu seperti Rashid Maidin dll) dalam usaha memperjuangkan
kemerdekaan Patani.
Pada saat kemuncaknya, Karim tidak hanya yakin, tetapi juga berusaha
menanamkan ideologi sosialist di benak anak-anak didiknya. Kemudian dia
mengadopsi faham sosialis-Islam, yang mulai berkembang di setengah-setengah
negara Arab untuk digunapakai dalam perjuangan menghadapi penjajah Thailand
(yang menjajah bumi Melayu Patani) yang bersekutu dengan Amerika.
Oleh kerana ketika itu faham sosialis-Islam ini mendapat tentangan hebat
dari Ikhwanul Muslimin di negara-negara Arab, terutama Mesir, maka Karim
mengecap Ikhwan dan semua gerakan Islam sebagai antek-antek (sekutu) Barat
yang menjadi musuh Timur (sosialisme dan komunisme).
Dan dengan otak yang sudah terpalut persepsi yang salah terhadap Islam
itulah Astora Jabat berangkat ke Mesir. Di sana dia bergaul rapat dengan
tokoh-tokoh sosialist dari berbagai bangsa. Jadi pandangan Astora terhadap
Ikhwanul Muslimin dan gerakan apapun yang bercita-cita untuk mendirikan
negara Islam, tetap sama dengan pandangan orang-orang sosialist di negara
manapun. Tugas Astora di Malaysia ialah untuk membendung kebangkitan Islam,
dengan cara memesongkan penafsiran ayat-ayat Allah sesuai dengan yang
diinginkan puak-puak sekular dalam Umno.
Tidak heranlah sekiranya suatu ketika dulu pernah ada penjaring yang
menyamakan Astora Jabat dengan 'ulama Belanda', Snouck Hurgronje yang
mempelajari Islam dengan maksud untuk menghancurkan Islam dari dalam. Snouck
diperalatkan untuk melawan gerakan Islam di Aceh, sementara Astora pula
diperalatkan Umno untuk berdepan dengan Pas.
Soal isteri Astora tak pakai tudung, itu jangan hairan. Isteri dia orang
Arab, tapi bukan jenis wanita yang mengerti agama. Bukankah tokoh politik
yang menjadi idola Astora, iaitu Mahathir Mohamad, juga beristerikan wanita
yang tidak pakai tudung di depan umum?
[
Next Thread |
Previous Thread |
Next Message |
Previous Message
]
| |