VoyForums

VoyUser Login optional ] [ Contact Forum Admin ] [ Main index ] [ Post a new message ] [ Search | Check update time | Archives: 123456[7]8910 ]


Forum Politik Nasional Idealis Mahasiswa ini hanya membicarakan politik negara, politik luar negara dan aspek-aspek yang diistilahkan sebagai 'pembangunan idea'.
Sila Lawat Laman Utama Idealis-Mahasiswa

SELAMAT BERFORUM !


Subject: UMNO dah bubar


Author:
aku sokong korang semua
[Edit]

Date Posted: 18:13:46 05/07/07 Mon

PERCAYA X UMNO DAH BUBAR ?

[ Post a Reply to This Message ]
Subject: persekutuan malaysia


Author:
jaja
[Edit]

Date Posted: 13:28:04 03/06/07 Tue

boleh tak sesape e-mail kan tentang faktor-faktor penubuhan persekutuan Malaysia secara menyeluruh. saya amat menghargainya jika dapat membantu. kalo bley secepat mungkin. please....

[ Post a Reply to This Message ]
Subject: PEK DIK ENGKAU MUNCUL JUGAK AKHIRNYA


Author:
PBB
[Edit]

Date Posted: 23:10:53 09/27/05 Tue

PEKDEK MARAH SAMA AKU. AKU MINTAK MAAF DENGAN PEKDEK BUKAN NIAT AKU MEMFITNAH ENGKAU. AKU MAHUKAN KEPASTIAN. KALAU ENGKAU TIDAK DIUPAH, AKU TAK ADA KUASA MENGHALANG ENGKAU. AKU PERGI AKU TAK AKAN KACAU ENGKAU LAGI. AKU JANJI!!! AKU MINTAK MAAF DARI HUJUNG RAMBUT HNGGA HUJUNG KAKI. AKU TAKUT DOSA AKU TAK LEPAS DIAKHIRAT NANTI! MAAFKAN AKU KALAU ENGKAU SENGSARA DISEBABKAN OLEH PANAS BARAN DAN KETIDAK KEPUASAN HATI KU. AKU BENCI UMNO. AKU BENCI ENGKAU MUHAZAM DAN KAWAN KAWAN ENGKAU. KENAPA AKHIRNYA MEMILIH UMNO!!! UMNO PARTI SEKULAR ALLAHYARHAM TUNKU DAH CAKAP! AWAL AWAL LAGI UMNO SEKULAR! MAHADEY PUN BAPAK SEKULAR! TAHI MAKSIAT!!! PARTI SEKULAR BERDEBAT HAL HAL AGAMA! ANEH!!! ANEH!!! YA ALLAH TUNJUKKANLAH KEBENARAN!!!

[ Post a Reply to This Message ]
Replies:
Subject: Sunnah Vs Bid'ah


Author:
Pok Pek
[Edit]

Date Posted: 18:26:47 09/28/05 Wed

Isyarat munculnya berbagai penyimpangan dan munculnya aliran-aliran menyesatkan telah disabdakan oleh Rasulullah saw., "Akan keluar suatu kaum akhir zaman, orang-orang muda berfahaman buruk. Mereka banyak mengucapkan perkataan "khairil bariyah" (maksudnya: mengucapkan firman-firman Tuhan yang dibawa oleh Nabi). Iman mereka tidak melampaui kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama sebagaimana meluncurnya anak panah dari busurnya. Kalau orang-orang ini berjumpa denganmu lawanlah mereka." (Hadis sahih riwayat Imam Bukhari).

Dari Ibnu Abbas r.a. berkata, Rasulullah saw, pernah bersabda, "Sesungguhnya di masa kemudian aku akan ada peperangan di antara orang-orang yang beriman." Seorang sahabat bertanya, "Mengapa kita (orang-orang yang beriman) memerangi orang yang beriman, yang mereka itu sama berkata: 'Kami telah beriman'." Rasulullah saw bersabda, "Ya, kerana mengada-adakan di dalam agama, apabila mereka mengerjakan agama dengan pendapat fikiran, padahal di dalam agama itu tidak ada pendapat fikiran, sesungguhnya agama itu dari Tuhan, perintah-Nya dan larangan-Nya." (Hadis riwayat Ath-Thabarani).

Rasulullah saw. telah mengkhabarkan kepada kita bahawa di masa kemudian akan ada peperangan (baik perang mulut, perang pemikiran, mahupun perang fizikal) yang terjadi di kalangan orang-orang yang beriman. Hal ini kerana di antara umat ini sebahagiannya ada yang mengadakan dan mengikuti bid'ah yang sebelumnya dalam agama tidak diajarkan. Dari sinilah terjadinya perbezaan-perbezaan dalam satu agama.

Nabi kita yang mulia saw bersabda dalam hadisnya yang agung :
"Sesiapa yang mengada-adakan perkara baru (bid'ah) dalam agama kami yang hal tersebut bukan dari agama ini maka perkara itu ditolak".

Dengan hadis ini akan membantah apa yang ada pada orang tersebut dan akan menolak setiap amalan yang diada-adakan tanpa dasar syar`i. Sama saja apakah pelakunya yang membuat bid`ah tersebut adalah dia atau dia hanya sekadar melakukan bid`ah yang telah dilakukan oleh orang-orang sebelumnya. Demikian penerangan ini juga disebutkan oleh Imam Nawawi dengan maknanya dalam kitab beliau Syarah Muslim (12/16) ketika menjelaskan hadis ini.

Al Imam Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah berkata : "Dalam sabda Nabi saw:
áóíúÓó Úóáóíúåö ÃóãúÑõäóÇ Ýóåõæó ÑóÏøñ
ada isyarat bahwasanya amalan-amalan yang dilakukan seharusnya di bawah hukum syariah di mana hukum syariah menjadi pemutus baginya apakah amalan itu diperintahkan atau dilarang. Sehingga siapa yang amalannya berjalan di bawah hukum syar`i, sesuai dengan hukum syar`i maka amalan itu diterima, sebaliknya bila amalan itu keluar dari hukum syar`i maka amalan itu tertolak. ("Jami`ul Ulum wal Hikam", 1/177)

Pembagian Amalan
Amalan bila ditinjau dari pembagiannya terbagi menjadi dua yaitu ibadah dan mu`ammalah .

• Ibadah

Adapun amalan ibadah maka kaedah yang ada dalam pelaksanaannya : "Ibadah itu pada asalnya haram untuk dikerjakan bila tidak ada dalil yang mensyariatkanya (memerintahkannya)". Akan tetapi dari sisi penerimaan atau penolakan amalan ibadah tersebut maka perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini:

1. Suatu amalan merupakan ibadah pada satu keadaan namun tidak teranggap pada keadaan yang lainnya sebagai ibadah. Misalnya :
- Berdiri ketika shalat. Hal ini merupakan ibadah yang disyariatkan, namun bila ada orang yang bernazar untuk berdiri di luar shalat dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Ta`ala tidaklah dibolehkan kerana tidak ada dalil yang menunjukkan pensyariatannya. Nabi saw melihat seorang laki-laki berdiri di bawah terik matahari kerana nazar yang hendak ia tunaikan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah swt kemudian beliau saw dengan serta merta memerintahkan orang itu untuk duduk dan tidak berjemur di bawah terik matahari (sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari no. 6704)
- Tawaf yang disyariatkan pelaksanaannya di baitullah namun ada di antara manusia yang melaksanakannya di selain baitullah seperti di kuburan wali atau yang lainnya.
- Pelaksanaan haji di luar bulan haji
- Puasa Ramadhan di luar bulan Ramadhan atau ketika hari raya padahal ada nash yang menunjukkan tidak bolehnya berpuasa pada hari raya tersebut.
- Dan yang semisal dengan perkara-perkara yang telah disebutkan di atas.

2. Suatu amalan yang sama sekali tidak ada tuntunannya dalam syariat. Misalnya :
- Beribadah di sisi Ka`bah dengan siulan, tepuk tangan dan telanjang
- Mendekatkan diri kepada Allah dengan mendengarkan muzik/nyanyian dan minum khamar.
Maka amalan seperti ini batil, tidak diterima bahkan ini merupakan kebid`ahan yang pelakunya dikatakan oleh Allah ta`ala :
"Apakah mereka memiliki sekutu-sekutu yang mensyariatkan bagi mereka dari agama ini apa yang Allah tidak mengizinkannya". (QS. Asy Syuura : 21)

3. Menambah satu perkara atau lebih terhadap amalan yang disyariatkan. Amalan seperti ini jelas tertolak (akan tetapi dari sisi batal atau tidaknya ibadah tersebut maka perlu dilihat keadaannya). Misalnya :
- Ibadah shalat yang telah disyariatkan oleh Allah subhanahu wa ta`ala ditambah jumlah rakaatnya. Yang demikian ini membatalkan ibadah tersebut.
- Berwudhu dengan membasuh anggota wudhu lebih dari tiga kali. Yang demikian ini tidak membatalkan wudhu tersebut, namun pelakunya terjatuh pada sesuatu yang dibenci .

4. Mengurangi terhadap amalan yang disyariatkan. (Dari sisi batal atau tidaknya maka perlu dilihat dulu terhadap apa yang dikurangi dari ibadah tersebut).
- Shalat tanpa berwudhu sementara ia berhadats maka shalatnya itu batal karena wudhlu merupakan syarat sahnya shalat.
- Meninggalkan satu rukun dari rukun-rukun ibadah maka ibadah itu batal.
- Laki-laki yang meninggalkan shalat lima waktu secara berjamaah dan mengerjakannya sendirian, maka shalatnya itu tidaklah batal tapi shalatnya itu kurang nilainya dan ia berdosa karena meninggalkan kewajiban berjamaah

• Muamalah

Pembicaraan tentang muamalah maka kaedah yang ada :

"Hukum asal muamalah itu boleh/halal untuk dikerjakan (selama tidak ada dalil yang melarangnya dan mengharamkannya").
Adapun perkara-perkara yang dilarang dan diharamkan dalam muamalah ini sebagai berikut :

1. Bermuamalah untuk mengganti aturan syariat

Maka perkara ini tidak diragukan lagi kebatilannya dengan contoh mengganti hukum rejam bagi orang yang berzina dengan tebusan berupa benda. Hal ini pernah terjadi di zaman Rasulullah saw, seorang pemuda yang belum menikah berzina dengan isteri orang lain. Ayah si pemuda menyangka hukum yang harus ditimpakan pada anaknya adalah rejam maka ia ingin mengganti hukum itu dengan memberi tebusan kepada suami si wanita tersebut berupa seratus ekor kambing dan seorang hamba perempuan. Lalu ia dan suami si wanita mendatangi Rasulullah saw untuk mengadukan hal tersebut dan meminta diputuskan perkara mereka dengan apa yang ada dalam kitabullah. Rasulullah saw pun menjawab permintaan mereka :

"Demi Zat yang jiwaku berada di tanganNya, sungguh aku akan memutuskan perkara di antara kalian berdua dengan kitabullah. Kambing dan hamba perempuan yang ingin kau jadikan tebusan itu ambil kembali, sedangkan hukum yang ditimpakan kepada anakmu adalah dicambuk sebanyak seratus kali dan diasingkan selama setahun".

Lalu beliau saw memerintahkan kepada salah seorang dari sahabat baginda untuk mendatangi wanita yang diajak berzina oleh pemuda tersebut untuk meminta pengakuannya. Dan ternyata wanita itu mengakui perbuatan zina yang dilakukannya hingga ditimpakan padanya hukum rejam. (Sebagaimana disebutkan riwayatnya dalam hadis yang dikeluarkan Imam Bukhari dalam shahihnya, pada Kitabul Hudud no. 2695, 2696, demikian pula Imam Muslim dalam shahihnya no. 1697, 1698)



2. Bermuamalah dengan membuat akad/perjanjian yang dilarang oleh syariat.

• Akad yang tidak layak untuk diputuskan. Seperti melakukan akad nikah dengan wanita yang haram untuk dinikahi kerana sepersusuan atau mengumpulkan dua wanita yang bersaudara sebagai isteri.
• Akad yang hilang darinya satu syarat di mana syarat tersebut tidak boleh gugur dengan redhanya kedua belah pihak. Seperti menikahi wanita yang sedang menjalani masa iddah, nikah tanpa wali atau menikahi isteri yang masih dalam naungan suaminya.
• Melakukan akad jual beli yang diharamkan Allah swt, seperti jual beli dengan cara riba, jual beli minuman keras, bangkai, babi dan sebagainya.
• Akad yang berakibat terzaliminya salah satu dari dua belah pihak. Seperti seorang ayah menikahkan anak perempuannya yang dewasa tanpa minta izin kepadanya. Maka akad ini tertolak ketika anak itu tidak redha dan menuntut haknya namun bila ia redha akad tersebut sah.


Pengajaran / Moral

Moral yang dapat kita ambil dari hadis ini, di antaranya :
• Batilnya perkara yang diada-adakan dalam agama
• Larangan terhadap satu perkara menunjukkan buruknya perkara tersebut..
• Islam merupakan agama yang sempurna, tidak ada kekurangan di dalamnya dan tidak memerlukan koreksi dan protes terhadapnya.
• Perkara yang diada-adakan dalam agama ini adalah bid`ah dan setiap bid`ah itu sesat.
• Dengan hadis ini tertolaklah pembahagian bid`ah menjadi bid`ah hasanah (bid`ah yang baik) dan bid`ah sayyiah (bid`ah yang buruk).
Seluruh akad yang dilarang oleh syariat adalah batil, demikian pula hasilnya kerana apa yang dikerjakan di atas kebatilan maka ia batil pula.

[ Post a Reply to This Message ]
Subject: Menjawap Kak Sampah: PKMM Sudah Membaiah UMNO


Author:
Muhazam Mustapha
[Edit]

Date Posted: 01:18:00 09/10/05 Sat

PKMM Sudah Membaiah UMNO



Di sini kita ingin menjawap persoalan yang sudahpun kita jawap sejak sekian lama. Persoalan tersebut adalah: Adakah dengan wujudnya PKMM (Parti Kebangsaan Melayu Malaya) sebelum kewujudan UMNO, menyebabkan proses penubuhan UMNO itu sendiri telah menjadi satu gerakan bughah ?

Persoalan ini telah ditimbulkan di dalam forum ini oleh Prihatin dengan postingnya yang bertajuk "u.m.n.o. itulah yang Sebenarnya Bughah !!!" yang dihantar pada 2 Mac 2005. Posting itu pun telah kita jawap tetapi telah dihantar semula oleh Kak Sampah seolah-olah kita tidak pernah menjawap. Untuk makluman Kak Sampah dan seluruh kaum bughah yang menatap forum ini, persoalan atau hujah ini sudahpun ditimbulkan sejak awal-awal debat hukum bughah dimulakan di sini. Dan ianya sudah dijawap sejak ketika ia mula-mula ditimbulkan di zaman Muhazam (saya) dan JIN berdebat dengan seorang pendebat kaum bughah yang memanggil dirinya Alrijal. Kita tidak pasti sama ada persoalan ini ditimbulkan sendiri oleh Alrijal atau ditimbulkan oleh pendebat lain yang sezaman dengannya.

Sebelum kita menjawap, sekali lagi kita ingin peringatkan kepada ahli-ahli bughah yang teramat BONGOK yang mencuba-cuba nasib untuk berdebat di sini bahawa, kami para pejuang Al-Qur'an dan Hadis sudah mengkaji semua aspek dalam hal hukum bughah ini - dari aspek-aspek dalil naqli, Perlembagaan (isu YDPA vs PM), dan lain-lain, termasuklah isu sejarah penubuhan UMNO. Saya sendiri secara peribadi sudah memulakan kajian tentang hukum bughah ini sejak 1998. Dari kajian ini saya memperolehi keyakinan bahawa: PAS HARAM SEBAGAIMANA HARAMNYA ZINA. Apabila saya dijemput untuk berdebat di forum IM sekitar pertengahan 2001, maka slogan inilah yang saya bawa, dan saya serta beberapa pendebat yang sealiran dengan saya telah menguji kefahaman kami dengan debat-debat yang hangat, dan kita telahpun buktikan bahawa PAS telah gagal untuk diperhalalkan dengan apa cara sekalipun yang dilakukan oleh penganut-penganutnya.

Jadi saya peringatkan kepada puak-puak bughah BAGHAL ini supaya jangan memperbodohkan diri mereka di sini kerana sekiranya hujah anda dijawap dengan mantap oleh pihak kami, maka yang akan semakin goyah pegangannya adalah puak-puak anda sendiri.

Posting ini akan saya hantar juga kepada IM untuk dijadikan artikel tamu dan ini adalah sebahagian daripada usaha saya untuk membukukan tulisan-tulisan debat hukum bughah di sini. Terima kasih kepada para pendebat bughah jahiliyyah di sini kerana posting-posting anda ini telah memberikan saya motivasi untuk menulis. Kalau tidak, mungkin kita tidak tahu bila buku ini akan siap.

Berikut adalah jawapan kita dalam isu PKMM vs UMNO ini.

Wahai Kak Sampah dan puak-puak bughah sekalian,

Anda nampaknya suka membaca dan mengaji sejarah. Tapi kenapa baca sekerat-sekerat ? Kenapa fakta yang amat jelas dari sejarah anda sembunyikan ? Kedajalan jenis apa yang anda sedang laungkan ?

Wahai penyokong-penyokong PAS yang TONGONG sekalian,

Kau tahu atau tidak bahawa UMNO itu sendiri telah ditubuhkan oleh sekumpulan 41 pertubuhan Melayu yang bermesyuarat pada 1, 2, 3, dan 4 Mac 1946 dalam Kongres Melayu Se-Malaya di Kelab Sultan Sulaiman, Kampung Baharu, Kuala Lumpur, dan PKMM adalah salah satu daripada pertubuhan yang menubuhkan (baca: membaiah) UMNO tersebut.

Kau puak-puak bughah ni gheti sejarah ke ? Atau kau memang dajal-dajal yang berbohong secara terang-terangan ? Kau hanya tahu PKMM itu wujud sebelum UMNO, tapi kau tak tahu bahawa PKMM adalah sebahagian daripada pertubuhan penaja UMNO ?

Wahai puak-puak bughah BENGONG !

Kalau dah PKMM itu sendiri yang menubuhkan UMNO dan meleburkan diri ke dalamnya bersama-sama dengan pertubuhan-pertubuhan lain, maka ini bermakna UMNO adalah gabungan besar yang merangkumi PKMM itu sendiri, dan tidak timbul persoalan bughah kerana UMNO itu sendiri ditubuhkan oleh PKMM. Faham ?

Ini samalah, sebagai analoginya, penubuhan Persekutuan Tanah Melayu (dan juga Malaysia) adalah tidak bughah walaupun sebelum itu sudah wujud negeri-negeri Melayu. Yang bughah adalah mana-mana negeri Melayu yang cuba untuk berpisah dari Persekutuan tersebut. Ini telah berlaku kepada PKMM di mana mereka telah leburkan diri ke dalam UMNO dan kemudiannya mufarraqah (berpisah dari jemaah @ bughah).

Jadi yang mana bughah, UMNO atau PKMM ?

Macam mana ? Masih adalah lagi yang rasa-rasa nak berdebat pasal hukum bughah ni ? Masih ada yang ragu-ragu dengan ilmu dan kajian kami ?

Kalau tak percaya, silalah cari mana-mana buku sejarah. Di sini saya scan 7 muka surat "Surat Tauliah Penubuhan UMNO" dari sebuah buku yang saya beli dalam jualan buku semasa Karnival Sure Heboh tahun lepas.

Tajuk buku: Daulat UMNO
Penulis: Dahalan bin Man
Penerbit: Kip Tech Sdn Bhd

Alamat Penerbit:

Kip Tech Sdn. Bhd. (456913K),
2784 Jalan Changkat Permata,
53000 Kuala Lumpur,
Tel: 03-41062015 Fax:03-41062013

Buku ini adalah kompilasi fakta-fakta sejarah UMNO dari penubuhannya, perhimpunan-perhimpunannya, senarai pemimpin-pemimpinya dan lain-lain. Sila baca 7 muka surat yang saya scan ini dan sila nilaikan sehebat manakah pembohongan anda tentang PKMM ini - kalau nak berbohong, biarlah pandai, jangan sampai bohong ala-ala Ayah Pin.

Saya tidak mahu pastekan seluruh scan tersebut di dalam posting ini kerana banyak sangat. Jadi sila klik pada link-link berikut yang saya bina di www.1jemaah.org:

1 - Daulat UMNO ms 158
2 - Daulat UMNO ms 159
3 - Daulat UMNO ms 160
4 - Daulat UMNO ms 161 - pada muka surat ini jelas ditulis bahawa Dr Burhanuddin yang mewakili PKMM adalah pihak ke-28 yang menandatangani surat tauliah penubuhan UMNO
5 - Daulat UMNO ms 162
6 - Daulat UMNO ms 163
7 - Daulat UMNO ms 164

Kalau boleh saya ingin mencari dokumen asal yang mengandungi tandatangan sebenar. Tengoklah kalau ada kesempatan untuk ke Arkib Negara.

Saya tidak tahu dengan kata-kata apa lagi nak kita perjelaskan kepada kaum yang enggan menerima cahaya hidayah ini bahawa:

PAS HARAM SEBAGAIMANA HARAMNYA ZINA


[ Post a Reply to This Message ]
Replies:
Subject: fuiiyyoooo...KERETA HONDA tuuu..


Author:
Pek Dik
[Edit]

Date Posted: 21:41:22 09/27/05 Tue

Jom lah pakat mai2 ramai minah rempit-minah rempit sekalian. jom kita pi uptown skali. pergi skali nak lagi. lagi dan lagi. tido dalam keta dua tiga malam pon best gak, kan? perghh..kereta honda siot. takkan korang tak meleleh tengok kereta honda aku. jom2...kereta sape lagi, PBB kata keta kerajaan bagi kat aku lah. Barang kali aku ni boleh dapat "award" anugerah pengampu terbaik kot?? Jom lah ikut aku wahai minah minah rempit sekalian, aku ada keta satu dalam bilik. yelah, honda jugak, tapi kena drive guna keyboard. hehehehe...jangan marah PBB yerrk..kah kah kah kah

[ Post a Reply to This Message ]
Replies:
Subject: Wahai PBB yg tak puas hati dgn aku (3)


Author:
Pek Dik
[Edit]

Date Posted: 21:34:40 09/27/05 Tue

Apa kerajaan ada rampas harta ko ker..ada buat zalim kat ko ker..kerajaan ada pitnah ko ker..kerajaan ada sekat pinjaman masa ko study dulu ker..kerajaan ada rogol anak ko ker..kerajaan paksa ko ber dot dot dot dengan bini orang ker...hah?? jawab weyy...

Tak dak satu pun......katakan kerajaan ada buat kat ko spt yg tertera diatas, tapi aku tak buat apa2 kat ko, apasal ko dok pitnah dan kacau2 aku hah???....berbalik kepada kerajaan, kerajaan tak dak satu pun buat kejam kat ko.... abis tu hang tak puas ati apa lagey?? hang nak kata aku buat????wahhh.....melampau dah niii...apatah lagi kalo aku tak buat kejam kat ko..sepatutnya ko terlebih dahulu mengharamkan berlaku kejam keatas org lain.. ada paham.. nak jadi al arqam???? tersungkur dipintu sorga. Disangka sorga tapi neraka. ada paham.. be rasional lah beb. jgn jadi budak2...tohan bagi akal tak nak guna... terasa dah cukup guna, tapi guna utk pitnah dan buat2 kacau bilau... malu lar kat aku ni....ada paham.. kalo nak emosi sorang2 takpe la jugak..ni tak..dok gila kacau orang.... kang org kacau dia marah.... manusia jenis apa kah ini?? dahlah, paham2 jerlah PBB oooiii... Cakap byk takde guna. ada paham..

[ Post a Reply to This Message ]
Subject: Wahai PBB yg tak puas hati dgn aku (2)


Author:
Pek Dik
[Edit]

Date Posted: 21:19:35 09/27/05 Tue

PBB hentikanlah mempitnah org... Apa ko ingat senang jer nak matikan aku dalam forum ni?? hah..? weyy.. ko matikan aku..Allah Maha Mematikan. Ingat tu. Jgn bila org nak tamatkan riwayat ko, ko kata org lain pulak yang zalim, kejam, tak berhati perut, jahat dan rakan2 yg senafsu dengannya.. ada paham.. sesungguhnya ko tu lebih kejam, jahat, zalim, pengecut, takbur, ego, riak dan rakan2 yg sesetan dgnnya. ada paham. Mohon sedar diri skit. Kang aku ulas panjang2 ngamuk pulak ko karang. maka akan rosaklah forum ni buat kali yg ke-4.3 juta kalinya. ada paham..

waahhh...dia sorg jer pejuang Islam..wah...riak tu... yer ker?? wahh..cam "kunun2" jer.. abis tu hukum bughah ni bukan hukum Islam la yerk.. Pak Rampa, kasi royak skit kat PBB ni pasal bughah..sama ada hukum ni hukum Islam ataupun hukum Hindu buddha..ataupun UMNO tongkat boleh tolong kot...ataupun bagi jer kat siswasiswi tolong..tolong skit mamat ni..kesian dia..dia sorg jer pejuang Islam.. org lain sekular, kamal attatuk, zionis, uruguay dsbnya.

[ Post a Reply to This Message ]
Subject: Wahai PBB yg tak puas hati dgn aku


Author:
Pek Dik
[Edit]

Date Posted: 20:35:28 09/27/05 Tue

ko pitnah aku tandanya ko tak puas hati. Hey! aku ada kacau periuk nasi ko ker..aku ada kacau idup ko ker.. nak deba wat la cara nak debat weyy..bukannya main 'attack' benda yg entahhapa2 entah. Kang aku attack ko mengamuk pulak satu planet bumi. Kalo aku panggil ko setan, ko marah. Tapi ko wat kerja setan. Perangai pun jahat macam setan...takkan bala nak turun baru nak tobat...takkan bila musibah melanda diri baru nak menundukkan keegoan...ingat wey... kalo takut bermain ombak, jangan berumah didalam air laut..nanti lemas ko.. ada paham... sendiri cari padah, sendiri rasa lah....takleh jawab hujah, tak payah ko nak salah kan orang lain..hisskk...main pitnah-pitnah pulak. Apa ko ingat ni main nyorok2 ker.. syial la mamat nih. belasah kang

[ Post a Reply to This Message ]
Subject: APA PENYEBAB PEK DEK MENGAMPU?


Author:
PBB
[Edit]

Date Posted: 11:54:29 09/16/05 Fri

PERTAMA BARUA UMNO AKAN HORMAT DIA WALAUPUN DIA BUAT JAHAT. KEDUA DIA AKAN MENDAPAT LABA. SEBAB BARUA UMNO SORANG NI MATA DUITAN!!! SEBAB TU DIA KAYA RAYA SEKARANG DENGAN KERETA HONDA YANG BESAR!ITU SEMUA DUIT JUDI! DUIT DAJAL!

[ Post a Reply to This Message ]
Replies:
Subject: Kasihan Mawi di seret Ketua Putera Umno


Author:
Kak sampah
[Edit]

Date Posted: 10:59:13 09/22/05 Thu

Siapa bilang Umno tak bimbang bila Mawi setuju ke Kelantan?

Terbukti Pengerusi Putera Umno, yang memiliki latarbelakang serba berwarna-warni itu, terpaksa menyeret Mawi ke PWTC bagi membuktikan yang Mawi kononnya benar-benar menyokong Umno. Dikhabarkan majlis di PWTC itu sepatutnya majlis pengisytiharan Mawi menyertai Putera Umno (sila lihat Harakahdaily), akan tetapi majlis yang dirancangkan itu tidak menjadi sedemikian.



Sebagaimana Azeez pun difahamkan pernah merancang mendapatkan ijazah Phd (yang membawa gelaran Dr. ) sehinggalah beberapa pihak termasuk BLOG ini mendedahkan bahawa beliau sebenarnya tidak pernah layak memasuki mana-mana universiti berdasarkan kelayakan akademiknya, lalu cadangan memperolehi Doktor Falsafah secara segera itu telah dibatalkan. (Azeez pernah kononnya mendakwa Universiti Prestoon yang beliau masuk belajar adalah Universiti tertua di Amerika Syarikat, mengikut rekod universiti berkenaan ditubuhkan pada tahun 1994, baru 11 tahun, tua lagi UM)

Mawi muncul dikaca TV menyatakan:

Saya penyokong setia Pak Lah dalam memerangi musuh nombor satu negara (dadah), memang saya sokong habis-habisan. (Petikan BERNAMA)

Sesungguhnya bukan hanya Mawi malah saya percaya MB Kelantan, orang-orang PAS, orang-orang tidak berparti siapa sahaja memang menyokong Pak Lah selaku PM dalam bab memerangi dadah. Dan tidak sekadar itu termasuklah dalam bab memerangi rasuah, membawa ketelusan dalam kerajaan, membela rakyat termiskin dan berbagai lagi masalah yang melibatkan rakyat dan negara, kita semua bersama Pak Lah.

Kalau sekadar itu sahaja matlamat Azeez, saya percaya jangankan Mawi, Ketua Dewan Pemuda PAS pun boleh mengisytiharkan demikian tanpa perlu dipaksa-paksa!

Tetapi Azeez sebenarnya telah merancang agar Mawi mengisi borang Putera Umno lalu mengisytiharkan dirinya ahli Putera sebagaimana pernah seorang artis wanita dahulu yang mengisytiharkan dirinya ahli Puteri Umno.

Akan tetapi hajat Azeez itu tak kesampaian. Dalam majlis tersebut menurut beberapa wartawan (yang malangnya tak terbit pula di TV) Mawi mengatakan:

Saya tidak berpihak ke mana-mana pihak, saya neutral.

Mengapa mahu dipaksa anak muda ini? PAS sendiri tidak pernah terhegeh-hegeh mempelawa Mawi menyertai parti itu. Tok Guru MB Kelantan umpamanya sekadar mengiktiraf kesungguhan Mawi yang dilihat cenderung kepada budaya hiburan yang tidak bertentangan dengan Islam.

Atas kecenderungan inilah maka Mawi diundang ke Kelantan. Mawi tidak perlu menyertai PAS, cukup sekadar memberikan kesediaan untuk membuat persembahan yang menepati peraturan yang ditetapkan oleh kerajaan negeri.

Mengapa Azeez begitu ghairah mahu memaksa Mawi menyertai Umno, jika tidak kerana bimbang yang anak muda ini akan nanti terpikat dengan PAS dan terus membawa bersama para peminatnya naik bulan!

Biarlah Mawi membuat keputusannya sendiri. (Tak payah paksa-paksalah Azeez, jangan bawa budaya amalan anda itu dalam kes melibatkan Mawi ni). Sebelum ini pun beliau pernah menegaskan tidak menyertai mana-mana parti, siapa sahaja undang, beliau akan pergi. Biarlah dia bebas memutuskan halnya sendiri.

Siapa yang menonton siaran di TV tadi dengan jelas dapat melihat betapa Azeez cuba mempengaruhi Mawi ketika Mawi membuat kenyataan dengan cara berbisik-bisik di sebelahnya. Sehingga Mawi diajukan persoalan darihal kecenderungan politik ayahnya, sampai begitu sekali.

Janganlah sampai memeras dan mengugut untuk mendapatkan kepuasan politik, itu amalan zaman Hang Tuah.

Ayah dan keluarga Mawi sebagaimana Mawi sendiri berhak menyokong siapa sahaja yang mereka mahu. Dan mereka tidak perlu menzahirkan pada seiapa pun, lebih-lebih lagi Azeez. Cukuplah poster Tuan Guru yang membisu di dinding rumah di FELDA Taib Andak sebagai saksi bagi mereka yang berakal.

[ Post a Reply to This Message ]
Subject: Latarbelakang Astora Jabat....


Author:
Kak sampah
[Edit]

Date Posted: 10:47:26 09/22/05 Thu

Sesungguhnya Astora Jabat merupakan aset yang maha berharga bagi Umno,
khususnya Mahathir. Sekiranya status kerakyatan Astora dapat diatasi,
mungkin dia akan diberikan portfolio penting di Pusat Islam.
Isu tentang Astora sudah beberapa kali muncul di mailing list islah-net dan
maharana. Saya sendiri pernah menggali latar belakang 'ulama Umno' itu dari
beberapa orang teman lamanya, ketika Astora masih bersekolah di Wakaf Bahru,
Tumpat, Kelantan. Orang yang mendidik Astora mulai dari kelas satu
ibtidaiyah (di Pedau, Jabat, Narathiwat) sehingga dia melanjutkan pelajaran
ke Mesir adalah Ust. Abdul Karim Hassan (yakni abang kepada YB Bunut Payung,
Taqiyuddin Hassan).
Abdul Karim adalah tokoh nasionalis kiri berasal dari Kedah. Beliau bukan
sekadar kagum, bahkan menerima bulat-bulat fikiran Soekarno. Pidatonya
dengan gaya khas yang mirip Soekarno, memang tidak asing lagi bagi
murid-muridnya seperti Astora.
Setelah mengajar di beberapa tempat di selatan Thailand, akhirnya Karim
mendirikan sekolah agama di Pedau, Jabat. Karim terlibat dalam perjuangan
pembebasan Patani. Seperti halnya Soekarno, dia cenderung berpihak kepada
blok sosialist/komunis (bahkan pernah pula bekerja sama dengan orang-orang
komunis Melayu seperti Rashid Maidin dll) dalam usaha memperjuangkan
kemerdekaan Patani.
Pada saat kemuncaknya, Karim tidak hanya yakin, tetapi juga berusaha
menanamkan ideologi sosialist di benak anak-anak didiknya. Kemudian dia
mengadopsi faham sosialis-Islam, yang mulai berkembang di setengah-setengah
negara Arab untuk digunapakai dalam perjuangan menghadapi penjajah Thailand
(yang menjajah bumi Melayu Patani) yang bersekutu dengan Amerika.
Oleh kerana ketika itu faham sosialis-Islam ini mendapat tentangan hebat
dari Ikhwanul Muslimin di negara-negara Arab, terutama Mesir, maka Karim
mengecap Ikhwan dan semua gerakan Islam sebagai antek-antek (sekutu) Barat
yang menjadi musuh Timur (sosialisme dan komunisme).
Dan dengan otak yang sudah terpalut persepsi yang salah terhadap Islam
itulah Astora Jabat berangkat ke Mesir. Di sana dia bergaul rapat dengan
tokoh-tokoh sosialist dari berbagai bangsa. Jadi pandangan Astora terhadap
Ikhwanul Muslimin dan gerakan apapun yang bercita-cita untuk mendirikan
negara Islam, tetap sama dengan pandangan orang-orang sosialist di negara
manapun. Tugas Astora di Malaysia ialah untuk membendung kebangkitan Islam,
dengan cara memesongkan penafsiran ayat-ayat Allah sesuai dengan yang
diinginkan puak-puak sekular dalam Umno.
Tidak heranlah sekiranya suatu ketika dulu pernah ada penjaring yang
menyamakan Astora Jabat dengan 'ulama Belanda', Snouck Hurgronje yang
mempelajari Islam dengan maksud untuk menghancurkan Islam dari dalam. Snouck
diperalatkan untuk melawan gerakan Islam di Aceh, sementara Astora pula
diperalatkan Umno untuk berdepan dengan Pas.
Soal isteri Astora tak pakai tudung, itu jangan hairan. Isteri dia orang
Arab, tapi bukan jenis wanita yang mengerti agama. Bukankah tokoh politik
yang menjadi idola Astora, iaitu Mahathir Mohamad, juga beristerikan wanita
yang tidak pakai tudung di depan umum?

[ Post a Reply to This Message ]
Subject: BADAN KEHAKIMAN


Author:
siswasiswi
[Edit]

Date Posted: 16:37:23 09/20/05 Tue

PENGENALAN

Undang-undang merupakan pengaruh yang paling menyerap dalam kehidupan kita, melibatkan dalam hampir semua perkara yang kita lakukan. Sistem perundangan di Malaysia telah melalui satu jangka masa yang panjang, iaitu kira-kira 600 tahun lamanya. Penjajahan Inggeris telah memperkenalkan sistem kerajaan berpelembagaan dan common law. Pada hari ini, sebahagian besar daripada undang-undang negara ini datangnya daripada sumber bertulis. Diluluskan oleh Parlimen Malaysia dan Dewan Perundangan Negeri. Mengenal dan mengetahui tentang sistem perundangan dan kehakiman di sesebuah negara seperti Malaysia adalah amat penting.

APA ITU PERUNDANGAN DAN KEHAKIMAN?

Perundangan (Legislation)

Perundangan adalah merujuk kepada undang-undang yang digubal oleh badan khas yang bertanggungjawab dari segi perlembagaan. Kuasa perundangan di Malaysia telah ditetapkan melalui Perkara 44, Perlembagaan Persekutuan Malaysia. Penggubalan undang-undang dalam bentuk perundangan dijalankan oleh Parlimen Malaysia bagi peringkat persekutuan dan Dewan Undangan Negeri bagi peringkat negeri. Parlimen Malaysia membuat undang-undang yang terkandung dalam Senarai I, jadual Kesembilan, sementara Senarai II dari jadual yang sama merupakan hak kerajaan negeri. Senarai III pula merupakan Senarai Bersama bagi kedua-dua badan.

Kehakiman (Judiciary)

Hakim mempunyai kuasa mentafsir dan melaksanakan undang-undang dengan kuasa (authority) yang diberikan kepada mereka. Kuasa kehakiman bagi badan-badan kehakiman di Malaysia terletak dalam Perkara 121 (1), Perlembagaan Persekutuan Malaysia. Kehakiman merupakan cabang ketiga bagi pihak kerajaan memainkan peranannya dalam proses pengimbangan kuasa. Dalam usaha melaksanakan tugas-tugas kehakiman di negara ini, sistem mahkamah telah diwujudkan. Badan perundangan bertugas membuat/menggubal undang-undang dan pihak mahkamah pula melaksanakan undang-undang itu, jika ianya digubal dengan betul. Pihak mahkamah boleh mentafsir bahagian-bahagian tertentu undang-undang (akta, enakmen atau ordinan) sebagai tidak sah kerana bercanggah dengan bidang kuasanya. Andaikan undang-undang itu digubal secara tidak sah, maka fungsi mahkamah ialah mentafsirkannya. Makna/takrifan yang dibuat terhadap undang-undang oleh hakim akan menjadi satu ikutan penghakiman (precedent).



HUBUNGAN UNDANG-UNDANG DENGAN KEHAKIMAN

Tujuan undang-undang diwujudkan di sesebuah negara seperti Malaysia ialah untuk mencapai keadilan dalam masyarakat. Maka tujuan satu-satu undang-undang itu ialah menggalakkan ahli masyarakat melakukan sesuatu yang baik dan adil dalam mana-mana keadaan tertentu. Undang-undang bukan sahaja berkhidmat untuk masyarakat, malah ia merupakan hasil dari proses interaksi sosial. Adalah wajar undang-undang di Malaysia berlainan dengan undang-undang di negara-negara lain, jika mahukannya dapat berfungsi di negara ini. Seperti undang-undang di negara lain, undang-undang di Malaysia dibentuk/digubal berdasarkan ethos sejarah dan budaya tempatan.

SEJARAH PERUNDANGAN DAN KEHAKIMAN

Sejarah perundangan dan kehakiman di negara ini bermula dengan pemerintahan Kesultanan Melaka. Kemasukan penjajah Portugis, Belanda serta Jepun ke negara ini kurang memberi kesan dalam hal perundangan dan kehakiman, berbanding dengan penjajah Inggeris. Sistem perundangan dan kehakiman Inggeris diperkenalkan di negara ini secara berperingkat-peringkat. Dalam satu siri kehakiman yang terdapat di negara ini, terbukti menunjukkan bahawa English Law telah diperkenalkan di Malaysia. Undang-undang yang digunakan di negeri-negeri Melayu sebelum kemasukan penjajah Inggeris adalah Adat Pepatih, yang diamalkan di Negeri Sembilan dan daerah Naning di Melaka. Sementara Adat Temenggong pula digunakan di negeri-negeri lain di Semenanjung. Pembentukan Negeri-negeri Melayu Bersekutu (FMS) dalam tahun 1895 menandakan bermulanya pengenalan Undang-undang Inggeris di Semenanjung. Perkembangan ini berlanjutan hinggalah negara ini mencapai kemerdekaan dan berterusan pula selepas wujudnya Malaysia dalam tahun 1963. Perkembangan berikutnya pula ialah sedikit demi sedikit perundangan dan kehakiman Malaysia tidak lagi berpandukan perundangan dan kehakiman Inggeris sepenuhnya.

KLASIFIKASI UNDANG-UNDANG

Undang-undang boleh diklasifikasikan dalam berbaga-bagai kaedah. Salah satu kaedahnya ialah membahagikannya kepada tiga bahagian yang luas, iaitu,
a) Undang-undang Awam (Public Law),
b) Undang-undang Antarabangsa (International Law), dan
c)Undang-undang Persendirian (Private Law).


Undang-undang Awam (Public Law)

Pada dasarnya undang-undang awam mengawal perhubungan antara individu dengan negara. Undang-undang awam ini juga boleh dibahagikan kepada dua kategori, iaitu :
(i) Undang-undang Perlembagaan (Constitutional Law); dan
(ii) Undang-undang Jenayah (Criminal Law).

Undang-undang Antarabangsa (International Law)

Undang-undang antarabangsa ini dikategorikan ke dalam:
(i) Undang-undang Antarabangsa Awam; dan
(ii) Undang-undang Antarabangsa Persendirian.



Undang-undang Persendirian (Private Law)
Kontrak (Contract)
Tort
Amanah (Trust)

SUMBER UNDANG-UNDANG

Undang-undang Malaysia, seperti juga undang-undang negara lain mempunyai sumber-sumber tertentu masing-masing.
a) Sumber Sejarah
b) Peraturan-peraturan yang sah yang membentuk undang-undang
c) Tempat-tempat di mana undang-undang boleh didapati
Undang-undang Malaysia adalah bersumberkan undang-undang bertulis dan undang-undang tidak bertulis. Tiga sumber penting, iaitu,
(a) Undang-undang bertulis,
(b) Undang-undang tidak bertulis, dan
(c) Undang-undang Islam/Syariah.


Undang-undang bertulis

Undang-undang bertulis adalah sumber terpenting undang-undang Malaysia. Undang-undang bertulis ini adalah seperti;
i) Perlembagaan Persekutuan dan Negeri
ii) Undang-undang yang dibuat oleh Parlimen Malaysia dan Dewan Undangan Negeri.
iii) Perundangan Subsidiari (Subsidiary Legislation) yang dibuat oleh mana-mana orang atau badan.


Undang-undang tidak bertulis

Undang-undang tidak bertulis ini terdapat dalam,
(i) kes-kes yang diputuskan oleh mahkamah (Judicial Decision),
(ii) Common Law dan Rukun Ekuiti Inggeris, dan
(iii) Resam Tempatan (Local Customs), iaitu:
i) Keputusan hakim-hakim mahkamah atasan
ii) Common Law dan Rukun Ekuiti
iii) Hukum adat penduduk tempatan


Undang-undang Islam/Syariah

Undang-undang Islam ini merupakan undang-undang Tuhan dari al-Quran, Hadis Nabi Muhammad (S.A.W), serta undang-undang yang telah dipersetujui oleh ulamak fikah zaman dahulu dan sekarang.


BAGAIMANA UNDANG-UNDANG DIKUATKUASAKAN?

Dalam hal-hal yang berkaitan dengan undang-undang persendirian sivil adalah menjadi tanggungjawab mereka yang rugi (damages) membawa mana-mana kesnya ke mahkamah. Pihak mahkamah akan bertindak untuk menyelesaikan pertikaian antara dua pihak atau lebih. Dalam hal penguatkuasaan, undang-undang jenayah adalah berbeza dengan undang-undang sivil. Penguatkuasaan undang-undang jenayah dilaksanakan oleh badan-badan tertentu yang telah ditetapkan oleh undang-undang negara. Badan-badan yang bertanggungjawab itu ialah Polis, Jabatan Kastam, Jabatan Pengangkutan Jalan, Jabatan Imigresen, Majlis Perbandaran dan Kerajaan Tempatan, dan badan-badan lain yang diberi kuasa dari semasa ke semasa. Prosedur membawa satu-satu kesalahan itu adalah berbeza-beza. Prosedur itu adalah seperti berikut:

i) Kes Saman
ii) Waran Tangkap
iii) Perintah Timbalan Pendakwa Raya
iv) Kes Boleh Tangkap


SISTEM KEHAKIMAN DI MALAYSIA

Badan kehakiman yang dibentuk oleh kerajaan mempunyai kuasa mendengar dan menentukan perkara-perkara sivil dan jenayah. Ia juga berkuasa mentafsir Perlembagaan Persekutuan dan Perlembagaan Negeri-Negeri.


Mahkamah Persekutuan

Mahkamah Persekutuan pula terbahagi kepada:

(i) Mahkamah Atasan (Superior Court) yang terdiri daripada:
- Mahkamah Agung (Supreme Court)
- Mahkamah Rayuan (Court of Appeal)
- Mahkamah Tinggi Malaya dan Borneo
(ii) Mahkamah Rendah (Subordinate Court) yang terdiri daripada:
- Mahkamah Sesyen
- Mahkamah Juvana
- Mahkamah Majistret
- Mahkamah Tuntutan Kecil
- Mahkamah/Balai Penghulu
(iii) Mahkamah Khas (Special Court) yang terdiri daripada:
- Mahkamah Tentera
- Mahkamah Perusahaan
- Mahkamah Buruh
- Mahkamah Merinyu Kanan Galian

Mahkamah Negeri

Mahkamah negeri pula terbahagi kepada:

(i) Mahkamah Syariah (Semua Negeri)
- Mahkamah Syariah Rayuan
- Mahkamah Kadi Besar
- Mahkamah Kadi
(ii) Mahkamah Adat/Mahkamah Anak Negeri (Di bawah tanggungjawab Sabah dan Sarawak)
- Mahkamah Adat Daerah
- Mahkamah Pegawai/Ketua Adat
- Mahkamah Penghulu

Hierarki mahkamah diwujudkan berkait rapat dengan sistem rayuan. Tanpa adanya hierarki, hal-hal rayuan tidak mungkin wujud dan boleh dilaksanakan.

KEBEBASAN BADAN KEHAKIMAN

Terdapat dua ciri penting dalam badan kehakiman di Malaysia. Ciri-ciri itu ialah,
(a) Tidak memihak kepada sesiapa dan
(b) Mempunyai kebebasannya yang tersendiri sepertimana yang diperuntukkan dalam Perlembagaan Persekutuan Malaysia.

Selain itu, mahkamah juga tidak dikenakan kawalan, sama ada oleh badan perundangan ataupun oleh pihak eksekutif. Seseorang hakim tidak boleh dipecat dari jawatannya dengan apa cara yang lain. Prosedur untuk memecat seseorang hakim diperuntukkan dalam Perkara 125(3), (4) dan (5), Perlembagaan Persekutuan Malaysia. Kelakuan seseorang hakim tidak boleh dibincangkan dalam mana-mana majlis Parlimen, kecuali atas usul yang tersendiri. Ia tidak boleh dibincangkan sama sekali dalam mana-mana Dewan Undangan Negeri. Para hakim setelah dilantik akan memegang jawatan sampai berumur 65 tahun atau sehingga satu masa kemudiannya.

KUASA MAHKAMAH

Kuasa kehakiman yang diberikan kepada mahkamah ialah kuasa untuk membicara dan menentukan pertikaian. Kuasa kehakiman juga bermakna kuasa untuk menentukan sama ada seseorang telah melakukan jenayah atau tidak, dan hukuman yang wajar ke atasnya. Pembahagian bidang kuasa mahkamah-mahkamah di negara ini dibuat berdasarkan berat, penting atau jumlah wang yang terlibat di dalam sesuatu kes. Peranan/kuasa hakim sebagai seorang pengadil. Seseorang hakim tidak boleh menolong mana-mana pihak dalam mengemukakan kes masing-masing.

KESIMPULAN

Perundangan dan kehakiman Malaysia merupakan dua agensi kerajaan yang penting bagi mempastikan rakyat negara ini hidup dalam keadaan harmoni, rukun dan damai. Badan ini berjaya mempertahankan kedudukannya dan kekal sebagai jentera kerajaan yang aktif, progresif dan matang. Kita sebagai rakyat negara ini sepatutnya berbangga, memberi penghormatan sokongan, supaya kejayaan cemerlang ini berterusan dan memberi manfaat kepada rakyat seluruhnya.

[ Post a Reply to This Message ]
Subject: Muhazam tong kosong


Author:
siswasiswi
[Edit]

Date Posted: 16:10:06 09/20/05 Tue

Sudah sedia maklum inilah jawapan yang bakal diketengahkan oleh Muhazam dan kaum kerabatnya. Saya akan mengulas akan kefahaman mereka yang tersasar. Sudah jelas Muhazam dan kaum kerabatnya mengakui bahawa yang tertinggi adalah Perlembagaan Malaysia yang merupakan undang-undang dasar yang menentukan corak dan kuasa sesebuah kerajaan. Ia merupakan peraturan yang menentukan bagaimana sesebuah negara ditadbir. Ia juga menentukan pembahagian kuasa antara bidang pemerintahan dan pelaksanaannya. Perlembagaan ialah undang-undang tertinggi yang menjadi rujukan pemerintahan negara. Ia merupakan sumber bagi menggubal undang-undang yang lain. Perlu juga diingat bahawa perlembagaan negara ini adalah terperinci (detailed): 183 perkara (terbahagi kepada 14 bahagian) dan 12 jadual. Perlembagaan kita menetapkan Yang diPertuan Agong sebagai ketua negara. Yang diPertuan Agong dipilih daripada kalangan Raja-Raja Melayu secara bergilir-gilir bagi tempoh lima tahun sahaja. Sebagai Raja Berperlembagaan, Yang diPertuan Agong bertindak mengikut nasihat Jemaah Menteri (bukan PM semata-mata). Dalam pentadbiran sesebuah negara yang mengamalkan demokrasi tulin, tiga cabang utama iaitu Legislatif, Eksekutif dan Kehakiman memainkan peranan yang amat penting. Institusi Legislatif merupakan institusi yang tertinggi di antara dua institusi lainnya, tugas institusi ini adalah untuk mengubal dan meminda undang-undang yang dibawa kepadanya oleh pihak Eksekutif dan tidak boleh mencampuri urusan institusi-institusi lain [Eksekutif dan Kehakiman]. Begitu juga institusi ada peranan masing-masing tidak boleh mencampuri urusan institusi lain. Pengasingan kuasa ini jelas ditetapkan oleh Perlembagaan bab 3, bab 4 dan Bahagian ix perkara 121.


Sekarang, kita perhatikan jawapan Muhazam mengenai kes Ayah Pin yang tidak boleh didakwa.

Kalau benar Ayah Pin tidak boleh didakwa dengan mana-mana peruntukan yang ada, maka pihak yang perlu bertindak supaya Perlembagaan/Undang-undang dipinda untuk mendakwa Ayah Pin adalah pihak yang BERKUASA MEMINDANYA. Siapakah/apakah yang berkuasa itu ? Jawapannya: Parlimen untuk Pusat atau DUN untuk negeri.

Kalau Parlimen, maka siapa/apa yang di dalamnya yang berkuasa meminda Perlembagaan/Undang-undang ? Jawapannya: Dewan Rakyat.

Adakah Dewan Negara berkuasa pinda Perlembagaan/Undang-undang ? Jawapannya: TIDAK, kerana Dewan Negara hanya boleh menolak SEKALI SAHAJA rang undang-undang yang diluluskan oleh Dewan Rakyat - selepas itu Dewan Negara tidak boleh lagi menolaknya walaupun rang undang-undang yang asalnya ditolak itu diluluskan semula oleh Dewan Rakyat TANPA perubahan.

Adakah YDPA berkuasa pinda undang-undang ? Jawapannya: TIDAK, kerana rang undang-undang yang dibawa kepada YDPA WAJIB disahkan oleh baginda dan kalaupun ia tidak disahkan, dalam masa 30 hari ia TETAP jadi undang-undang. Di sini jelas bahawa kuasa/mohor YDPA adalah semata-mata SIMBOLIK yang sekadar melengkapkan prosedur sahaja, dan kalaupun prosedur itu tidak dilengkapkan, rang undang-undang tetap menjadi undang-undang dalam masa 30 hari. Jadi mana kuasa YDPA menolak rang undang-undang ? Hatta kalau rang undang-undang itu berbunyi: "YDPA perlu turun takhta dan Malaysia akan ditadbir oleh Presiden." - pun YDPA wajib tandatangani, atau biarkan ianya tidak bertandatangan supaya ia menjadi Perlembagaan/Undang-undang baru dalam masa 30 hari.


Perkara ini telah dijawab dan dihuraikan sebelum ini.

Dewan Negara adalah Majlis tertinggi atau dikenali dengan nama "Senate". Dewan Negara akan membahaskan suatu rang undang-undang dengan lebih terperinci berbanding dengan Dewan Rakyat dan untuk membincangkan mengenai perkara-perkara kepentingan umum. Tugas utama Dewan Negara (senat) membahaskan sesuatu rang undang-undang yang telah diluluskan oleh Dewan Rakyat dan juga bagi membincangkan perkara-perkara yang menjadi kepentingan umum. Menurut Perkara 68 Perlembagaan Persekutuan, Dewan Negara tidak mempunyai kuasa menolak undang-undang tetapi mempunyai kuasa menangguh sesuatu rang undang-undang yang telah diluluskan oleh Dewan Rakyat sebelum dikemukakan kepada Yang Di Pertuan Agong untuk diperkenankan, contohnya Rang Undang-Undang Kewangan. Tempoh penangguhan oleh Dewan Negara ialah 30 hari, bagi rang undang-undang yang lain tempohnya ialah setahun.


Memang undang-undang yang enggan ditandatangani oleh YDPA selama 30 hari akan menjadi undang-undang. Ini tidak bermakna ia bergantung sepenuhnya kepada keputusan Parlimen kerana ada satu badan lagi di bawah YDPA yang akan mengesahkan undang-undang tersebut iaitu di bawah Badan kehakiman.

Fungsi Mahkamah Persekutuan, iaitu menentukan kesahan undang-undang. Ini bermakna undang-undang yang bercanggah dengan Perlembagaan diisytiharkan sebagai tidak sah.

Mahkamah Persekutuan ialah
• Institusi ini menentukan keadilan negara.
• Institusi ini boleh mengesahkan undang-undang sebagai tidak sah.
• Institusi ini boleh mengesahkan tindakan kerajaan sebagai tidak sah.


Mahkamah ini menjalankan perbicaraan bagi kes-kes yang memang perlu dibicarakannya, iaitu perbicaraan kes-kes rayuan daripada Mahkamah Rayuan. Oleh itu, peranannya di sini adalah sebagai badan penentu keadilan. Mahkamah Persekutuan juga berfungsi mengesahkan undang-undang yang digubal oleh Parlimen dan dalam sesuatu kes, mahkamah ini berkuasa menentukan bahawa sesuatu tindakan kerajaan adalah tidak sah. Kedua-dua kuasa ini diistilahkan sebagai kuasa eksklusif, iaitu kuasa yang tidak diperuntukkan kepada mahkamah-mahkamah lain. Perlembagaan ialah undang-undang tertinggi, manakala Parlimen ialah penggubal undang-undang. Kebanyakan memahami Parlimen yang mempunyai bidang kuasa dalam menentukan keadilan negara, boleh mengesahkan undang-undang sebagai tidak sah dan boleh mengesahkan tindakan kerajaan sebagai tidak sah. Ini disebabkan mereka beranggapan bahawa undang-undang digubal oleh Parlimen, maka institusi inilah yang menentukan keadilan negara dan mengesahkan undang-undang. Yang sebenarnya Mahkamah Persekutuanlah yang mempunyai bidang kuasa tersebut. Siapakah yang berkuasa dalam Badan Kehakiman (Judisiari)? Sudah tentu YDPA dan baginda berkuasa mutlak sebagaimana yang dinyatakan dalam Perlembagaan Malaysia sebagai:-
Yang di-Pertuan Agong Ketua Tiga Badan
* Sebagai Ketua Utama Negara, Yang di-Pertuan Agong mengetuai tiga badan atau bahagian kerajaan:

# Badan Perundangan (Legislatif)
# Badan Pemerintahan (Eksekutif)
# Badan Kehakiman (Judisiari)


Sudah jelas lagi bersuluh bahawa badan kehakimanlah yang mengesahkan undang-undang yang digubal oleh Parlimen. Ini bermakna ada satu lagi proses check and balance yang dimainkan oleh badan kehakiman.




Sekarang kita bandingkan pemahaman yang ada pada Muhazam dan kaum kerabatnya dengan teori pengasingan kuasa yang telah dijelaskan secara terperinci di dalam Perlembagaan Malaysia.


Pada tahap ini kita tahu bahawa Siswasiswi telah faham bahawa Perlembagaanlah yang menentukan segala-galanya yang boleh atau tidak boleh dibuat di Malaysia - sebab itu dia tanya kita "siapa yang perlu bertindak untuk pinda Perlembagaan supaya Ayah Pin boleh didakwa ?".

Kita sudah jelaskan bahawa Dewan Negara dan YDPA tiada kuasa pinda Perlembagaan. Kita juga telah jelaskan bahawa yang berkuasa pinda Perlembagaan itu adalah Dewan Rakyat.

Jadi, soalan seterusnya, pihak manakah pula yang berada di dalam Dewan Rakyat itu yang berkuasa menentukan rang undang-undang mana yang bakal diluluskan, untuk seterusnya dibawa kepada Dewan Negara dan YDPA ? Jawapannya: Parti politik yang menguasai majoriti dewan, iaitu PARTI PEMERINTAH, yang dalam kes sekarang adalah BARISAN NASIONAL.

Soalan seterusnya, siapa pula dalam kalangan ahli-ahli parti pemerintah di dalam Dewan Rakyat itu yang paling berkuasa untuk menentukan kesatuan suara ahli-ahli YB parti pemerintah di situ ? Jawapannya: KETUA PARTI PEMERINTAH ITU.

Dan, last but not least, apakah jawatan lain yang mesti dipegang oleh ketua parti pemerintah itu ? Jawapannya: PERDANA MENTERI. Kenapa ? Kerana Perlembagaan juga mewajibkan bahawa Perdana Menteri hendaklah dilantik dari kalangan ahli-ahli Dewan Rakyat, yang tentunya akan berasal dari parti yang menguasai majoriti dewan tersebut.

Kalau pindaan itu perlu dibuat di peringkat negeri, maka dengan logik tafsiran yang sama, yang paling berkuasa adalah Menteri Besar atau Ketua Menteri.

Wahai Siswasiswi ku sayang, itulah dia kaedah logik yang digunakan oleh para hakim untuk menafsirkan Perlembagaan sehingga mereka sampai kepada conclusion bahawa orang yang paling berkuasa di Malaysia adalah PERDANA MENTERI.




Sudah ternyata dengan jelas dan terang bahawa badan kehakimanlah yang paling berkuasa di dalam hal ini. Kuasa yang ada pada PM hanyalah kuasa perlaksana sahaja dan tidak lebih daripada itu. Ia boleh dianggap sebagai kuasa penggerak sahaja atau jika diumpamakan pada sebuah kereta adalah tayar.





Wahai Siswasiswi, kalau kau rasa bukan PM yang berkuasa untuk meminda undang-undang supaya Ayah Pin boleh didakwa, maka sila nyatakan siapa yang berkuasa itu. Kemudian sila halakan semua desakan kau supaya orang itu meminda Perlembagaan agar hudud boleh dilaksanakan dan Ayah Pin boleh didakwa - jangan diusik lagi PM yang kau kata tidak berkuasa itu.

Wahai Siswasiswi, cukuplah, jangan menonggengkan KEBONGOKAN kau itu lagi.

Kau nampaknya tahu bahawa segala sesuatu di dalam Malaysia ini ditentukan oleh Perlembagaan:

1 - Apa/siapa yang menetapkan pemisahan kuasa Persekutuan dan Negeri (Isu kenyataan Shahidan) ? Jawapnya: Perlembagaan

2 - Apa/siapa yang menetapkan wujudnya pengasingan kuasa di antara badan kehakiman, jemaah menteri, Dewan Rakyat, Dewan Negara dan YDPA (Isu pengasingan kuasa) ? Jawapnya: Perlembagaan

3 - Apa/siapa yang menetapkan bahawa hudud tidak boleh dilaksanakan (Isu pertentangan hudud dengan Perlembagaan Persekutuan) ? Jawapnya: Perlembagaan (sebab itu Perlembagaan perlu dipinda dulu, baru hudud boleh dilaksanakan)

Jadi semuanya tertakluk kepada Perlembagaan. Kalau dah semuanya dikawal oleh Perlembagaan, MAKA ORANG YANG PALING BERKUASA MEMINDANYA ADALAH JUGA ORANG YANG PALING BERKUASA DI MALAYSIA, IAITU PERDANA MENTERI.Full stop. It is clear crystal. PM is the most powerful leader in this country.


Sekali lagi jawapannya telah menyerlahkan tahap pemikirannya. Dia terlupa bahawa di dalam Perlembagaan Malaysia telah tercatat Yang Di Pertuan Agong sebagai Ketua Utama negara mengetuai tiga badan kerajaan. Pemerintahan kuasa kerajaan kepada tiga badan utama dilakukan supaya pemumpuan kuasa tidak berlaku kepada mana-mana pihak. Inilah yang dimaksudkan "Doktrin Pemisahan Kuasa".

Badan eksekutif adalah satu daripada tiga cabang kerajaan. Kepentingan badan bergantung kepada penyandangnya. Di dalam sistem demokrasi berparlimen dan raja berperlembagaan, Yang di-Pertuan Agong adalah lambang perpaduan dan kedaulatan negara. Sesungguhnya Perlembagaan Persekutuan meletakkan baginda di tunggak pemerintahan negara, manakala kuasa kerajaan terletak pada tangan seorang Perdana Menteri yang merupakan Ketua Kerajaan.
Seorang Perdana Menteri memainkan pelbagai peranan, sama ada di dalam mahupun di luar kerajaan. Di dalam perlembagaan telah dijelaskan bahawa Kuasa Eksekutif, iaitu kuasa untuk memerintah, diberi di bawah Perkara 39 Perlembagaan Malaysia kepada Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agung, tetapi diselenggarakan oleh Jemaah Menteri yang diketuai oleh Perdana Menteri. Jemaah Menteri adalah bertanggungjawab terus kepada Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong. Setiap tindakan eksekutif Kerajaan Persekutuan adalah disalurkan daripada kuasa Diraja, sama ada secara langsung atau tidak langsung. Oleh itu PM mempunyai Kuasa Eksekutif kerana kuasa itu telah diserahkan oleh YDPA kepada PM tetapi kuasa asalnya adalah daripada YDPA itu sendiri. Sebagai ketua Badan Pemerintahan, Yang di-Pertuan Agong melantik Perdana Menteri dan menteri-menteri lain, serta hakim, duta-duta Malaysia dan seumpamanya.


Jika dulu Muhazam mengatakan peguam mengetahui segala-galanya mengenai perundangan dan bila kita kemukakan pandangan daripada seorang peguam yang terkenal dia pulak buat-buat tak kenal. Inilah ciri-ciri manusia hipokrit yang dia selalu katakan kat orang lain tapi nyatanya satu jari menuding pada orang lain empat jari menuding pada dirinya sendiri.


Finally wahai Siswasiswi, kenyataan peguam yang entah mana datang tu, yang tiba-tiba kata Ayah Pin tak boleh didakwa tu, tidak muktamat lagi. Itu cuma pendapat dia. Polis pun ada peguam sendiri (yang dipanggil pendakwaraya). Dan peguam polis tu kata Ayah Pin boleh didakwa dengan peruntukan yang sedia ada - sebab itu dia biarkan saja polis kejar Ayah Pin. Kita tengok je nanti bila Ayah Pin dah ditangkap dan didakwa.

Dan, oh ya ! Hadi Awang tidak dakwa Ayah Pin bukan sebab tak dak peruntukan undang-undang, tapi kerana dia sebok dengan politik anak bini dia. Dia tak kesah pun urusan rakyat. Nak kena tunggu keprihatinan BN perintah Trengganu dulu, baru urusan menjaga rakyat dari kesesatan (urusan utk mendakwa Ayah Pin) boleh dilaksanakan.



Adakah ini jawapan yang ilmiah seperti yang didakwa??? Kesian tengok jawapan yang sebegini yang dianggap oleh tuan empunya diri sebagai nombor wahid. Apa-apa halpun kita tunggu dan lihat.

[ Post a Reply to This Message ]
Subject: Apa la malaun ni merapu macam nak mampus


Author:
Muhazam Mustapha
[Edit]

Date Posted: 09:32:13 09/20/05 Tue

Kita sekian lama telah melihat kelahiran mangkuk hayun terbaru kaum bughah ni, iaitu Siswasiswi. Soalan-soalan yang dia kemukakan memang menunjukkan dengan jelas taraf ke-mangkuk-hayun-an tahap dewa si mamat nih.

Dia tanya siapa yang perlu bertindak untuk mengubah Perlembagaan supaya Ayah Pin boleh didakwa.

Kalau benar Ayah Pin tidak boleh didakwa dengan mana-mana peruntukan yang ada, maka pihak yang perlu bertindak supaya Perlembagaan/Undang-undang dipinda untuk mendakwa Ayah Pin adalah pihak yang BERKUASA MEMINDANYA. Siapakah/apakah yang berkuasa itu ? Jawapannya: Parlimen untuk Pusat atau DUN untuk negeri.

Kalau Parlimen, maka siapa/apa yang di dalamnya yang berkuasa meminda Perlembagaan/Undang-undang ? Jawapannya: Dewan Rakyat.

Adakah Dewan Negara berkuasa pinda Perlembagaan/Undang-undang ? Jawapannya: TIDAK, kerana Dewan Negara hanya boleh menolak SEKALI SAHAJA rang undang-undang yang diluluskan oleh Dewan Rakyat - selepas itu Dewan Negara tidak boleh lagi menolaknya walaupun rang undang-undang yang asalnya ditolak itu diluluskan semula oleh Dewan Rakyat TANPA perubahan.


Adakah YDPA berkuasa pinda undang-undang ? Jawapannya: TIDAK, kerana rang undang-undang yang dibawa kepada YDPA WAJIB disahkan oleh baginda dan kalaupun ia tidak disahkan, dalam masa 30 hari ia TETAP jadi undang-undang. Di sini jelas bahawa kuasa/mohor YDPA adalah semata-mata SIMBOLIK yang sekadar melengkapkan prosedur sahaja, dan kalaupun prosedur itu tidak dilengkapkan, rang undang-undang tetap menjadi undang-undang dalam masa 30 hari. Jadi mana kuasa YDPA menolak rang undang-undang ? Hatta kalau rang undang-undang itu berbunyi: "YDPA perlu turun takhta dan Malaysia akan ditadbir oleh Presiden." - pun YDPA wajib tandatangani, atau biarkan ianya tidak bertandatangan supaya ia menjadi Perlembagaan/Undang-undang baru dalam masa 30 hari.

Pada tahap ini kita tahu bahawa Siswasiswi telah faham bahawa Perlembagaanlah yang menentukan segala-galanya yang boleh atau tidak boleh dibuat di Malaysia - sebab itu dia tanya kita "siapa yang perlu bertindak untuk pinda Perlembagaan supaya Ayah Pin boleh didakwa ?".

Kita sudah jelaskan bahawa Dewan Negara dan YDPA tiada kuasa pinda Perlembagaan. Kita juga telah jelaskan bahawa yang berkuasa pinda Perlembagaan itu adalah Dewan Rakyat.

Jadi, soalan seterusnya, pihak manakah pula yang berada di dalam Dewan Rakyat itu yang berkuasa menentukan rang undang-undang mana yang bakal diluluskan, untuk seterusnya dibawa kepada Dewan Negara dan YDPA ? Jawapannya: Parti politik yang menguasai majoriti dewan, iaitu PARTI PEMERINTAH, yang dalam kes sekarang adalah BARISAN NASIONAL.

Soalan seterusnya, siapa pula dalam kalangan ahli-ahli parti pemerintah di dalam Dewan Rakyat itu yang paling berkuasa untuk menentukan kesatuan suara ahli-ahli YB parti pemerintah di situ ? Jawapannya: KETUA PARTI PEMERINTAH ITU.

Dan, last but not least, apakah jawatan lain yang mesti dipegang oleh ketua parti pemerintah itu ? Jawapannya: PERDANA MENTERI. Kenapa ? Kerana Perlembagaan juga mewajibkan bahawa Perdana Menteri hendaklah dilantik dari kalangan ahli-ahli Dewan Rakyat, yang tentunya akan berasal dari parti yang menguasai majoriti dewan tersebut.

Kalau pindaan itu perlu dibuat di peringkat negeri, maka dengan logik tafsiran yang sama, yang paling berkuasa adalah Menteri Besar atau Ketua Menteri.

Wahai Siswasiswi ku sayang, itulah dia kaedah logik yang digunakan oleh para hakim untuk menafsirkan Perlembagaan sehingga mereka sampai kepada conclusion bahawa orang yang paling berkuasa di Malaysia adalah PERDANA MENTERI.


Wahai Siswasiswi, kalau kau rasa bukan PM yang berkuasa untuk meminda undang-undang supaya Ayah Pin boleh didakwa, maka sila nyatakan siapa yang berkuasa itu. Kemudian sila halakan semua desakan kau supaya orang itu meminda Perlembagaan agar hudud boleh dilaksanakan dan Ayah Pin boleh didakwa - jangan diusik lagi PM yang kau kata tidak berkuasa itu.

Wahai Siswasiswi, cukuplah, jangan menonggengkan KEBONGOKAN kau itu lagi.

Kau nampaknya tahu bahawa segala sesuatu di dalam Malaysia ini ditentukan oleh Perlembagaan:

1 - Apa/siapa yang menetapkan pemisahan kuasa Persekutuan dan Negeri (Isu kenyataan Shahidan) ? Jawapnya: Perlembagaan

2 - Apa/siapa yang menetapkan wujudnya pengasingan kuasa di antara badan kehakiman, jemaah menteri, Dewan Rakyat, Dewan Negara dan YDPA (Isu pengasingan kuasa) ? Jawapnya: Perlembagaan

3 - Apa/siapa yang menetapkan bahawa hudud tidak boleh dilaksanakan (Isu pertentangan hudud dengan Perlembagaan Persekutuan) ? Jawapnya: Perlembagaan (sebab itu Perlembagaan perlu dipinda dulu, baru hudud boleh dilaksanakan)

Jadi semuanya tertakluk kepada Perlembagaan. Kalau dah semuanya dikawal oleh Perlembagaan, MAKA ORANG YANG PALING BERKUASA MEMINDANYA ADALAH JUGA ORANG YANG PALING BERKUASA DI MALAYSIA, IAITU PERDANA MENTERI.

Full stop. It is clear crystal. PM is the most powerful leader in this country.

Finally wahai Siswasiswi, kenyataan peguam yang entah mana datang tu, yang tiba-tiba kata Ayah Pin tak boleh didakwa tu, tidak muktamat lagi. Itu cuma pendapat dia. Polis pun ada peguam sendiri (yang dipanggil pendakwaraya). Dan peguam polis tu kata Ayah Pin boleh didakwa dengan peruntukan yang sedia ada - sebab itu dia biarkan saja polis kejar Ayah Pin. Kita tengok je nanti bila Ayah Pin dah ditangkap dan didakwa.

Dan, oh ya ! Hadi Awang tidak dakwa Ayah Pin bukan sebab tak dak peruntukan undang-undang, tapi kerana dia sebok dengan politik anak bini dia. Dia tak kesah pun urusan rakyat. Nak kena tunggu keprihatinan BN perintah Trengganu dulu, baru urusan menjaga rakyat dari kesesatan (urusan utk mendakwa Ayah Pin) boleh dilaksanakan.

[ Post a Reply to This Message ]
Subject: Kes Ayah Pin (AP) dari sudut perundangan


Author:
siswasiswi
[Edit]

Date Posted: 13:15:35 09/19/05 Mon

Saya nak tengok apa peguam Muhazam dan kawan-kawannya komen@ apa tindakan yang boleh dikenakan ke atas ayah pin (AP) jika bersandarkan undang-undang dan perlembagaan negara. Saya merujuk kepada laporan akhbar utusan malaysia yang suatu ketika dulu mendakwa kerajaan PAS pimpinan Tuan Guru Hj Abd. Hadi tidak mengambil apa-apa tindakan undang-undang ke atas Ayah Pin dan sekarang di bawah undang-undang islam Hadhari Terengganu bistari apa tindakan undang-undang yang telah dan sedang diambil oleh Dato Seri Idris Jusoh.



Ariffin Mohamed atau Arifffin murtad dipercayai tidak akan ditahan untuk didakwa oleh pihak berkuasa memandangkan tiada peruntukan undang-undang khusus yang boleh mensabitkan kesalahannya. Demikianlah kata Peguam Zulkifli Nordin. Menurut Zulkifli, perkara itu telah dimaklumkan secara tidak rasmi kepada beliau oleh pihak-pihak tertentu.

“Mahkamah syariah tidak ada kuasa membicarakan kesalahan orang bukan Islam, sementara di bawah undang-undang sivil, murtad bukannya satu kesalahan.

“Ramai yang tidak tahu, Ariffin telah membuat akuan bersumpah pada 2 Ogos 1998 bahawa beliau telah keluar dari agama Islam.

Jadi, undang-undang mana kita hendak dakwanya, syariah atau sivil?” Soalnya.

Tambahnya lagi, Perlembagaan Persekutuan artikel 74 dan 75 dengan jelas menyatakan Mahkamah Syariah tiada kuasa untuk membicarakan kesalahan orang bukan Islam.

Jika kita dakwa Arifin di bawah undang-undang sivil, dan dia mengaku di mahkamah bahawa dia adalah Tuhan kerajaan langit sekalipun, itu bukannya satu kesalahan,” kata Zulkifli.

Jika kita dakwanya di mahkamah syariah, dan dia boleh membuktikan dia bukannya penganut Islam, mahkamah perlu bebaskannya. Jika perkara ini terjadi bagaimana tanggapan orang ramai nanti?” tanyanya.

“Lebih baik kita biarkan dia pergi menyabung ayam,” katanya ketawa.

Sehingga kini pihak berkuasa masih belum dapat mengesan dan mendakwa Arifin, walaupun sebahagian besar pengikutnya termasuk salah seorang isterinya sedang dibicarakan di mahkamah syariah Terengganu.

Menyentuh fenomena murtad yang semakin berleluasa termasuk di kalangan yang berpendidikan agama, Zulkifli meletakkan kesalahan itu antara lain berpunca daripada ketidakprihatinan pemimpin Umno.

“Secara serius semuanya bermula pada 1998, apabila berlaku kes murtad Nor Aishah Bokhari,” jelasnya.

Pemimpin Umno tidak mengambil apa-apa tindakan dari segi undang-undang untuk mengubah perlembagaan negara bagi menghalang kejadian itu berulang.

Apabila berlaku kes murtad kita tidak ada sistem untuk mencegahnya. Pihak-pihak tertentu mengambil kesempatan dari kelemahan undang-undang negara ini,” katanya.

Satu soalan yang perlu ditanya adalah siapakah yang perlu bertindak untuk mengubah perlembagaan negara bagi menghalang kejadian itu berulang? saya hanya mahu jawapan daripada peguam Muhazam @ Muhazam dan kaum kerabatnya. Atau adakah jawapanya sekadar SIMBOLIK!!! SIMMBOLIK!!! SIMBOLIK!!!

[ Post a Reply to This Message ]
Replies:
Subject: PERLUKAN DUIT? BERKESAN DAN TIADA PENIPUAN?


Author:
ainur
[Edit]

Date Posted: 16:15:39 09/19/05 Mon

PERLUKAN DUIT? BERKESAN DAN TIADA PENIPUAN?

assalamualaikum...
program ini disahkan oleh admin terlebih dahulu untuk memastikan wang telah dimasukkan ke akaun anda agar tidak berlaku penipuan. jadi, apa yang anda bimbangkan? sama ada anda percaya atau tidak, tindakan pertama mestilah mencuba terlebih dahulu. kalau tak menjadi, silalah sebarkan bahawa program ini satu penipuan semata. ramai yang telah berjaya MENGUBAH NASIB HIDUP MEREKA. ANDAI ANDA MASIH TIDAK BERTINDAK, ANDA BUKANLAH ORANG YANG POSITIF, PEMURAH DAN INGIN HIDUP SUSAH SELAMANYA.sumbangan anda amat bermakna dan akan diingati sampai mati. layari segera :

http://sumbanganikhlas-nurrul.cjb.net/

[ Post a Reply to This Message ]
Subject: Wahai siswasiswi, jangan perasan sangat. Baca semua, baru nilai.


Author:
Pek Dik
[Edit]

Date Posted: 00:11:18 09/13/05 Tue

Perhatikan tulisan Prof. Jayum, "YDPA hanyalah lambang kerajaan semata2". Jelas dan itulah kebenarannya, tafsiran dari Intelek yg bergelar Profesor. Tiada dolak dalih dari aku. Aku sendiri pernah berjumpa dengan Prof. Jayum A. Jawan face to face dalam bilik beliau di Fakulti Ekologi Manusia untuk berbicara siapa yang lebih berkuasa diantara PM ataupun YDPA. Sah, YDPA HANYALAH SIMBOLIK. Perkara 39 yang termaktub dalam perlembagaan persekutuan hanyalah simbolik semata2 utk melambangkan kekuasaan Raja Yang Berperlembagaan. Mengangkat Raja sesuai dengan darjat baginda, tanpa sedikit pun wujud unsur2 penghinaan kepada baginda.

Dan ini pula permintaan aku. Sila buktikan tang mana dalam surah al maidah ayat 44, 45 dan 47 yang ada menyebut "KUFFUR DUNNA KUFFUR" yang telah dinyatakan oleh Ibnu Abbas, sahabat Rasulullah s.a.w yg diiktiraf ilmu beliau selaku penterjemah al quran. Ok, maqaseh.

Jumpa lagi...

[ Post a Reply to This Message ]
Replies:
Subject: Kerja Muhazam dan kaumnya sama ngan Pemuda Umno!!!


Author:
siswasiswi
[Edit]

Date Posted: 12:25:23 09/14/05 Wed

Jika kita meninjau laman BLOG Jeff Ooi di www.jeffooi.com/ bahawa laman web Pergerakan Pemuda Umno di http://www.pemuda.com.my/ telah cuba membabitkan pimpinan PAS dalam polemik mentah mereka berkenaan perjuangan kemerdekaan, iaitu kontroversi yang kononnya telah dicetuskan oleh Ronnie Liu dari DAP.

Jika kita berkunjung ke laman berkenaan kita dapat melihat gambar kulit buku karangan Chin Peng (bekas Setiausaha Agung PKM) yang bertajuk:

Alias Chin Peng: My side of history

Akan tetapi apa yang dipaparkan di laman tersebut bukanlah kulit asal buku itu kecuali telah dipinda dengan jahat dengan memuatkan gambar para pemimpin pembangkang termasuklah Tuan Guru Nik Abd Aziz, Tuan Guru Hj Abd Hadi Awang dan Dato Seri Anwar Ibrahim.

KULIT ASAL BUKU CHIN PENG


KULIT YANG DIPINDA OLEH PEMUDA UMNO



Kerja jahat ini barangkali bermaksud mahu membabitkan pemimpin-pemimpin ini termasuklah pemimpin DAP sebagai dalang kominis, kerana turut dipaparkan kata-kata yang tidak terdapat pada kulit asal buku itu yang berbunyi:

Komunis selamanya, datuk dan nenek kami turut merasai kekejaman komunis, tetapi itu dahulu

Menurut Jeff Ooi ADUN DAP dari Setiawan telah pun membuat laporan polis berkenaan kerja-kerja jahat Pemuda Umno ini.

Mengapakah begitu kurang ajar dan biadap sekali Pemuda Umno sehingga tergamak meletakkan gambar pemimpin tertinggi PAS, yang diiktiraf sebagai tokoh ulamak Islam dalam kerja jahat mereka itu. Apakah hujah Ronnie tidak boleh dilawan dengan hujah, perlukah kita menggunakan taktik kotor dan jijik seumpama ini?

Ingat tidak pernah dalam sejarah negara, ahli atau pemimpin PAS terlibat dalam fahaman ataupun pergerakan komunis, tetapi satu ketika dahulu Setiausaha Politik kepada Perdana Menteri, Tun Razak dan Dr Mahathir, iaitu Abdullah Ahmad dan Siddiq Ghouse pernah ditahan di bawah ISA kerana kononnya terlibat dengan gerakan ataupun fahaman kominis!

Fakta ini barangkali tidak pernah terdaftar dalam benak kepala Pemuda Umno, kerana mereka sentiasa berada dalam sindrom penyakit Melayu Mudah Lupa, yang telah diagnosis oleh Dr Mahathir sendiri satu ketika dahulu.

Berpada-padalah sedikit tingkah laku biadap itu, jangan sampai marahkan pijat kelambu habis dibakar.

Memang inilah gerak kerja yang telah diajar oleh umno dan diikuti sepenuhnya oleh Muhazam dan kaum kerabatnya di IM ini. Syabas teruskan usaha ANDA!!!

[ Post a Reply to This Message ]
Replies:
Subject: Jangan buta Sejarah!!!


Author:
siswasiswi
[Edit]

Date Posted: 13:59:30 09/13/05 Tue

Inilah kenyataan yang bodoh, bebal dan bangang yang saya lihat. Tiada sandaran langsung!!!

UMNO tidak bughah.

Yang bughah adalah PKMM, Hizbul Muslimin, PAS dll.

PAS Haram sebagaimana haramnya ZINA.

Zina: Sebat 100x / rejam sampai mati (ada opsyen utk tidak mati)

PAS: Pancung sampai putus tengkok (tiada opsyen melainkan mati)

Aku nak bagitau kat sini bahawa kronoligi penubuhan parti politik ialah:-

1. Parti KMM diasaskan di Kuala Lumpur oleh Ibrahim Hj Yaacob (lahir di Temerloh, 1911 ), sebagai Parti politik PERTAMA orang Melayu di Tanah Melayu. Para pemimpinnya terdiri dari Guru-guru sekolah lepasan MPSI.

2. Oktober 1945 - Parti politik KEDUA orang Melayu ditubuhkan bernama Parti Kebangsaan Melayu Malaya,PKMM, dipimpin oleh Dr Burhanuddin Al Helmy, Ishak Hj Muhammad (Pak Sako) dan Mokhtaruddin.

3. Pada bulan Februari 1946 - 2 lagi Parti politik orang Melayu (kumpulan KETIGA) ditubuhkan bernama Angkatan Pemuda Insaf, API, dipimpin oleh Ahmad Boestamam. Dan Angkatan Wanita Sedar, AWAS, dipimpin oleh Shamsiah Sutan Fakeh.
Parti PKMM, API dan AWAS telah lebih dahulu dari parti lain maju ke hadapan membela orang Melayu. Malah parti-parti itu telah bergabung menubuhkan
PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat) untuk menolak perlembagaan baru british melalui malayan union. Hasilnya PUTERA telah mengemukakan "Perlembagaan
Rakyat" yg diterima sultan dengan menetapkan kuasa dan memelihara kedaulatan raja-raja Melayu, hak orang-orang Melayu dan mengetatkan syarat
kewarganegaraan.

Tetapi "Perlembagaan Rakyat" terus ditolak oleh british mentah-mentah. Dan british sengaja melengah-lengahkan usaha ke arah kepimpinan orang Melayu, dengan pelbagai helah untuk melambatkan usaha orang Melayu (seperti berlengahnya amerika keluar dari Iraq masa sekarang), disamping
british terus mencari formula baru untuk mengukuhkan kedudukannya disebalik tabir.

4. Dan pada 11 mei 1946 - Parti politik Keempat orang Melayu ditubuhkan bernama United Malay National Organisation,Umno, dipimpin oleh Onn bin Jaafar (district officer pentadbiran british di Batu Pahat, yg berketurunan turki) yang memperjuangkan nasionalisme Melayu. Umno terus didaftarkan di bawah pentadbiran british pada tahun 1946 itu juga. Nama awal Umno pada kongres bulan mac 1946, adalah pekembar, pkmb atau parti kebangsaan Melayu bersatu. Tup-tup bertukar u.m.n.o. - bahasa inggeris. Apakah psikologinya?? .. sedangkan nama 3 parti orang Melayu terdahulu berbahasa Melayu dan ketuanya berbangsa Melayu sepenuhnya. Adakah u.m.n.o. tajaan british ??

5. Pada bulan Mac, 1948 - Hizbul Muslimin ditubuhkan dan adalah parti Islam Pertama orang Melayu pasca perang dunia ke 2. Ia juga merupakan Parti politik KELIMA orang Melayu, dan dipimpin oleh Guru Agama bernama Hj Abu Bakar Al-Baqir yang ingin menubuhkan Kerajaan Islam di Tanah Melayu ini.
Guru Agama itu tidak terlalu menonjol pendekatan politiknya dan banyak merendah diri, tetapi kuffar british nampak tertekan dengan perkembangan ini, dan telah terbuka tembelang penjajah nasara itu apabila terus mengishtiharkan darurat di Persekutuan Tanah Melayu mulai Jun 1948. Alasannya, 3 orang british yang mempunyai ladang dan estet di sungai siput perak dibunuh komunis.

Perintah darurat adalah helah british untuk mengukuhkan lagi tapak kuasanya di Tanah Melayu dan melengahkan lagi tuntutan merdeka. Parti politik tidak dibenarkan bergerak. Pertama sekali, british terus mengharamkan parti komunis, dan kemudian dilibatkan sekali pengharaman ke atas semua parti politik, kecuali u.m.n.o.
PKMM diharamkan kuffar british tahun 1948,
API diharamkan kuffar british tahun 1948,
AWAS diharamkan kuffar british tahun 1948, dan
HIZBUL MUSLIMIN diharamkan kuffar british bulan ogos, tahun 1948.

TETAPI u.m.n.o. tak diusik pun oleh british - hingga kini.
Adakah u.m.n.o. itu dizahirkan melalui pemikiran penjajah british??


6. Setelah nampak kemelut dan cabaran masa akan datang untuk umat Islam dan orang Melayu ketika itu, yang mana penjajah kuffar british tidak membenarkan Parti politik tertentu bergerak, maka ahli-ahli dari Hizbul Muslimin, PKMM serta Guru Agama, Ulama dan Pemikir ISLAM di Tanah Melayu dan segelintir ahli agama umno yang insaf, telah bermesyuarat di Gunung Semanggul, Perak pada 23 Ogos, tahun 1951. Mereka membincangkan peri pentingnya mendaulatkan ISLAM di Tanahair Tercinta Orang Melayu ini. Mereka juga telah bersependapat betapa perlunya wujud suatu gerakan Islam, Siasah Islam atau Harakah Islamiyyah apabila tidak ada negara Islam di Tanah Melayu ini.

7. Walaupun PAS secara resminya telah ditubuhkan pada 24 Nov 1951, tetapi masih tidak didaftarkan di pejabat pentadbiran british hinggalah hampir pilihanraya pertama 1955. Salah satu penyebab PAS wujud ialah apabila Bahagian Agama UMNO yang dipimpin oleh Ustaz Ahmad Fuad Hassan turut diresapi dengan pengaruh Hizbul Muslimin ini. Tambahan lagi ramai pemimpin agama dalam UMNO ketika itu kecewa dengan pucuk pimpinan mereka yang bercadang untuk menaja perjudian (loteri).

Adalah jelas kewujudan PAS adalah menggantikan perjuangan
PKMM diharamkan kuffar british tahun 1948,
API diharamkan kuffar british tahun 1948,
AWAS diharamkan kuffar british tahun 1948, dan
HIZBUL MUSLIMIN diharamkan kuffar british bulan ogos, tahun 1948.


Yang paling nyata dan terserlah adalah penubuhan umno adalah diiktiraf oleh british. PAS bukanlah parti atau pertubuhan baru tetapi menggantikan parti-parti yang telah diharamkan oleh british. Ini sudah jelas terbukti dalam sejarah.

Nampaknya Muhazam dan kawan-kawannya tidak memahami atau sengaja tidak mahu faham posting-posting saya. Mereka perlu ditunujkkan cara membaca dan memahami apa yang ditulis. Lihatlah mentaliti Muhazam dan kawan-kawannya cuba memutarbelitkan kenyataan dan sejarah bagi memenuhi pemahaman semit dan jumud golongan mereka. Sudahlah tu banyak-banyaklah bertaubat dan insaf akan perbuatan-perbuatan dan pemahaman yang salah. Amillah iktibar daripada Mufti Terengganu!!!

[ Post a Reply to This Message ]
Replies:
Subject: Penubuhan dan Pendaftaran PAS


Author:
siswasiswi
[Edit]

Date Posted: 15:09:41 09/12/05 Mon

Sebelum dimulakan cerita pendaftaran PAS elok kita lalui dahulu susur galur peristiwa penting politik orang-orang Melayu beserta Tarikh dan Faktanya sekali ketika peralihan kuasa dari:

british - jepun - kosong/peralihan - british - darurat - pru 1 :
-------------------------------------------------------------------


1. Tahun 1938 - Parti Kesatuan Melayu Muda, KMM.
--------------------------------------------------

Parti KMM diasaskan di Kuala Lumpur oleh Ibrahim Hj Yaacob (lahir di Temerloh, 1911 ), sebagai Parti politik PERTAMA orang Melayu di Tanah Melayu. Para pemimpinnya terdiri dari Guru-guru sekolah lepasan MPSI.

Tujuan utama KMM adalah memperjuangkan kepentingan Bangsa Melayu, menanam semangat kebangsaan orang Melayu, melindungi hak orang-orang Melayu dan menuntut kemerdekaan dari penjajah british kerana ketika itu dunia diambang peperangan besar dan jepun telah menawan manchuria dan menyerang china tahun 1937. Penjajah british amat gelisah dengan parti KMM dan dengan asakan kuasa jepun di asia ketika itu, british sasau dan telah menuduh KMM radikal dan menahan para pemimpin KMM pada bulan oktober 1941. (Perlu diingat, raja-raja Melayu ketika itu masih dinasihati british lagi.)


2. Tahun 1942 - jepun di Tanah Melayu.
-----------------------------------------

Bulan disember 1941 - jepun mendarat di Kota Bharu, dan bulan februari 1942 - seluruh tanah Melayu jatuh ke tangan jepun. Semasa pemerintahan jepun para pemimpin KMM yang ditahan british telah dibebaskan. Faktor kemenangan jepun di Tanah Melayu adalah kerana pertahanan british lemah, pemerintahan british ada unsur penipuan dan ada agenda tersembunyi kuasa nasara itu di rantau ini. Ketika jepun datang, tentera british tak nampak muka pun, perang dalam hutan tak tahu dan semua penakut, (mungkin harapkan sarjan Hassan saja untuk lawan jepun dlm hutan). Penjajah british cabut lari, "lesap siiuup macam jbond", bukan nak bela orang Melayu dan Tanah Melayu tetapi nak menyamun aja macam amerika di Iraq.

Penjajah jepun pula perlu mentadbir urusan orang-orang Melayu yg terkontang-kanting ditinggalkan british, maklumlah terlalu lama percaye pd penjajah british, minta dinasihati oleh kuffar british, dan tidak percaya pada kekuatan sendiri. Sultan telah disorokkan dan dengan itu, jepun terpaksa mengharapkan tokoh-tokoh orang Melayu yg ada ketika itu seperti Ibrahim Yaacob, Onn Jaafar dan Dr Burhanuddin Helmy. Pada lahirnya KMM dan tokoh-tokoh itu kerjasama dengan jepun, tetapi sebenarnya KMM dan tokoh-tokoh itu berhubung dengan gerakan Melayu anti jepun untuk memerdekakan Tanah Melayu. Ekonomi dunia pula tidak menentu ketika itu dan harga barang mahal, duit jepun tak laku dan rakyat gelisah. Pada bulan Jun 1942 jepun mula berkeras dan menyalahguna kuasa dengan mengawal suasana dan pergerakan rakyat secara kasar, manakala parti KMM pula dibubarkan.


3. 6 ogos 1945 - bom atom menghancurkan hiroshima dan nagasaki.
-----------------------------------------------------------------

Setelah jatuhnya bom atom yg menghancurkan hiroshima dan nagasaki pada 6 ogos 1945, maka bermulalah perlumbaan kuasa nuklear oleh negara-negara yang kemarok kekejaman, yg tiada etika perang dan yg lapar untuk membunuh ramai manusia tidak kira wanita, orang tua atau kanak-kanak. Maka tersohorlah formula kuasa atom e = mc2. Sangat jelas kekejaman pengeboman tentera amerika sama aje macam jepun dari dulu hingga kini, dan amerika saja yg boleh simpan bom nuklear, negara lain tak boleh, kan jelas niat jahat amerika itu. tetapi media barat menutupnya.


4. 15 ogos 1945 - jepun menyerah kalah.
----------------------------------------

Ada kekosongan kuasa di Tanah Melayu ketika itu. Orang Melayu terlepas peluang keemasan untuk betul-betul merdeka dari sebarang penjajah. british telah berhati-hati dan mereka datang sedikit dan berperingkat mulai penghujung september 1945. Sangat Aneh pejuang dan askar Melayu (yang dibawah perintah raja-raja) yang bersabung nyawa menghalau jepun boleh menerima dengan tersangat Mudah, penjajah british sebagai "Tuan" Semula ?? Kena pukau ke apa? Mengapa pejuang dan askar Melayu tak teruskan segera menghalau inggeris dan british?? Malah dijemput Semula kuffar british untuk menasihati ??

maka "naiklah tocang" british untuk meneruskan semula kepura-puraannya, untuk mengawal suasana di Tanah Melayu dan mengawal raja-raja Melayu agar menuruti lagi nasihat mereka. british sebenarnya lemah dan tiada kekuatan selain tipu helah dlm menasihati pembesar Melayu. Ketika jepun serang singapura pun, cuma satu meriam saja dilepaskan jepun dari johor bahru, british dah cabut lari naik kapal ke australia.

Malah british tak nampak muka pun menentang jepun dan membela orang Melayu - semua penakut, cabut lari, tinggal leftenan Adnan saja bela singapura, hingga dicincang jepun. mana british ?? mana bangsa lain ?? Mereka nak menguasai kekayaan negara aja dan mengangkutnya keluar. Sebenarnya penjajah british itu, mahu meneruskan agenda perampokan hasil bumi Tanah Melayu dan meneruskan penguasaan kuasa nasara itu ke atas umat Islam rantau ini. Adakah orang Melayu sedar ?? atau masih tidur ?

"Jangan tidur selamanya, sebab mati nanti baru celik... Semoga ALLAH hidupkan hati kamu dan kami dan dicelekkan minda, Amiin."


5. Bulan Oktober 1945 - Parti politik KEDUA orang Melayu ditubuhkan.
----------------------------------------------------------------------

Oktober 1945 - Parti politik KEDUA orang Melayu ditubuhkan bernama Parti Kebangsaan Melayu Malaya,PKMM, dipimpin oleh Dr Burhanuddin Al Helmy, Ishak Hj Muhammad (Pak Sako) dan Mokhtaruddin. Matlamatnya adalah memperjuangkan kepentingan orang Melayu dan agama Islamnya, menyingkirkan pemerintah british dan mendirikan sebuah negara yang merdeka. Ini adalah kelompok pertama pemimpin dan Pemikir Melayu setelah tamat perang, yang cepat bangkit berdiri untuk menyelamatkan Tanah Melayu, bangsanya, Agamanya dan hasil buminya. Cuma sebulan saja setelah jepun 'surrender' mereka
telah Bangun Memperjuangkan Agama, Tanahair dan Bangsanya. Merekalah pejuang sejati.

Sekali lagi orang Melayu hilang punca, lambat bertindak dan "indecisive". Nak ikut raja atau pemimpin politik? Sungguh lemah minda rakyat ketika itu, dan tidak perkasa segala tindakan rakyat untuk menangani kebebasan diri dan negara. Maka british pun segera ambil kesempatan, mereka cepat
bertindak dan tidak termeleh.

Adakah orang Melayu memang suka perhambakan diri?? Jika betul menurut ajaran Islam ini tak seharusnya berlaku, dan Adakah sudah berubah sikap Melayu hingga kini?? Sudah Perkasakah jiwa, minda dan semangat Melayu? "Bersedialah Bangsaku, kerana ketikanya akan tiba dalam sekelip mata untuk meraih kemenangan", umpama surrendernya jepun dan terlepasnya peluang keemasan ketika itu untuk bebas merdeka.


6. Penghujung 1945 dan sepanjang 1946 adalah Sangat kritikal.
---------------------------------------------------------------

Orang Melayu semakin bangkit dan bersedia untuk merdeka dan menyahkan british. Pada bulan Februari 1946 - 2 lagi Parti politik orang Melayu (kumpulan KETIGA) ditubuhkan bernama Angkatan Pemuda Insaf, API, dipimpin oleh Ahmad Boestamam. Dan Angkatan Wanita Sedar, AWAS, dipimpin oleh
Shamsiah Sutan Fakeh.

Untuk meredakan keresahan orang Melayu terhadap pentadbiran semula british di Tanah Melayu melalui tenteranya, maka british telah bertindak mengalihkan pentadbiran tentera kepada pentadbiran baru (ala penipuan) melalui malayan union pada 1 april 1946. Itulah "april fool" british terhadap umat Islam dan orang Melayu ketika itu. Dan itu disebabkan orang melayu masih tidak mempercayai Pentadbiran Islam, sampailah kini.

Parti PKMM, API dan AWAS telah lebih dahulu dari parti lain maju ke hadapan membela orang Melayu. Malah parti-parti itu telah bergabung menubuhkan
PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat) untuk menolak perlembagaan baru british melalui malayan union. Hasilnya PUTERA telah mengemukakan "Perlembagaan
Rakyat" yg diterima sultan dengan menetapkan kuasa dan memelihara kedaulatan raja-raja Melayu, hak orang-orang Melayu dan mengetatkan syarat
kewarganegaraan.

Tetapi "Perlembagaan Rakyat" terus ditolak oleh british mentah-mentah. Dan british sengaja melengah-lengahkan usaha ke arah kepimpinan orang Melayu, dengan pelbagai helah untuk melambatkan usaha orang Melayu (seperti berlengahnya amerika keluar dari Iraq masa sekarang), disamping
british terus mencari formula baru untuk mengukuhkan kedudukannya disebalik tabir.


7. 1946, ditubuhnya u.m.n.o.
------------------------------

Semangat orang Melayu untuk merdeka terus berkobar-kobar dan merebak luas. Dan pada 11 mei 1946 - Parti politik Keempat orang Melayu ditubuhkan bernama United Malay National Organisation,Umno, dipimpin oleh Onn bin Jaafar (district officer pentadbiran british di Batu Pahat, yg berketurunan
turki) yang memperjuangkan nasionalisme Melayu. Umno terus didaftarkan di bawah pentadbiran british pada tahun 1946 itu juga. Nama awal Umno pada kongres bulan mac 1946, adalah pekembar, pkmb atau parti kebangsaan Melayu bersatu. Tup-tup bertukar u.m.n.o. - bahasa inggeris. Apakah psikologinya?? .. sedangkan nama 3 parti orang Melayu terdahulu berbahasa Melayu dan ketuanya berbangsa Melayu sepenuhnya. Adakah u.m.n.o. tajaan british ??


8. 1948, Hizbul Muslimin - Parti orang-orang Islam.
-----------------------------------------------------

Pada bulan Mac, 1948 - Hizbul Muslimin ditubuhkan dan adalah parti Islam Pertama orang Melayu pasca perang dunia ke 2. Ia juga merupakan Parti politik KELIMA orang Melayu, dan dipimpin oleh Guru Agama bernama Hj Abu Bakar Al-Baqir yang ingin menubuhkan Kerajaan Islam di Tanah Melayu ini.
Guru Agama itu tidak terlalu menonjol pendekatan politiknya dan banyak merendah diri, tetapi kuffar british nampak tertekan dengan perkembangan ini, dan telah terbuka tembelang penjajah nasara itu apabila terus mengishtiharkan darurat di Persekutuan Tanah Melayu mulai Jun 1948. Alasannya, 3 orang british yang mempunyai ladang dan estet di sungai siput perak dibunuh komunis.

Perintah darurat adalah helah british untuk mengukuhkan lagi tapak kuasanya di Tanah Melayu dan melengahkan lagi tuntutan merdeka. Parti politik tidak dibenarkan bergerak. Pertama sekali, british terus mengharamkan parti komunis, dan kemudian dilibatkan sekali pengharaman ke atas semua parti politik, kecuali u.m.n.o.
PKMM diharamkan kuffar british tahun 1948,
API diharamkan kuffar british tahun 1948,
AWAS diharamkan kuffar british tahun 1948, dan
HIZBUL MUSLIMIN diharamkan kuffar british bulan ogos, tahun 1948.

TETAPI u.m.n.o. tak diusik pun oleh british - hingga kini.
Adakah u.m.n.o. itu dizahirkan melalui pemikiran penjajah british??

Sedangkan rakyat dan pemimpin Parti Melayu terdahulu seperti Dr Burhanuddin Al Helmy, Ustaz Abu Bakar Al-Baqir, Pak Sako, Ahmad Boestamam dll yang masih berjuang untuk menghalau penjajah Inggeris dari terus meracuni raja, pemimpin dan orang Melayu, telah dilabel pula oleh british dan u.m.n.o. yang pro kesenangan dan pro penjajah ketika itu sebagai pengganas, "radikal", haluan kiri dan hingga ada yang dilabel komunis.

Bayangkan betapa lamanya british berhelah dan liatnya british, dari 1945 - 1957. jepun cuma memerintah Tanah Melayu selama 3 tahun(1942 - 1945) dan itulah yang sering dipropaganda media pro british sebagai kesengsaraan yang panjang, ubi kayu dsbnya. Sedangkan buruknya penjajah british yang beratus tahun menipu dan diulang kembali menjajah didiamkan saja. Adakah bangsa kita terlalu kagum akan bangsa omputeh, bahasa omputeh dan terlalu malu? 1945 - 1957 adalah lama, 12 tahun orang Melayu kerugian, dan bila merdeka itu pun bersyarat, dan kepada orang2 pilihan british. Orang2 yang sanggup menyambung dasar-dasar british tanpa merugikan ladang-ladang, estet-estet, lombong-lombong, tanah-tanah, budaya, cara hidup dan gaya pemerintahan kuku besi british.


9. 1951 - Penubuhan PAS (Jawinya "pha-alif-siin" atau
PAS)
------------------------------------------------------------

Setelah nampak kemelut dan cabaran masa akan datang untuk umat Islam dan orang Melayu ketika itu, yang mana penjajah kuffar british tidak membenarkan Parti politik tertentu bergerak, maka ahli-ahli dari Hizbul Muslimin, PKMM serta Guru Agama, Ulama dan Pemikir ISLAM di Tanah Melayu dan segelintir ahli agama umno yang insaf, telah bermesyuarat di Gunung Semanggul, Perak pada 23 Ogos, tahun 1951. Mereka membincangkan peri pentingnya mendaulatkan ISLAM di Tanahair Tercinta Orang Melayu ini. Mereka juga telah bersependapat betapa perlunya wujud suatu gerakan Islam, Siasah Islam atau Harakah Islamiyyah apabila tidak ada negara Islam di Tanah Melayu ini.

Ada segelintir "talibarut british" yang mengintai kuasa dan mengambil kesempatan ketika itu, seperti Allawi di Iraq dan Karzai di Afghanistan masa kini, memberi gelaran "Bahaya dari Gunung" terhadap PAS dan "claim" itu parti serpihan umno. Sampai sekarang pun, masih ada yang terus menyambung
lidah talibarut british itu.

Namun begitu, Hasil dari mesyuarat itu telah tertubuhnya Parti Islam SeMalaya, PAS, pada 24 November 1951, yang diketuai oleh seorang Ulama bernama Tuan Hj Ahmad Fuad. PAS merupakan Parti politik KEENAM orang Melayu di Tanah Melayu ini. Walaupun PAS telah ditubuhkan 24 Nov 1951, tetapi
tidak didaftarkan di pejabat pentadbiran british sebagai teladan bahawa persatuan ISLAM itu tidak memerlukan restu british. Itulah Hikmahnya, tambahan pula memang tidak boleh didaftarkan dalam sistem british yg masih "berdarurat", kerana british masih tidak membenarkan parti politik Melayu bergerak kecuali u.m.n.o. ketika itu.

Begitulah kesusahan dan liku-liku yang dilalui PAS. ALLAH saja yang membalas usaha baik mereka yang terdahulu, Amiin.

PAS lahir dari Pemikiran Pelbagai Ahli Agama Islam dan Para Ulama di Tanah Melayu, di Gunung Semanggul, yang telah nampak ketika itu peri pentingnya mendaulatkan ISLAM di Tanahair Tercinta Orang Melayu. Mereka telah nampak kerosakan umat di masa akan datang jika ISLAM itu diperintah menurut acuan british, bukan memerintah. Itulah niat murni mereka terhadap orang Melayu dan tanahairnya, tetapi terus dipinggirkan. Dan kini semuanya jelas bagi kita masalah pentadbiran negara tanpa etika ISLAM yang menjadi telahan mereka(Alim Ulama) satu ketika dahulu.

Telah berterusan penipuan demi penipuan yang dilakukan british terhadap orang Melayu, seperti isu malayan union (akhir 40an),perlembagaan reid (50an), jus soli (50an), memerdekakan singapura (60an), tetapi semua itu ditutup oleh media, ditutup oleh sekatan berpolitik dan sekatan maklumat.
dan parti-parti yg diterajui umno terus menyimpang dari jalan lurus dengan, belot terhadap setiakawan PAS dengan membuat rusuhan lakonan di Kelantan (akhir 70an), tragedi Memali dan seterusnya perpecahan umno kerana telah hilang berkat (80an), umno juga telah mengulangi kedurjanaan setiakawannya apabila menganiaya Anwar, setelah banyak mempergunakan Anwar dan orangnya dlm isu Islam umno (akhir 90an), semakin merebak kemungkaran yg dilakukan umno/bn dengan rasuah, skandal wang, skandal peribadi, maksiat, salah guna kuasa, melacurkan institusi awam dan
pelbagai penyelewengan (akhir 90an),

bersambung pula dengan pm baru, penipuan besar-besaran dalam PRU 11 tanpa sekelumit perasaan malu, Rakyat umum rasa malu apa yang berlaku dalam pru itu, tetapi umno/bn serta spr buat muka tak malu. perkara mungkar terus membiak, orang Melayu makin lupa daratan, berkat makin tiada, pemimpin semakin gila kuasa dan kemarok duit hingga gondol segala bukit, tamak haloba merasuk pemimpin, dan orang melayu telah mabok dunia, tsunami datang pun masih tak luwes maboknya (tahun 2000an).

sekali lagi semua itu ditutup oleh media, ditutup oleh sekatan berpolitik, berceramah dan sekatan hebahan maklumat. Media yang dikawal sepenuhnya oleh umno/bn pun tipu, dengan menyatakan penipuan, penyelewengan, rasuah, tekanan, sekatan dan kemungkaran tidak berlaku sebaliknya mendakwa semua itu adalah kesalahan dari parti-parti alternatif.

Itulah dia sistem autokrasi tersohor dalam negara umat Melayu moden, pemimpin yang telah melakukan "Total Media Control" dan memerintah cara kuku besi/isa british terhadap rakyatnya sendiri yang sememangya dhaif, untuk para pemimpin itu terus merampok hasil bumi orang Melayu, seperti guru britishnya dulu merampok hasil bumi Tanah Melayu dan mengangkutnya keluar.

Jelas sekali, orang Melayu masih lagi hilang punca, lambat bertindak dan "indecisive". Nak ikut arahan kuasa pemimpin politik atau suruhan Agama ALLAH Yang MAHA BESAR? Sungguh lemah kemahuan dan minda orang Melayu untuk meraih Kebaikan sebenar.

Kebanyakannya suka tunggu dan lihat, suka tengok orang lain, tidak usaha bersungguh-sungguh dan ada yang tidak peduli langsong apa nak jadi pada masa depan Islam, Umat, politik dan Negara. Dan dari dulu hingga kini orang Islam Melayu masih termeleh dan tidak perkasa di bawah kepimpinan pm baru, mahupun yg lama. Semakin keliru nampaknya umat Melayu adalah.

Jika betul-betul menurut ajaran Islam semua itu tak seharusnya berlaku, Bolehkah bawaan parti umno melakukannya?? Jika boleh, eloklah. Jika tidak, Apakah pilihan Rakyat ?..."Bersedialah Secukupnya Sahabatku, kerana ketikanya akan tiba dalam sekelip mata untuk meraih kemenangan", umpama surrendernya jepun dan terlepasnya peluang keemasan ketika itu untuk bebas merdeka.

Semua Rakyat terutamanya pihak parti politik seperti PAS, PKR, Barisan Alternatif, kumpulan NGOs, badan tertentu, persatuan dan semua pihak yang sayangkan negara dan generasi pewaris negara ini hendaklah jangan berhenti mengkaji secara terperinci segala bentuk kerjasama untuk membersihkan pentadbiran negara, menyelamatkan generasi muda dan membawa kesejahteraan kepada rakyat.

"Manusia politik juga hendaklah berkelaku baik dan konsisten, bertindak pantas dalam era yang sangat mencabar ini."
"Manusia politik hendaklah jujur pada diri, pengikut, parti dan sekalian rakyat."


10. Pendaftaran PAS tahun 1955
---------------------------------

Walaupun PAS secara resminya telah ditubuhkan pada 24 Nov 1951, tetapi masih tidak didaftarkan di pejabat pentadbiran british hinggalah hampir pilihanraya pertama 1955.

Tahun 1952 british telah melonggarkan batas pergerakan parti-parti politik untuk membolehkan praya majlis-majlis bandaran, menurut kaedah di London, dapat dilaksanakan dalam Tanah Melayu. Media dan akhbar pro british telah menutup kredibiliti Pemimpin dan Parti PAS, dan PAS tidak menyertai praya bandaran itu kerana tidak berdaftar dengan british. Hidup rakyat tidak selesa dan ruang menyebarkan PAS adalah sempit ketika itu.

penjajah british terus melakukan perang saraf untuk menakutkan rakyat melalui tempoh darurat itu (1948 - 1960) supaya british kukuh bertapak lagi.
malah birokrasi britishlah yang menetapkan bahawa untuk Pilihanraya pertama Persekutuan Tanah Melayu - semua parti politik mesti berdaftar dengan pentadbir british. Apa hak british membuat peraturan itu di rumah dan tanahair orang Melayu, sedangkan rumah dan tanahair british nun jauuh ribuan batu dari Tanah Melayu?? Sebenarnya british sudah tiada kuasa lagi mentadbir di Tanah Melayu dan menasihati raja-raja Melayu ketika itu, setelah lari dari jepun.

Di manakah silapnya orang-orang Melayu?? Di manakah kerjasama Raja-raja, Pemimpin politik Melayu, Alim Ulama Melayu, Askar Melayu, Pahlawan
Melayu, Pendekar Melayu dan Orang-orang Melayu ketika itu? Adakah kesepakatan yang wujud antara semua itu? Sudah hilangkah semua Ajaran ISLAM dan Amalan ISLAM masing-masing? Kenapa tak dipedulikan dan dibiarkan saja kuffar british menyelongkar tanahair, rumah hingga ke dapur kita?? Apa sudah jadi? Adakah itu natijah dari asohan ala barat dan nasihat british yg lebih seratus tahun itu? Sungguh terhina rasanya menyingkap sejarah silam orang Melayu.

Jangan didekati lagi cara barat, resam barat, budaya nasara, pemalsuan yahudi dan nasihat british, wahai Bangsaku ! Telah terbukti ia palsu dan kita diaibkan.
- Parti Umno telah berdaftar dengan pentadbir british, tetapi tidak menentu dan telah bergolak ketika itu, hingga Onn Jaafar keluar umno buat kali ke 2, dan akhirnya menubuhkan parti Malaya Merdeka, MP atau IMP inggerisnya, pada bulan Ogos 1951. Tahun 1953 IMP dibubarkannya dan ditubuhnya pula Parti Negara, februari 1954. Apakah penyebab malangnya nasib beliau? Setelah pilihanraya majlis-majlis bandaran, Umno dan Mca telah berpakat menubuhkan parti perikatan pada bulan mac 1953, kemudian disusuli Mic menjadi anggota pada bulan april, 1955.

kuffar british yg semakin kukuh kuasanya melalui pembelian masa dari orang-orang Melayu, telah tidak henti mahu menyekat pengaruh beberapa parti lain, termasuklah PAS ketika itu. media british terus membasuh minda rakyat bahawa parti yg direstuinya saja mampu mentadbir Tanah Melayu ini.
perang saraf menakutkan rakyat terus dilakukan british dan itulah tipu helah british sebagai sumber ilham kekuasaannya. Dan untuk menyertai Pilihanraya pertama Persekutuan Tanah Melayu (Julai 1955) - semua parti politik mesti berdaftar dengan pentadbir british.

Namun PAS tetap tidak berputus asa untuk menghadapi birokrasi british itu demi masa depan Islam, Rakyat dan Negara. Dan dari Pertolongan ALLAH SWT jua serta berkat usaha, doa dan kebijaksanaan Pemimpin Islam dan Ulama ketika itu, Parti Islam Se-Malaysia, PAS berjaya juga didaftarkan sebagai sebuah organisasi politik pada 31hb. Mei 1955 dengan Nombor Pendaftaran 733 (Penang). Pendaftaran itu telah membolehkan PAS menyertai pilihanraya pertama Negara pada bulan Julai 1955.(bayangkan 1 bulan saja persediaan PAS ketika itu, berbanding perikatan yg telah berlari dahulu)

Pendaftaran itu pula melalui seorang kerani India yang kenal dengan Almarhum Dr Hj Abbas, YDP PAS kedua. Untuk makluman pembaca;
Presiden dan Yang Dipertua PAS hingga kini adalah 8.
1. Tuan Hj Ahmad Fuad } Ulama
2. Dr Hj Abbas Alias } Professional
3. Dr Burhanuddin Al-Helmi } Professional
4. Dr Zulkifli Mohamad } Professional
5. Dato' Hj Mohd Asri Muda } Ulama
6. Tuan Hj Yusof Rawa } Ulama
7. Datuk Hj Fadzil Mohd Noor } Ulama
8. Dato'Seri TG Hj Abd Hadi Awang } Ulama

dan kerani India itu pernah dibantu oleh Almarhum Dr Abbas ketika susah tiada kerja dahulu, sebelum beliau menjawat jawatan kerani dengan british.

Dan kebetulan pula hari itu pegawai british atasan tidak ada di pejabat pendaftar pertubuhan dan kelulusan zaman itu boleh dibuat oleh kerani kanan
(cc) itu saja - maka PAS pun berjaya didaftarkan pada 31hb. Mei 1955 untuk menyertai pilihanraya pertama dengan izin ALLAH SWT. Sesudah itu hinggalah kini menjadi sejarah. Tanyalah orang lama PAS dan dapatkan pengesahan. Hikmahnya, pendaftaran PAS tidak melalui manusia british, tetapi rakyat Malaya sendiri.

Pencapaian PAS dalam pilihanraya pertama tidak seberapa (PAS 1 kerusi, perikatan 51 dan jumlah 52 kerusi) sebab ramai yang percaya agenda
menakut-nakutkan rakyat oleh parti perikatan. Peranan media british pun telah membuat ramai yang sangsi dengan Politik ISLAM hinggalah ke hari ini.

Beza, jauh bezanya penubuhan PAS dengan u.m.n.o. Begitu juga kesusahan dan liku-liku yang dilalui PAS. Mereka tetap sabar dan beristiqamah. ALLAH saja yang Lebih Tahu dan membalas usaha baik mereka yang terdahulu, Amiin.

Kini PAS adalah pertubuhan berdaftar dan ia bukan pertubuhan bawah tanah. Dasar PAS ialah ISLAM dan seruan PAS ialah ALLAHU AKBAR.

Matlamat PAS ialah;
1. Memperjuangkan wujudnya di dalam negara ini sebuah masyarakat dan pemerintahan yang terlaksana di dalamnya nilai-nilai hidup Islam dan hukum-hukumnya menuju keredhaan ALLAH.
2. PAS mempertahankan kesucian Islam serta kedaulatan dan kemerdekaan negara.
Dapatkan maklumat lanjut dari markas PAS atau cawangan PAS berdekatan.

Hati-hatilah membaca sejarah, kerana kebanyakan teks sejarah ditulis oleh mereka yang pro penjajah, pro kesenangan, pro mahu berkuasa, pro kuasa nasara, pro orientalis, pro membenci Pejuang Islam. Apatah lagi mereka telah menang cara resapan sekular dan cara penipuan yahudi yang sangat berleluasa di seluruh dunia masa kini.

Hati-hatilah bila menulis, membaca sejarah dari mindset pro penjajah british, dan
Hati-hatilah menuruti pemikiran pengampu british yang terus mahu berkuasa dan memperkudakan kamu.

ALLAH Maha MENGETAHUI.

ALLAH U AKBAR!
ALLAH U AKBAR!
ALLAH U AKBAR!

[ Post a Reply to This Message ]
Subject: Sejarah Penubuhan PAS


Author:
siswasiswi
[Edit]

Date Posted: 13:33:13 09/12/05 Mon

MENGIKUT satu fakta sejarah, PAS telah ditubuhkan secara rasmi pada tanggal 23 Ogos 1951. Bagaimanapun, ada fakta lain yang menyebut bahawa PAS ditubuhkan pada 24 November 1951 (Warta Negara, 26 November 1951 dan Utusan Melayu 25 November 1951).

Walaupun di sini terdapat dua tarikh yang berbeza, namun bagi ahli-ahli sejarah dan tokoh-tokoh lama dalam PAS, fakta kedua (24 November 1951) adalah tarikh kepastian PAS ditubuhkan.

Parti Islam Se-Malaysia kemudiannya telah didaftarkan sebagai sebuah organisasi pada 31hb. Mei 1955 dengan Nombor Pendaftaran. 733 (Penang).

PAS atau Persatuan lslam Se-Malaya (nama asalnya) adalah satu-satunya pertubuhan atau parti politik Melayu yang berteraskan kepada lslam yang ditubuhkan sebelum merdeka sesudah Hizbul Muslimin diharamkan oleh penjajah pada tahun 1948.

Golongan reformasi ini bukan sahaja berjaya menyedarkan masyarakat Melayu tentang betapa pentingnya menghapuskan penjajah barat bagi mewujudkan sebuah negara lslam, tetapi turut menyuarakan pendapat bahawa kelemahan umat lslam sebenarnya adalah berpunca daripada masyarakat lslam yang tidak mahu mengikut ajaran lslam dengan betul sebagaimana yang terkandung di dalam al-Quran dan Sunnah.

Dalam usaha mereka menyedarkan masyarakat tentang betapa pentingnya kembali semula kepada lslam, pada tahun 1906 mereka telah berjaya menerbitkan sebuah majalah di Singapura yang diberi nama al-lmam. Selanjutnya pada tahun 1925 terbit pula akhbar Edaran Zaman di Pulau Pinang, majalah al-Ikhwal pada tahun 1926 dan Suara pada tahun 1928.

Dengan terbitnya akhbar dan majalah tersebut, golongan ini telah berjaya mencetuskan Revolusi lntelektual di kalangan masyarakat Melayu dan akhirnya bibit-bibit kesedaran yang ditanamkan itu telah mendorong masyarakat Melayu untuk menubuhkan beberapa kesatuan atau pertubuhan bagi memajukan bangsa Melayu dan umat lslam pada tahun-tahun berikutnya.

Persatuan Melayu pertama bercorak politik secara nyata ditubuhkan di negara ini ialah Kesatuan Melayu Muda (KMM) pimpinan lbrahim Haji Yaakob. la ditubuhkan pada Mei 1937. Kesatuan ini ditubuhkan atas kesedaran mahu memperjuangkan kemerdekaan negara serta membebaskan Tanah Melayu daripada terus ditindas dan dijajah oleh penjajah British.

Malangnya, kesatuan ini tidak dapat bertahan lama kerana ia telah diharamkan oleh Jepun semasa Jepun menguasai Tanah Melayu pada tahun 1941 - 1945.

Selepas tamatnya Perang Dunia Kedua, sebuah parti politik baru Melayu dibentuk, iaitu Parti Kebangsaan Melayu Malaya (PKMM). la ditubuhkan pada 17 Oktober 1945 di lpoh, Perak. Pemimpin awalnya ialah Mokhtaruddin Lasso, yang kemudiannya berpindah tangan kepada Dr. Burhanuddin al-Helmi - iaitu seorang tokoh agama yang mampu menguasai bahasa Arab dan lnggeris disamping bahasa Melayu. PKMM telah mengisytiharkan matlamatnya untuk mencapai kemerdekaan negara secara penuh.

Dr. Burhanuddin banyak berkorban untuk PKMM dan beliau mendapat kepercayaan golongan agama untuk menyertai gerakan politik bagi menentang penjajah.

PKMM telah berjaya memperluaskan pengaruhnya dalam masyarakat Melayu sehingga ia berjaya menubuhkan pula beberapa sayap atau bahagian dalam struktur organisasinya.

Selain Angkatan Pemuda Insaf (API), Angkatan Wanita Sedar (AWAS) dan Barisan Tani Se-Malaya (BATAS), Majlis Agama Tertingga Se-Malaya (MATA) juga merupakan antara sayap atau bahagian dalam struktur organisasi PKMM.

MATA merupakan bahagian agama parti berkenaan. Melalui MATA dalam satu mesyuarat agung tahunannya telah berjaya melahirkan Hizbul Muslimin pada 14 Mac 1948. Tujuan PKMM melahirkan Hizbul Muslimin sebagai sayapnya adalah bagi mengumpulkan tenaga para ulama.

Sebagai sebuah parti lslam pertama di negara ini, Hizbul Muslimin yang dipimpin oleh Ustaz Abu Bakar al-Baqir mempunyai matlamat untuk mencapai kemerdekaan negara yang berdaulat bagi membentuk sebuah masyarakat yang berasaskan kepada kefahaman lslam serta mewujudkan sebuah negara lslam atau Darul lslam. Dalam pendiriannya, ia menyokong PKMM tetapi sekeras-kerasnya menolak perjuangan UMNO.

Bagaimanapun, riwayat hidup Hizbul Muslimin berakhir pada Ogos 1948 apabila British bertindak mengharamkannya disamping menahan seramai tujuh orang pucuk pimpinannya, termasuklah Ustaz Abu Bakar al-Baqir sendiri di bawah Undang-undang Darurat atau Emergency Regulations.

Sungguhpun aktiviti Hizbul Muslimin terhenti, namun keghairahan sokongan rakyat khususnya dari alim ulama terhadap perjuangan politiknya amatlah memberangsangkan. Semangat dan sokongan kental inilah yang akhirnya merintis jalan mudah ke arah penubuhan PAS pada tahun 1951.

Dalam hal ini, ramai ahli sejarah berpendapat penghargaan dan pengiktirafan perlulah dihulurkan kepada Ustaz Abu Bakar al-Baqir, pemimpin MATA dan seterusnya Hizbul Muslimin yang telah menggarap sebahagian besar dari ground work bagi melebarkan persekitaran untuk memudahkan penubuhan PAS.

Peranan Hizbul Muslimin dalam penubuhan PAS lebih tertonjol lagi apabila sebahagian besar dari bekas pucuk pimpinan pusatnya turut menyertai PAS dan memainkan peranan secara aktif. Mereka antaranya termasuklah Ustaz Othman Hamzah, Ustaz Baharuddin Abd. Latiff, Tuan Haji Khaider Khatib dan Ustaz Yunus Haji Yatimi.

Besar kemungkinan juga Bahagian Agama UMNO yang dipimpin oleh Ustaz Ahmad Fuad Hassan turut diresapi dengan pengaruh Hizbul Muslimin ini. Tambahan lagi ramai pemimpin agama dalam UMNO ketika itu kecewa dengan pucuk pimpinan mereka yang bercadang untuk menaja perjudian (loteri).

Tidak dapat dinafikan bahawa rancangan awal penubuhan PAS sebenarnya adalah ditimbulkan oleh sebahagian besar ahli-ahli agama di dalam UMNO semasa berlangsungnya Muktamar Ulama Ketiga di Bangunan Kelab UMNO Bagan, Butterworth dengan penitia penajanya terdiri daripada:

a. Ustaz Haji Ahmad Fuad Hassan - Pengerusi

b. Ustaz Haji Ahmad Maliki - Setiausaha

c. Tuan Haji Ahmad Badawi Abdullah - Anggota

d. Tuan Haji Ahmad Ghazali Abdullah - Anggota

e. Tuan Haji Ahmad Tuan Hussein - Anggota

f. Tuan Haji Mansor J.P - Anggota

g. Dua tiga orang ulama yang menjadi ahli dari Selangor dan Negeri Sembilan.


Penitia penaja inilah yang berusaha merangka perlembagaan serta menamakan pertubuhan yang dicita-citakan itu - iaitu dengan nama Pertubuhan Ulama Se-Malaya. Penitia ini telah berusaha mengadakan persidangan dengan persatuan-persatuan kebajikan Melayu atau lslam, Majlis Agama lslam Negeri, ulama perseorangan, para kadhi dan juga mufti.

Walaupun perhimpunan ulama dan orang perseorangan yang dianjurkan oleh Bahagian Agama UMNO itu pada mulanya berjaya menubuhkan Pertubuhan Ulama, tetapi atas inisiatif Ustaz Othman Hamzah, bekas Ahli Jawatankuasa Hizbul Muslimin yang mewakili Persatuan al-Ehya as-Syariff, Gunong Semanggol berjaya melahirkan Persatuan lslam Se-Malaya (PAS) bagi menggantikan Pertubuhan Ulama Se-Malaya yang dicadangkan pada mulanya.

Maka PAS telah ditubuhkan secara rasmi hasil dari perhimpunan atau muktamar tersebut, yang antaranya turut disertai oleh:

a. Persatuan guru-guru agama dari Perlis.

b. Persatuan ulama dari Kedah.

c. Persatuan anak-anak Kalimantan Malaya (PERKAM) Perak.

d. Kelab Darul Ehsan dari Selangor.

e. Kelab Melayu Bagan dari Seberang Prai.

f. Persatuan al-Ehya as-Syariff, Gunong Semanggol, Perak.

g. Perikatan Melayu Bersatu dari Seberang Prai dan Pulau Pinang.

h. Dan lain-lain badan kebajikan, kelab atau jamaah terutamanya dari Seberang Prai dan Pulau Pinang.


Juga hadir sama beberapa orang Tuan Guru, wartawan, imam dan kadhi atas nama peribadi.

Adapun Perlembagaan awal PAS yang digariskan itu mempunyai empat tujuan, iaitu:

PERTAMA: Mewujudkan satu perikatan persaudaraan lslam untuk membentuk satu tenaga bersama bagi menyelenggarakan segala tuntutan lslam dan siasah yang berdasarkan demokrasi.

KEDUA: Menumpukan segala ikhtiar dan tenaga untuk menyatukan Perlembagaan pentadbiran agama di seluruh negara.

KETIGA: Memelihara dan mempertahankan hak-hak kepentingan dan kehormatan agama dan umat lslam.

KEEMPAT: Bekerjasama dengan pertubuhan-pertubuhan siasah yang lain di dalam negara ini, yang dasar dan tujuannya tidak berlawanan dengan ajaran lslam dalam mencapai demokrasi, keadilan masyarakat dan kemanusiaan.


Antara barisan kepimpinan pertama yang dilantik menerajui PAS termasuklah:

a. Tuan Haji Ahmad Fuad Hassan - Yang Dipertua Agung

b. Tuan Haji Ahmad Ghazali Abdullah - Timbalan Yang Dipertua Agung

c. Tuan haji Hussin Che Dol - Naib Yang Dipertua Agung (Utara)

d. Fakir Muhammad Nor - Naib Yang Dipertua Agung (Tengah)

e. Abdul Rahman Jamaluddin al-Jambuli - Naib Yang Dipertua Agung (Selatan)

f. Tuan Haji Ahmad Maliki - Setiausaha Agung

g. Tuan Haji Ahmad Tuan Hussein - Bendahari Agung

Ahli Jawatankuasa Agung pula terdiri daripada:

a. Tuan Haji Yahya Joned

b. Tuan Haji Uthman Talib

c. Tuan Haji Mohammad Nor

d. Tuan Haji Zabidi Ali

e. Tuan Haji Abdul Wahab

f. Tuan Haji Assaiya

g. Muhammad Mahzub

h. Tuan Haji Ahmad Nadur.

Jika dilihat kepada persatuan, peribadi dan jumlah yang hadir semasa perhimpunan atau muktamar penubuhan PAS itu, yang kebanyakannya terdiri dari tokoh-tokoh agama, maka secara tidak langsung menunjukkan bahawa elemen dan semangat perjuangan lslam telah tersemai bersama PAS semenjak awal penubuhannya lagi.

Elemen lslam dalam PAS ini lebih terserlah lagi apabila usaha yang dibawa oleh Yang Dipertua Agung Pertamanya, Ustaz Haji Ahmad Fuad Hassan untuk menyetujui gagasan National Conference tajaan Dato’ Onn Jaafar (ramai yang berpendapat di sini bahawa Haji Ahmad Fuad mungkin terpengaruh dengan cara politik Dato’ Onn yang juga merupakan rakan karib beliau) tidak diterima oleh ahli dan penyokong-penyokong PAS.

Kegagalan Haji Ahmad Fuad mendapatkan sokongan ahli dan penyokong-penyokong PAS ini sekali lagi menunjukkan bahawa kesedaran mendalam mengenai politik lslam di kalangan ahli dan penyokongnya telah wujud walaupun PAS sendiri ketika itu masih berada pada tahap yang lemah.

Akhirnya, dalam satu Perhimpunan Khas pada September 1953, Haji Ahmad Fuad terpaksa mengambil jalan keluar dengan meninggalkan PAS bagi bersama-sama Dato’ Onn (menyertai Parti Negara).

Kesedaran lslam di kalangan ahli dan penyokong PAS inilah yang menjadikan satu ciri keistimewaan kepada perjuangan PAS walaupun sepanjang sejarah perjuangannya ramai di kalangan pemimpin atasnya meninggalkan parti, namun parti terus hidup, malah lebih kental dan subur.

[ Post a Reply to This Message ]
Subject: Arah tuju bangsa kita


Author:
Kak sampah
[Edit]

Date Posted: 13:03:53 09/12/05 Mon

"Dalam hal ini, perlulah diingat perintah al-Quran yang dinyatakan sebagai li-ta'arafu-saling kenal mengenal-ditujukan kepada seluruh manusia, bukan kepada orang Islam saja..."

Dato' Seri Anwar Ibrahim, Gelombang Kebangkitan Asia

Dasar pecah dan perintah yang diamalkan oleh penjajah dahulu untuk menguasai tanah air terus meninggalkan kesannya hingga ke hari ini. Suatu ketika dahulu, bangsa Cina dan India tidak menganggap negara ini tanah air mereka, kerana mereka tidak diterima oleh anak watan dan kerana mereka masih lagi mempunyai semangat kebangsaan yang kuat. Sekolah-sekolah vernakular memandang ke negara Cina dan India untuk kurikulum, guru dan buku teks. Malayan Union yang diwarwarkan oleh kolonialis ditentang hebat oleh bangsa Melayu kerana penghakisan kedaulatan raja-raja Melayu dan hak-hak istimewa Melayu. Selepas itu, senario politik negara dikuasai oleh gabungan parti-parti yang berkiblatkan isu-isu perkauman sempit-UMNO, MCA dan MIC. Parti-parti bertunjangkan agama-PAS dan yang berhaluan kiri seperti PRM, Parti Buruh dan Parti Progresif Rakyat (PPP) terpinggir.

Selepas masalah etnik melihat Kota Singa meninggalkan Persekutuan Malaysia, negara dikejutkan lagi dengan peristiwa hitam 13 Mei 1969. Ini telah mengejutkan pemimpin-pemimpin negara kiranya tanpa pengagihan kekayaan yang adil antara kumpulan etnik yang pelbagai di Malaysia, akan timbullah masalah perkauman yang akan meruntuhkan struktur sosial masyarakat. DEB diperkenalkan, namun tujuannya yang murni dan suci tercemar oleh pemimpin-pemimpin yang menggunakan DEB sebagai peluang untuk memperkayakan diri mereka dan keluarga mereka. Bangsa bukan Melayu berasa gusar dengan kehadiran DEB, dan kegusaran ini digambarkan apabila DAP makin mendapat sambutan berbanding MCA dan MIC yang mereka anggap telah menjual hak bangsa mereka. Akhirnya UMNO tunduk dan mula memperkenalkan dasar liberalisasi terhadap pelbagai aspek bangsa Cina, walaupun lebih berbentuk kosmetik, dan ini mula menghilangkan tembok antara bangsa Cina dan bangsa Melayu. Kerajaan bagaimanapun telah ketandusan idea barangkali apabila memilih taktik jelek dalam menakutkan pengundi bukan Islam ketika pilihanraya 1999 yang menyaksikan kehilangan kerusi ketara bagi UMNO terhadap musuh ketatnya PAS. Tiada siapa dapat menafikan kunci kemenangan BN terletak pada pengundi bukan Melayu yang takut akan terjadi pertumpahan darah yang dahsyat sebagaimana di Indonesia akan berlangsung di jalan-jalan Kuala Lumpur juga. Menurut M.G.G. Pillai di dalam kolum Harakahnya, "Setiap pilihanraya sejak itu (pilihanraya 1999) membuktikan bahawa UMNO sudah kehilangan sokongan masyarakat Melayu dan terus berkuasa dengan sokongan bukan Melayu..."

Sememangya, sejak kita merdeka 48 tahun yang lalu, kita gagal melihat satu bangsa Malaysia yang benar-benar bersatu terbentuk. Tidak dinafikan bahawa perbezaan etnik makin diatasi, namun kemajuan yang kita capai cukup sedikit jika dibanding dengan kemajuan material kita. Kontroversi hebat hasil tuntutan Suqiu - hingga Perdana Menteri menggelarkan mereka komunis, satu tuduhan yang berat bagi negara konservatif seperti kita ini; membuktikan kita masih perlu melalui perjalanan yang jauh. Di mana silapnya? Mengapa isu politik kita masih mengikuti garis-garis etnik yang mundur? Mengapa wujud prasangka antara kaum Tionghua dan India, antara India dan Melayu dan antara Melayu dan Tionghua?

Jawapannya cukup mudah. Silap besarnya letak pada pemimpin. Pemimpin punya kuasa untuk mengubah sistem, dan sistem berkuasa mengubah masyarakat. Pemimpin kita belum benar-benar berani membuang jauh-jauh prinsip nasionalisme bertunjangkan etnik sebagaimana Malcolm-X mengisytiharkan perubahan pendiriannya dari seorang Black Muslim yang ekstremis kepada seorang Muslim yang berpegang pada sifat universal Islam.

Parti-parti yang menjadi mangsa sejarah karangan UMNO seperti Parti Kebangsaan Melayu Malaya (PKMM), Parti Buruh, Parti Rakyat dan Parti Kemerdekaan Malaya (IMP) dahulu berani untuk menjangkau pemikiran masyarakat yang masih didalangi semangat perkauman yang tebal. Tokoh pejuang kemerdekaan agung Dr. Burhanuddin Al-Helmy, pemimpin PKMM dan PAS misalnya, menggagaskan idea satu bangsa satu negara di mana bangsa Cina dan India diiktiraf rakyat Tanah Melayu dan dianggap satu bangsa dengan anak-anak watan.

Namun pemimpin kita pada awal dahulu lupa akan nasib anak bangsa dan tidak memandang serius bara perkauman yang mula membakar di dalam sekam rakyat. Apabila 13 Mei tercetus, para pelajar dengan lantang menyuarakan kritikan terhadap Tunku Abdul Rahman. Mereka terus lantang mengutuk saf kepimpinan negara dengan pemecatan Dr. Mahathir (sesungguhnya hidup ini umpama roda). Peristiwa Baling membuktikan kerajaan masih tidak berjaya mengatasi masalah pengagihan kemewahan secara menyeluruh. Sekolah-sekolah vernakular telah meninggalkan satu parut yang dalam di dalam jiwa raga anak-anak bangsa.

Parti DAP sebelum ini yang dilihat dengan rasa gusar di kalangan bumiputera telah membuktikan ketulusan perjuangan mereka apabila Lim Guan Eng mengorbankan 18 bulannya bagi membela gadis Melayu. Di Kelantan dan kini Terengganu, bangsa bukan Melayu menikmati keadilan dan ketelusan pemerintah yang belum mereka rasai di bawah BN yang korup. Senario selepas kegawatan politik 1998 di mana parti - parti yang bertentangan dari sudut ideologi - PAS dan DAP, di samping pelbagai kumpulan NGO, gerakan Islam dan pelajar bernaung di bawah GERAK dan kemudian PAS, DAP, Keadilan dan PRM menggembeling tenaga di dalam Barisan Alternatif; mencatat satu lembaran baru di dalam sejarah politik negara. Ini boleh dianggap perkembangan positif ke arah pembentukan bangsa Malaysia yang baru, bangsa Malaysia yang bersatu.

Di kampus-kampus seluruh negara para mahasiswa yang mendukung perubahahan mula mengatasi perbezaan antara kaum bagi membentuk gagasan-gagasan 'broad based' seperti Gagasan Mahasiswa Universiti Malaya dan lain-lain lagi; dan lebih menggembirakan lagi, organisasi-organisasi ini memegang tampuk perwakilan pelajar di kampus-kampus.

Tahun-tahun mendatang akan melihat kita mempunyai peluang untuk mengubah negara. Untuk mengubah sistem. Untuk mengubah masyarakat. Siapa di antara kita berani menjadi Presiden Johnson dengan program 'Great Society'nya atau Nelson Mandela yang membuktikan kemunduran sistem berasaskan etnik? Para mahasiswa dan belia amnya harus bangkit dari kealpaan, kejelekan yang kolot, membina rangkaian supra-etnik bagi membentuk bangsa Malaysia yang baru. Tidak salah kita membincangkan keadilan dan kerelevanan DEB, mempersoal perihal pentingkah lagi sekolah sekolah vernakular di dalam kamus pendidikan global abad ke-21 dan apa status non-Muslim di dalam sebuah kerajaan Islam. Selama ini kita cuma berani memperkatakan hal-hal ini di kedai-kedai kopi, di bilik tidur kita. Perbincangan intelektual mengenainya dihalang oleh pelbagai akta yang merimaskan. Hapuskan syak wasangka, perasaan benci dan takut. Kita semua rakyat Malaysia.

[ Post a Reply to This Message ]
Subject: Umno pemecah perpaduan melayu


Author:
Kak sampah
[Edit]

Date Posted: 12:27:55 09/12/05 Mon

Perpaduan Melayu sering diwar-warkan oleh pimpinan UMNO. UMNO sering memperkecilkan pembangkang Melayu dan mendesak mereka untuk bergabung dengan UMNO, demi "perpaduan Melayu". Walau bagaimanapun, perpaduan Melayu ini hanyalah diucapkan apabila UMNO menghadapi cabaran politik, dan digunakan demi 'survival' politik UMNO semata-mata.

Dari aspek sejarah, ini timbul berikutan berkumpulnya pertubuhan-pertubuhan Melayu pada 1946 untuk menentang rancangan Malayan Union, yang mana telah menjadi titik kelahiran UMNO. Maka perpaduan Melayu menjadi penyebab kelahiran UMNO.

Tetapi dari dahulu lagi wujudnya perbezaan pendapat yang telah mencabar dominasi UMNO terhadap sokongan politik orang Melayu. Parti Kebangsaan Melayu Malaya pimpinan Pak Sako dan Dr. Burhanuddin Al Helmy misalnya, melancarkan PUTERA atau Pusat Tenaga Rakyat bersama-sama Angkatan Pemuda Insaf (API) pimpinan Ahmad Boestamam dan Angkatan Wanita Sedar (AWAS) pimpinan Shamsiah Fakeh. Kematangan visi politik mereka terlihat lagi dengan gabungan PUTERA dengan kumpulan progresif bukan Melayu, All Malaya Council for Joint Action (AMCJA). Namun dengan tekanan oleh penjajah British, AMCJA-PUTERA akhirnya terkubur.

Pengasas UMNO sendiri, Dato' Onn kemudian berusaha untuk meluaskan visi politik UMNO dengan membuka keahlian kepada semua warga Tanah Melayu, termasuk yang bukan Melayu. Cadangannya ini ditolak oleh parti dan presiden UMNO tersebut menubuhkan Independence Malaya Party (IMP) yang gagal mendapat sokongan rakyat.

Tidak lama kemudian, golongan agama dari dalam UMNO menubuhkan PAS, yang kemudian mengambil Dr. Burhanuddin menjadi pemimpinnya, dan menjadi 'rival' UMNO untuk meraih sokongan umat Melayu-Islam sehingga hari ini.

Selepas tragedi 13 Mei 1969 meletus, PAS di bawah pimpinan Datuk Asri Muda mengambil keputusan untuk bergabung dengan Parti Perikatan dalam gagasan baru Barisan Nasional. Yang harus diingat di sini ialah dalam keadaan genting 1969, PASlah yang bersedia untuk bergabung dengan UMNO untuk memastikan bukan sahaja perpaduan bangsa Melayu, tetapi rakyat Malaysia keseluruhannya.

Tetapi PAS tidak bertahan lama di dalam BN. Yang anehnya, PAS ditendang keluar dari BN bukan kerana pilihan sendiri, tetapi tekanan dari elemen-elemen tertentu dari UMNO yang tidak berpuas hati dengan PAS, dan campurtangan mereka dalam hal ehwal dalaman PAS. Jika benar penyertaan PAS ke
dalam BN telah mengukuhkan perpaduan Melayu, perpaduan yang sama telah dirobekkan oleh UMNO sendiri.

Isu perpaduan Melayu ini sekali lagi mendapat perhatian apabila UMNO berpecah pada 1987. Golongan Team A telah memecat Tun Salleh Abas yang merupakan Ketua Hakim Negara kerana beliau telah mengisytiharkan UMNO pertubuhan yang haram, berikutan penipuan yang wujud dalam pemilihan parti.

Mereka ini kemudiannya membentuk UMNO Baru, sementara Team B menjadi Semangat 46. Perpaduan Melayu / UMNO dalam hal ini dihancurkan sekali lagi oleh permainan politik dalaman UMNO.

Semangat 46 tidak bertahan lama. Selepas mengharungi dua pilihanraya bersama PAS, Semangat 46 akhirnya bertindak untuk menyertai UMNO semula.

Tetapi pada tahun 1998, Datuk Seri Anwar Ibrahim, Timbalan Perdana Menteri pada waktu itu dipecat. Kesan pemecatannya, ramai ahli UMNO yang berduyun-duyun menyertai PAS, dan kemudiannya membentuk parti pelbagai kaum yang baru, iaitu Parti Keadilan Nasional (yang kini menjadi Parti Keadilan Rakyat). Tindakan zalim Tun Dr. Mahathir Mohammad telah mencipta penentangan yang tiada tolok bandingnya dalam sejarah politik negara.

Kesannya, UMNO pada pilihanraya 1999 kehilangan banyak kerusi, dan banyak 'heavyweight' UMNO yang kecundang. Menyedari kehilangan sokongan besar pengundi Melayu tersebut, Mahathir menggelarkan bangsa Melayu sebagai bangsa yang "mudah lupa" dan isu perpaduan Melayu dimainkan semula.

Siapa yang menggerakkan perpecahan itu? Jangan salahkan kem Reformasi yang bangkit menentang, kerana mereka hanya ingin memperjuangkan keadilan.

Siapa yang mula-mula memecat Anwar? Dr. Mahathir. Mengapa mereka memecat Anwar? Adakah kerana Anwar agen IMF / CIA yang sering diwar-warkan? Atau kerana soal liwat yang kini sudah tidak disebut lagi oleh media perdana?

Mahathir memecat Anwar kerana beliau takut akan pengaruh Anwar. Beliau juga tersentak dengan Anwar menghalang wang rakyat digunakan membantu seorang dua ahli-ahli korporat yang rapat dengannya. Bantuan-bantuan tersebut bukan untuk menyelamatkan orang Melayu yang berada di bawah, tetapi

seorang dua towkay yang berkepentingan. Bantuan tersebut tidak dapat diberikan sekiranya Anwar tegas dengan pendiriannya, dan meneruskan dasar-dasar yang mesra rakyat seperti anti-rasuah dan juga perumahan kos rendah. Dasar-dasar tersebut lebih penting untuk kebajikan semua rakyat Malaysia, termasuk bangsa Melayu yang berpendapatan rendah.

Jadi agak ganjil apabila UMNO menyamakan perpaduan Melayu dengan bersatu di dalam UMNO.

Tambahan lagi, kita sememangnya mengamalkan sistem demokrasi, sebagaimana yang termaktub di dalam perlembagaan kita. Demokrasi memberi peluang kepada pelbagai parti-parti politik untuk bertanding, maka tak timbul isu kewujudan pelbagai parti sebagai punca perpecahan. Jika pelbagai parti itu mengundang perpecahan, mengapa UMNO tak haramkan sahaja parti-parti pembangkang dan jadikan Malaysia sebagai negara satu parti secara rasmi.

Jika kita ingin membenarkan demokrasi, kita seharusnya akur dengan undang-undang demokrasi.

Adanya pelbagai parti politik memberikan rakyat peluang memilih, dan memastikan akauntabiliti kerajaan. Pada 1970an ketika PAS dan UMNO berada di dalam BN, kehilangan pilihan demokratik bagi masyarakat Melayu membawa kepada kepada satu vakum, yang diisi oleh ABIM dan gerakan mahasiswa pimpinan Anwar Ibrahim. Orang Melayu waktu itu tidak lagi dapat menjadikan PAS sebagai tempat mereka mengadu apabila tidak puas hati dengan kerajaan, maka dengan semulajadinya mencari platform baru.

Hakikatnya, banyak lagi isu-isu penting seperti salahguna kuasa, perpaduan rakyat Malaysia amnya, demokrasi, kebebasan media dan lain-lain lagi yang diperjuangkan Parti Keadilan Rakyat, yang harus dipertimbangkan sebelum kita terlalu taksub dengan isu perpaduan Melayu. Perpaduan Melayu menjadi topeng UMNO untuk kepentingan politik mereka. Kita dapat lihat bagaimana ketika keadaan betul-betul mendesak seperti selepas tragedi 1970an, PAS sanggup untuk bergabung dengan UMNO demi kepentingan rakyat. Tetapi pada waktu lain, ada kepentingan lain yang harus kita perjuangkan.

[ Post a Reply to This Message ]
Subject: Bukti Umno lahir dari dokongan Penjajah Inggeris


Author:
Kak sampah
[Edit]

Date Posted: 12:11:29 09/12/05 Mon

Berpuluh-puluh tahun sebelum 31 Ogos 1957, tanah melayu berada di dalam keadaan yang sungguh tidak aman. Di sana-sini lahirnya pejuang bangsa yang menuntut kemerdekaan dari penjajah "nyata" iaitu inggeris.


Dalam masa yang sama, lahirlah parti atau pertubuhan yang menjadi landasan bagi pejuang bangsa ini. Antaranya HIzbul muslimin iaitu parti gerakan islam pertama di tanah melayu, PKMM (parti kebangsaan melayu malaya.) Sayap pemuda PKMM iaitu API (Angkatan pemuda Insaf) dan AWAS (angkatan wanita insaf ) sebagai sayap wanita. PETA (pembela Tanahair) BATAS (Barisan Tani Malaya), dan Malayan Democratis Youth League. Dan kesemua parti ini telah diHARAMkan kecuali UMNO.

Mengapa UMNO tidak diharamkan?????ini adalah kerana UMNO adalah parti belaan,didikan dan belaian penjajah inggeris ketika itu. Dan melalui UMNOlah tanah melayu diberi kebebasan berkerajaan dari penjajahan nyata ini.

Dan UMNO jugalah yang mentadbir tanah melayu sehingga kini.

Dan umno jugalah sebenarnya penjajah bangsanya sendiri bermula pada tarikh 31hb Ogos 1957 hingga hari ini.

UMNO adalah penjajah "maya"
UMNO adalah penjajah sebenar yang selalu dilaung-laungkan oleh mahathir sebagai "penjajahan cara baru". Mahathir adalah bapa kepada penjajahan cara baru ini.

Sejarah telah membuktikan bahawa UMNO bukanlah pejuang kemerdekaan sebenar tanah melayu. UMNO tidak lain hanya kuda tunggangan penjajah, jentera pemindahan kuasa dari penjajah. Inilah adalah kerana pada masa itu penjajah inggeris telah hampir tewas kepada pejuang kemerdekaan tulen. Maka UMNO menjadi alat bagi mereka untuk terus menjajah tanah melayu.

Ingatlah,,UMNO hanya alat kesinambungan penjajahan inggeris di bumi melayu tercinta ini.

Sejarah juga telah membuktikan bahawa pejuang-pejuang kemerdekaan tulen tanah melayu adalah seperti Tok Janggut, Dato Bahaman, Mat Lela, Mat Kilau , Rosli Dobby dan ramai lagi pahlawan-pahlawan melayu.... Mereka berjuang hingga ke titisan darah terakhir. Mereka telah menggadaikan nyawa untuk membebaskan bumi melayu tercinta ini.

Merekalah pejuang kemerdekaan sebenarnya dan bukannya pemimpin UMNO yang lahir dari golongan bangsawan. Perlu dingat bahawa golongan bangsawan ketika itu adalah sekutu penjajah.

Apakah yang sudah kita perolehi setelah 48 tahun "merdeka"?.
Benarkah kita merdeka dan mendapat apa yang kita hajati?
Dan "kemerdekaan" ini, sudahkah memberikan kita sebuah "kepuasan" mutlak?
Sejauh manakah kita telah menggunakan kuasa "kemerdekaan" itu untuk kepentingan bangsa dan agama tercinta ini?

Sejauh manakah aspek-aspek kehidupan kita telah diubah selaras dengan kehendak agama dan bangsa?
Sejauh manakah agenda pelajaran, ekonomi, kebudayaan dan yang paling penting agenda agama islam diletakkan pada dasar yang sepatutnya?

Dalam bidang ekonomi, kita telah menjadi kuli dalam negara sendiri. Kita menjadi hamba dalam rumah sendiri. Segala pembangunan yang kita bina dengan mudah hendak dilelong kepada orang luar hasil dari silapnya formula ekonomi yang dibawa oleh mahathir dengan sokongan UMNO. Kita masih gagal menguasai ekonomi asas tanah air kita sendiri.

Kita telah berpenat-lelah bekerja siang-malam untuk kepentingan mahathir kita berusaha untuk kekayaan mahathir dan kroni-kroninya. Mahathir dan kroninya makan isi dan kita ratah kulitnya sahaja.

Begitu juga dengan sistem pendidikan negara. UMNO masih meneruskan sistem sekular tinggalan penjajah. Apatah lagi dengan mahathir sebagai pemimpinnya. Mahathir telah mengatur dan mengajar kita dan anak-anak bangsa kita menjauhkan tuhan dan mendekati kebendaan. Pembangunan ihsan telah jauh kita tinggalkan akibat dari pimpinan mahathir.

Kita tidak mampu untuk menentang kerana memang kita telah dilatih dan pemikiran kita telah dibentuk melalui media-media mereka seperti utusan malaysia walaupun kita mengerti akibat buruk yang akan berlaku. Inilah nasib kita bangsa melayu di bawah UMNO.

Lihat saja Datuk Sri Anwar Ibrahim. Ketika menjadi Menteri Pendidikan, beliau telah menggubal akta pendidikan yang baru. Apakah lebih ke arah islam? Hanya beliau yang tahu. Namun begitu, ia telah membuatkan mahathir menjadi begitu takut dan telah bertindak dengan segera. Beliau lantik DSA menjadi Menteri Kewangan seolah-olah "naik pangkat". Itulah mahathir yang takut dengan bayang-bayang sendiri.

SIAKAP SENOHONG GELAMA IKAN DURI
BERCAKAP BOHONG LAMA-LAMA MENCURI.

Itulah sejarah yang tercatat mengenai mahathir, sejak mula memerintah selalu tipu rakyat dengan bermacam-macam kisah dan kini beliau telah "mencuri" segala khazanah negara untuk kepentingan anak-anak dan kroni-kroninya atas alasan ciptaan beliau sendiri.

Penjajah inggeris tidak pernah menyentuh soal agama sepanjang penjajahan kerana mereka tahu isu agama cukup sensitif. Tetapi tidak dengan mahathir, beliau secara lantang dan terang-terangan membidas kadhi dan ulama-ulama
yang menjalankan tanggungjawab agama. Nampak gayanya mahathir lebih teruk dari penjajah inggeris. Inilah mahathir bapa penjajahan cara baru bangsa melayu dalam menuju alaf baru.

Oleh itu, marilah saudara-saudara yang dikasihi... bersamalah kita tekad dan bulatkan hati untuk sama-sama berjuang mencari kemerdekaan kedua. Perjuangan kali ini amat sukar berbanding perjuangan dulu kerana penjajahan yang sedang kita alami ini adalah "penjajahan maya".


Bebaskan pemikiran kita dari aturan hidup ciptaan UMNO.

ayuh rakan-rakan......

perjuangkan kemerdekaan kedua.............

MERDEKA...MERDEKA...MERDEKA.......

melalui

REFORMASI..REFORMASI..REFORMASI...

demi

AGAMA DAN BANGSA.

[ Post a Reply to This Message ]
Subject: MENJAWAB MUHAZAM.


Author:
Pemerhati
[Edit]

Date Posted: 01:54:31 02/07/05 Mon

Muhazam berkata:
“Pak Rampa kata: Kerajaan dah ambik kira pasal hukum hakam semasa membenarkan pendaftaran PAS sebagai sebuah parti politik berdaftar.

Aku tak tahu la, Pak Rampa ni. Kalau aku kata dia BENGONG, lagi banyak dia tunjuk kebengongannya.”...

KITA tidak tahu dari mana Muhazam dapat yang Pak Rampa itu dah ambik kira pasal hukum hakam semasa membenarkan pendaftaran PAS sebagai sebuah parti politik berdaftar! Pak Rampa itu siapa? Elok Muhazam buat quotation sepenuhnya Pak Rampa itu kata. Adakah dia menulis perkataan “hukum hakam” dalam teks Pak Rampa itu, atau Muhazam hanya mencipta fitnah di Laman Forum ini?

Walau bagaimana pun kita tidak berhak menjawab pertuduhan Muhazam bahawa Pak Rampa itu semakin BENGONG! Tetapi sekadar mengulas balik sekiranya Muhazam merujuk kepada posting kita (Pemerhati), ini jawapannya:

Apakah buktinya Kerajaan tidak mengambil kira pasal hukum hakam semasa membenarkan pendaftaran PAS sebagai sebuah parti politik berdaftar? Sila kemukakn buktinya.

Muhazam terlupa bahawa PAS namanya ialah PARTI ISLAM dan menggunakan perkataan ISLAM dalam nama partinya itu. Apakah sewenang-wenangnya saja Kerajaan tidak mengambil kira hal hukum-hakam, apabila PAS menggunakan perkataan ISLAM dalam nama partinya itu? Siapakah yang BENGONG?

Muhazam berkata:
“Kalau betul macam tu Pak Rampa, tak timbullah isu nak tegakkan hukum hudud. Sebab tentu kerajaan dah ambik kira hukum hakam halal haramnya dlm nak menjalankan hudud atau tidak. Yang nyata, kerajaan tak laksanakan hudud. Kalau ikut formula kau tu, tentulah ianya syar'i sebab dlm membenarkan pendaftaran PAS pun kerajaan sudah mengkaji halal-haramnya, kan ?”...

JANGAN Muhazam nak putar belit fakta! Yang kira rujuk bahawa Kerajaan mengambil kira iaitu ialah jika benar PAS itu hukumnya telah dan sedang melakukan Bughah, kerana fokus kita adalah pertuduhan anda bahawa PAS adalah Bugah, haramnya PAS sebagaimana haramnya zina!

Yangnyata Kerajaan tak laksanakan Hudud, Hukum Allah, tetapi selama ini takkelihatan pun Muhazam mempertikaikan Kerajaan kerana tidak melaksanakan Hukum Allah itu. Mana ada?

Itulah mentaliti Muhazam, suka membuat generalisasi, pandai pula mengata pihak kita ada formula, sedangkan dia sendiri yg menanggap itu sebagai formula. Kita tak pernah membuat formula, sekali lagi Muhazam mengamalkan fitnah! Apa, Rasul Dahri tak pernah mengajar anda bab memfitnah dalam Islam, hanya bab bughah dan bidaah sajakah yang dia ajar? Demikian juga bab mencerca orang mengatakan BENGONG, Rasul Dahri tak ajarkan anda bab mencerca dalam Islam?

Baba Agama Islam, bukan bawah kuasa PM. PM juga tertakluk di bawah kuasa yda DAN Majlis Fatwa Kebangsaan. Dengan sebab itu, PAS yang menggunakan perkataan ISLAM bagi nama partinya juga, bekas PM cuba nak hapuskan perkataan ISLAM itu dari nama parti PAS, tak boleh, gagal kerana kuasa Majlis Fatwa lebih tinggi dari kuasa PM.

Sudah pastilah, apabila sesebuah parti politik yang nak gunakan perkataan ISLAM bagi nama partinya, ia juga adalah tertakluk kebenaran Kerajaan, dan telah diambil kira oleh Kerajaan serta Majlis Fatwa Kebangsaan. Contohnya Al-Arqam, Kerajaan tentu ambil kira hukum hakamnya, dan merujuk kepada Majlis Fatwa, memnta pandangan dan keputusan drpd. Majlis Fatwa.

PAS bukannya sebuah parti yang dianggotai setakat 20-30 orang, tetapi ribuan, dan masakan Majlis Fatwa kebangsaan tidak ambil peduli kerana melibatkan maslahat umat islam di negara ini, jika Kerajaan meluluskannya, sedangkan jika haramnya PAS sebagaimana haramnya zina. Sedangkan pasangan berzina sepasang dua pun, Jabatan Agama ambil tindakan, inikan pula ribuan orang yang menyertai PAS, Jabatan Agama takambil tindakan pun!

Kalaulah haramnya PAS sebagaimana haramnya zina, apa fasal hanya pasangan berzina saja jabatan Agama ambil tindakan, sedangkan ribuan ahli PAS, Kerajaan sendiri yang luluskan pendaftaran parti PAS itu! Ini membuktikan bahawa pertuduhan anda bahawa PAS adalah bughah, haramnya PAS sebagaimana haramnya zina, adalah merapu, menghina hadis-hadis mengenai Bughah! Sedarlah, implikasinya bagi pertuduhan anda itu, menghina hadis-hadis mengenai Bughah itu.

Muhazam berkata:
“Majlis fatwa juga dah mengeluarkan hukum haram ke atas peraduan melalui SMS. Aku tengok peraduan SMS masih bertimbun dlm majalah kat tepi jalan tu. Bila kerajaan haramkan peraduan tu ? Nak kata kerajaan dah selidik halal-haramnya lalu membenarkan peraduan tu kerana ianya halal, macam mana majlis fatwa kata haram ?”...

Itu kena tanyalah Majlis Fatwa, bila kerajaan haramkan peraduan itu! Kita tidak memberi fokus kepada hal peraduan melalui SMS. Kita hanya fokus kepada pertuduhan anda bahawa PAS adalah Bughah dan haramnya PAS sebagaimana haramnya zina.

Muhazam berkata:
“Jadinya, balik kpd pokok debat antara Pak Rempah dan Pak Rampa: Adakah kerajaan membenarkan pendaftaran PAS setelah dikaji kesyar'iannya ? Dari dua hujah/analogi di atas, jawapnya tentu tidak.>

TIDAK payah kerajaan kaji pun, Kerajaan sudah sedia tahu kerana Majlis Fatwa sejak negara merdeka hingga sekarang, tidak pernah pun membantah/menasihat Kerjaan supaya jangan meluluskan pendaftaran parti PAS kerana mereka sudah sedia tahu, tiada apa salahnya dari segi Syarak parti PAS itu didaftarkan sebagai parti politik dan beroperasi, bagi memenuhi tempat pembangkang dalam parlimen.

Apakah bagi Muhazam, Parlimen, pilihanraya itu adalah haram hukumnya dari segi Sayark. Sila jawab dan berikan nas-nas dan dalilnya.

Sedangkan kumpulan Al-Arqam yang tidak menggugat UMNO pun Kerajaan haramkan kerana pembawaan akidahnya dikatakan menyalahi syarak, apatah pula jika benar PAS adalah Bughah? Sebab PAS bukan Bughah-lah, Kerajaan luluskan pendaftarannya. Sebab Majlis Fatwa tidak mendapati PAS adalah bughah-lah, Majlis Fatwa tak haramkan PAS, tak tegah Kerajaan meluluskan pendaftaran PAS. Hanya pihak anda saja yg mengatakan PAS itu bughah bagi memenuhi politik- machiavellisme anda sendiri!

Orang yang mengamalkan politik-machiavellisme seperti Muhazam bukan ambil kira dosa-pahala, itu sebabnya Muhazam pernah mengatakan di ALAM MAYA (Cyber) ini tidak mengapa memaki-hamun orang! Itulah sebabnya juga Muhazam tak pernah ambil peduli kepada maksud hadis yang mengatakan bahawa orang yang suka mencerca orang, ia bukan orang mu’min, kerana dalam postingnya ia teruskan juga mencerca mengata mengina Pak Rampa itu sebagai BENGONG! Inilah produk murid Rasul Dahri, bercakap saja fasal hadis itu dan hadis ini, tetapi muridnya takambil peduli pun nak mematuhi maksud hadis yang satu itu, iaitu jangan mencerca orang!

Termasuk apa yang dimaksudkan dengan politik-machiavellisme antaranya termasuklah menggunakan kemahiran dalam bidang teknik perkomputaran, memanipulasi laman forum suapaya pihak lawan yang dapat mematahkan hujah-hujah, tidak dapat menghantar posting-balas; supaya para audians melihat bahawa postingnya itu sebagai kelihatan taiada ada sesiapa yang mampu dapat memabals-mematahkan hujahnya; dan juga menjawab-balas di laman web lain yang dibinanya sendiri, di sana tempat mengutuk dan mencerca; tetapi tidak disediakan ruang dan peluang untuk sesiapa dapat menghujah-balas. Baginya, perbuatannya mengutuk-menceraca di laman lain, itu tidak ada kena mengenanya dengan hukum dalam agama, kerana di ALAM MAYA baginya tiadanya kiraman katibin!

Ilmu yang Allah SWT. Kurniakan menjadi pakar dalam bidang perkomputaran bagi orang yg mengamalkan politik-machiavellisme adalah dijadikan sebagai wahana bagi memenuhi keperluan melalui saluran yang berupa "matlamat menghalalkan cara" kerana dalam kehidupannya mengenapikan saja Ayat 162 Surah Al-An’aam!

[ Post a Reply to This Message ]
Replies:
Subject: Kejayaan Melayu


Author:
Kak sampah
[Edit]

Date Posted: 18:57:57 09/09/05 Fri

Di Singapura, kami tidak mendewakan pemain-pemain bola." Begitulah kata-kata Phillip Yeo, Ketua Agensi Penyelidikan Untuk Sains dan Teknologi Singapura. Saya yakin Singapura juga tidak mendewa-dewakan golongan artis seperti yang berlaku kepada kita di Malaysia. Saya tidak pernah terbaca atau mendengar berita yang penyiar TV di sana menganjurkan banyak siri realiti TV yang tidak mendatangkan sebarang faedah jangka panjang untuk kemajuan negara kecil mereka. Tetapi berlainan pula dengan negara kita, itu yang lebih diutamakan sejak kebelakangan ini.

Jika beginilah sikap rakyat negara kita nampaknya kita akan terus menjadi sebuah negara yang terbelakang dalam segala bidang yang berfaedah untuk masa depan negara. Di Singapura, idola mereka adalah orang terpelajar, bukan artis. Orang terpelajar dijadikan contoh kepada anak-anak muda Singapura untuk mengejar kemajuan dalam bidang sains dan teknologi. Anak-anak mereka digalakkan mendapat pelajaran setinggi yang mungkin kerana mereka sedar tanpa generasi yang berpelajaran dan berpendidikan tinggi negara mereka akan ketinggalan. Singapura sedang menuju ke arah apa yang disebut knowledge economy
(ekonomi ilmu pengetahuan) tetapi kita lebih kepada entertainment economy (ekonomi hiburan). Artis-artis yang berjaya meraih 'ijazah' dari Akademi Fantasia (AF) lebih diberikan tempat dalam liputan akhbar daripada kejayaan anak-anak Malaysia yang berjaya dalam bidang sains dan teknologi. Kalau beginilah cara orang Melayu menguruskan anak bangsa mereka nampaknya peluang untuk menjana Towering Malays atau Melayu Unggul akan punah. Mana ada anak Melayu yang berjaya dalam bidang nyanyian di peringkat antarabangsa sehingga mereka terkenal seperti artis-artis dari Barat. Pernahkah kita mendengar jualan album artis-artis Melayu dijual jutaan keping di pasaran antarabangsa?

Kalau setakat menyanyi di Royal Albert Hall sudah dianggap satu kejayaan besar bagi anak Melayu dan bukan meraih ijazah kelas pertama di universiti Cambridge atau Oxford, rosaklah anak Melayu. Kaum Cina dan India mendahulukan kejayaan akademik daripada hiburan tetapi untuk anak-anak Melayu, ibu bapa mereka sanggup berkorban apa saja, bergolok bergadai asalkan anak mereka mendapat tempat dalam Malaysian Idol dan AF. Mereka tidak sanggup berkorban atau bergolok bergadai untuk memastikan anak-anak mereka mendapat pendidikan yang terbaik. Sesungguhnya orang Melayu akan jadi bahan ketawa kaum lain pada suatu hari nanti. Orang Melayu masih buta dengan agenda orang lain untuk menjatuhkan mereka. Tulisan saya ini mungkin tidak akan menyenangkan orang yang tidak mengambil berat tentang arah tuju orang Melayu. Ia mungkin bagai cili yang terpepak atau pahit bagai hempedu tetapi seperti kata orang, yang pahit itulah ubat. Malangnya orang Melayu suka digula-gulakan, dipuji berlebih-lebihan. Biar menang sorak kampung tergadai. Biar papa asalkan bergaya.

Sampai bila kita hendak dodoikan orang Melayu dan anak Melayu dengan kejayaan yang palsu. Kita mahukan durian tapi benih tomato yang kita tanam. Di mana rasional dan logiknya? Begitu rendahkah daya fikir orang Melayu dan anak Melayu? Kalaulah pejuang kemerdekaan dari kalangan orang Melayu yang lalu masih hidup, mereka pasti akan menangis kerana kita telah gagal mendidik anak bangsa ke arah kemajuan yang dituntut oleh agama Islam. Kita gagal mengisi kemerdekaan dengan anak-anak bangsa yang bijak berfikir dan bertindak demi kesinambungan kemegahan orang Melayu. Mungkin Hang Tuah akan geleng kepala melihat orang Melayu hari ini menyalahgunakan kebebasan yang diperoleh. Mungkin Melayu tak hilang di dunia tetapi jika ada bangsa Melayu yang layu apalah gunanya?

Layu dengan lagu yang mendayu. Layu di pusat-pusat serenti. Layu di atas jalan raya yang serba moden. Layu di peringkat pengajian tinggi.

[ Post a Reply to This Message ]
Replies:
Subject: u.m.n.o. itulah yang Sebenarnya Bughah !!!


Author:
prihatin
[Edit]

Date Posted: 01:29:51 03/02/05 Wed

Subject: u.m.n.o. itulah yang Bughah
------------------------------------------

Sebelum u.m.n.o. ditubuhkan telah ada Parti Melayu terbesar ketika Jepun "surrender" tahun 1945, iaitu PKMM dipimpin oleh Dr Burhanuddin Al Helmy dan Kesatuan Islam yang dipimpin oleh Guru-guru Agama didalamnya.
Ketika Jepun itu, british tak nampak muka pun ketika itu - semua penakut, cabut lari, bukan nak bela tanah Melayu tetapi nak menyamun aja macam amerika di Iraq.

Kita silap kerana sepatutnya tahun 1945 kita "declare" saja merdeka dari Jepun dan british, seperti Soekarno di Indonesia ketika belanda cabut lari tahun 1945. Apa sebabnya terlepas peluang keemasan ketika itu perlu dikaji semula, mungkin orang Melayu terlalu taat kepada ketua/sultan lebih dari taat kepada ALLAH SWT.

maka british pun di ""Jempuut"" untuk datang semula mengawal suasana di Tanah Melayu dan mengawal raja-raja Melayu menurut hipokrisi diplomasi mereka (untuk meneruskan agenda penguasaan keatas umat Islam nusantara dan sedunia oleh kuasa nasara itu).
Raja-raja termakan lagi dan rakyat ikut kata raja saja.

british meneruskan agenda salib mereka dengan mengharamkan Parti PKMM (Parti Kesatuan Melayu Malaya) yang memperjuangkan hak Orang Melayu Dan Hak Mendaulahkan ISLAM di Tanah Melayu ini. Nama Parti PKMM pun Bahasa Melayu.
Sepatutnya british tiada lagi kuasa diTanah Melayu ketika itu, setelah lari dari jepun.

Tetapi ada segelintir "pentadbir pro british dan talibarut british" yang ambil kesempatan di Malaya ketika itu, seperti Allawi di Iraq dan Karzai di Afghanistan masa kini (mereka juga dikatakan ada kaitan dengan CIA), yang mengintai kuasa dan menyokong usaha british itu.
Maka diharamkanlah oleh british Parti Melayu Islam, iaitu PKMM dalam tahun 1946 dan kemudiannya Parti Hizbul Muslimin dalam tahun 1948.

Maka british mengusulkan pula parti ""tajaan"" mereka dalam tahun 1946 itu juga yang namanya pun dicadangkan oleh mereka dengan mengutamakan bahasa british/inggeris - iaitu u.m.n.o. - kau carilah maknanya - Dan psikologinya, demi untuk menghormati bahasa british dan kuasa british.

Jadi sangat Jelaslah bahawa u.m.n.o. itulah yang Bughah jika itu yang kamu mahu terjemahkan/persepsikan Bughah itu, kerana telah ada parti PKMM (untuk semua orang Islam dan Melayu) sebelum u.m.n.o.
Sangat Jelas bahawa u.m.n.o. itulah yang kamu maksudkan Bughah !
dan u.m.n.o. itulah yang Sebenarnya Bughah !!!

Hati-hatilah bila menulis dan membaca sejarah dari mindset pengampu british yang terus mahu berkuasa.
Hati-hatilah menulis dan menuruti pemikiran pengampu british yang terus mahu berkuasa dan memperkudakan kamu.

malah u.m.n.o. itu pula, terus lulus didaftarkan oleh british pada tahun 1946 itu juga. Sangat jelas u.m.n.o. itu lahir daripada pemikiran penjajah british!

Sangat Aneh pejuang dan askar Melayu yang bersabung nyawa menghalau jepun boleh menerima dengan tersangat Mudah, penjajah british sebagai "Tuan" Semula ??
Mengapa pejuang dan askar Melayu tak teruskan segera menghalau inggeris dan british ??
Malah dijemput Semula kuffar british untuk menasihati ??

Sedangkan rakyat dan pemimpin Melayu seperti Dr Burhanuddin Al Helmy yang masih berjuang untuk menghalau penjajah Inggeris dari terus meracuni raja, pemimpin dan orang Melayu, telah dilabel oleh british dan u.m.n.o. yang sangat pro penjajah ketika itu sebagai pengganas, "radical" dan hingga ada yang dilabel komunis.

Setelah british tidak tahan gerakan anti penjajah dari pejuang Islam, pejuang kemerdekaan dan pejuang Melayu dan pentadbir british kerugian berpanjangan (seperti amerika di Iraq sekarang), lama kelamaan british pun beri 'kemerdekaan' juga, TETAPI bersyarat dan kepada orang2 pilihan british. Orang2 yang sanggup menyambung dasar-dasar british tanpa merugikan ladang-ladang, estet-estet, lombong-lombong, tanah-tanah, budaya, cara hidup dan gaya pemerintahan kuku besi british.

Raja juga, yang terlalu banyak pengaruh ke atas orang melayu ketika itu, telah ikut telunjuk dan nasihat high commissioner/resident/wakil british aje.
Dengan percaturan politik penguasa british terhadap sultan yang paling rapat dengan british ketika itu, maka u.m.n.o. telah dengan resminya di tubuhkan di perkarangan istana lama johor bahru untuk menguatkan lagi "glamour"nya ke atas orang Melayu yang dhaif ketika itu.
Kebanyakan orang tahu, bahawa raja johorlah ketika itu yang terlalu kuat pro british dan mengikut gaya british/baratnya - tengok penutup kepala dan pakaian kesultanan johor pun dah tahu.
Hingga sekarang u.m.n.o. berkubu di Johor.

Jelas, Ketua-ketua Melayu dan pengikutnya termakan dengan mudah umpan british itu, maka berterusanlah penipuan demi penipuan yang dilakukan british lagi terhadap orang Melayu,
seperti isu malayan union (akhir 40an),
perlembagaan reid (50an),
jus soli (50an),
memerdekakan singapura (60an), dan
penipuan, penyelewengan dan salah guna kuasa (akhir 90an).

Bukankah pemimpin awal u.m.n.o. yang dipilih penjajah inggeris/british itu sama juga macam kerajaan boneka di Iraq dan Afghanistan?
Kini kerajaan u.m.n.o. pilihan inggeris itu masih lagi mendewa-dewakan undang-undang Inggeris dan membenci Hudud Islam.
Kini kerajaan u.m.n.o. pilihan inggeris itu masih lagi mendewa-dewakan gaya hidup dan budaya barat.
Kini kerajaan u.m.n.o. pilihan inggeris itu masih lagi mendewa-dewakan bahasa penjajah dan pemerintahan ala kuku besi/isa british.

Dan kini ada pula kedengaran orang u.m.n.o. itu pulak yang menuduh kerajaan allawi di Iraq dan hamid karzai di Afghanistan sebagai boneka penjajah.

Paku dulang, paku serpih.
u.m.n.o. kata orang, u.m.n.o. yang lebih.

Malangnya rakyat telah dilupakan pada sejarah sebenar oleh "total media control", "absolute power of governance" (ala kediktatoran - "absolute power corrupts absolutely") dan orang seperti kamu.
Pemikiran, tanggapan dan otak rakyat sudah dibasuh dengan propoganda pro penjajah, pro kesenangan, pro mahu berkuasa, pro kuasa nasara, pro orientalis, pro membenci Pejuang Islam.

Insaflah kamu, utamakanlah akan Nasib Agama Islam, rakyat dan Bangsa dari memikirkan habuan kuasa yang sedikit di dunia yang sementara ini.

Hati-hatilah menulis dan membaca kerana Kebanyakan sejarah ditulis oleh orang yang menang.

ALLAH U AKBAR!
ALLAH U AKBAR!
ALLAH U AKBAR!

[ Post a Reply to This Message ]
Replies:
Subject: MENJAWAB POSTING Drpd. MUHAZAM MUSTPHA.


Author:
Pemerhati
[Edit]

Date Posted: 21:27:01 02/15/05 Tue






Muhazam@pak rempah berkata:
“Kenapa aku perlu bertanggungjawap membela guru aku ?

Tahu pun kau bahawa orang yg bertanggungjawap tu adalah orang memberikan maklumat dirinya utk dipertanggungjawapkan atas apa2 yg dia lakukan. JADINYA, OLEH SEBAB KAU MASIH MENYAMAR, MAKA KAU ADALAH MANUSIA TAK BERTANGGUNGJAWAP.

Bila masa aku kata aku tak pernah guna nickname ?

Tapi aku gunakan nama sebenar dlm kes hukum bughah kerana aku ingin mencabar supaya korang semua jawap persoalan bughah itu dan kau bertanggungjawap penuh terhadap apa2 yang aku tuliskan.”.
-----------------------------

JWAPAN Pemerhati:
Perhatikan Muhazam ada berkata: “Aku pernah guna nickname utk perkara2 lain selain drp hukum bughah.”. Maknanya, mengikut tanggapan Muhazam, setiap orang yang menggunakan “nick” itu adalah menyamar dan tak bertanggungjawablah! Itulah kenyataan rambang Muhazam. Dan pada masa yang sama pula dia mengatakan: “Bila masa aku kata aku tak pernah guna nickname ?”. Maknanya memang Muhazam pernahlah guna nickname! Dari kenyataan-kenyataan Muhazam itu kita kenallah lebih lagi siapa Muhazam, iaitu orang yang satu masa bertanggungjawab, dan pada masa lain pula dia tidak bertanggungjawab! Ini bererti juga kalaulah benar nickname “pak rempah” itu adalah juga Muhazam Mustapha, bererti semua postings oleh “pak rempah” adalah dari orang yang tak bertanggungjawab!
-------------------------------

Muhazam@pak rempah berkata:
“Diulangi: Aku hanya bertanggungjawap penuh atas apa2 yang aku tulis sahaja. Apa perlu aku bertanggungjawap utk membela Ustaz Rasul Dahri perkara Maulud (bukan hukum bughah), yg aku sudah katakan aku bukan pakar dlm hal itu, dan yg menulis itu pula bukan aku ?”
-------------

JAWAPAN Pemerhati:
Ruapa-rupanya, Muhazam ini jenis orang yang (a) bertanggungjawab penuh, (b) bertanggungjawab separuh, sebahagain, atau sekelumit saja, dan (c) langsung tak bertanggungjawab apabila da gunakan nickname menghantar postings!

Muhazam mengajukan soalan: “Apa perlu aku bertanggungjawap utk membela Ustaz Rasul Dahri perkara Maulud (bukan hukum bughah), yg aku sudah katakan aku bukan pakar dlm hal itu, dan yg menulis itu pula bukan aku ?”

Dari soalan yang diajukan oleh Muhazam itu, jelaslah kepada kita semua sekarang sikapnya terhadap gurunya sendiri dalam perkara Maulud; tak perlu dia bela. Kita nak tahu kenapa tidak perlu Muhazam bela? Bukankah dia guru Muhazam? Atau semamangnya Muhazam sendiri tidak bersetuju dengan pandangan gurunya itu mengenai Maulud? Kita tanya saja!

Dan dari kenyatan Muhazam itu juga, Muhazam akui dia bukan pakar hal Maulud, tapi pakar dalam hal Bughah. Siapa pula pakar rujuk atau guru Muhazam mengenai bab Bughah? Atau Muhazam adalah “self-made specialist” mengenai Bughah? Kita tanya saja!
-------------

Muhazam@pak rempah berkata:
“Tak tahu la kau ni Pak Rampa. Hujah berbelit2 daaaaahhh !!!

Pasal tulisan Maulud itu, dan pasal kutukan kau kpd Ustaz Rasul, juga pasal tulisan Ali Muda itu, aku sudah sampaikan kpd ust dan ust nampaknya bersedia menjawap. Kita tunggu saja.”.
--------

JAWAPAN Pemerhati:
Bagi diri Pemerhati, tak pernah nak “mengutuk” kepada Rasul dahari itu, tapi orang lain tak tahulah! Tak pernah pun Pemerhati gunakan perkataan seperti yang Muhazam selalu gunakan seperti “bengong”, “bahlul”, “hujah berbelit2”, “tak bertanggungjawap” terhadap Rasul Dahri itu. Kalau ada, sialah Muhazam quote dan paparkan!
Baguslah kalau Rasul Dahri sudi menjawab tulisan Ali Muda itu. Itulah fungsi forum, jawab jangan tak jawab; supaya para pembaca boleh belajar dan tahu siapa yang benar dan siapa yang menyelweng pada perkara-perkara yang berkaitan dengan kepentingan awam.
Tetapi yang peliknya, jika tidak silap Pemerhati, pak rempah ada membuat kenyataan bahawa apa yang ditulis oleh Ust. Ali Muda mengenai Bughah itu, sudah pun dijawab oleh JIN. Tetapi apabila kita minta jawapan oleh JIN itu disiarkan semula, tak ada siapa pun nak siarkan semula!
Muhazam, kalau sudah berasa diri sebagai pakar bab Bughah, dan bertanggungjawab sepenuhnya mengenai Bughah, kenapa tidak jawab saja tulisan Ust. Ali Muda itu? Kita tanya saja!


Muhazam@pak rempah berkata:
“Pak Rampa ni amat suka menafikan apa2 yang begitu jelas dia lakukan. Besok kalau dia pergi bertinggong kat tengah jalan dan berak, dgn disaksikan oleh puluhan orang, dia masih akan menafikan yg dia berak tengah jalan. Ala..... macam ada sorang tu yang berlakon kena pukul depan kamera, tapi bila polis tengok dlm rakaman kamera apa pun tarak - tapi masih lagi nak kata dia kena pukul.”
---------
JAWAPAN Pemerhati:
Ya, kita memang suka menafikan apa-apa yang Muhazam@pak rempah fitnah, iaitu yang Pemerhati tak kata, Muhazam tulis kononnya Pemerhati ada berkata itu ini, tetapi apabila Pemerhati minta Muhazam quote apa-apa yang Muhazam kata Pemerhati ada berkat, Muhazam tak buat pun quotation dan tak paparkan pun! itulah Muhazam@pak rempah!

Berulang-ulang kali dia tuduh Pemerhati mencaruti dia dengan berkata Pemerhati ada kata FUCK YOU!” kepada dia, itu sebagai Pemerhati mencarutinya. Tetapi apabila berulang kali pula Pemerhati minta dia quote sepenuhnya paragraf yang Pemerhati ada berkata “FUCK YOU!” itu, dan paparkan semula, Muhazam senyap. Kemudian diulangnya semula menuduh Pemerhati kata “FUCK YOU!” sebagai mencaruti dirinya. Itulah Muhazam. Membuat kenyataan rambang saja kerjanya, tetapi apabila diminta dia sendiri quote berikan bukti, dia senyap!
-------------------------------------------------------------

Muhazam@pak rempah berkata:
“Pak rampa berkata pasal nak recycle soalan2 yang sudah dijawap. Aku tak kesah, wahai Pak Rampa, pasal nak ulang2 kalau orang itu memang tak tahu. Tapi yang kau ni sudah berzaman duduk dlm forum ni tapi sengaja mengulang2 soalan yang sudah dijawap setelah kau menukar nama seolah2 kau orang baru. Kau adalah pengamal sejati kaedah machaivlsdfslda.. apa tu ? Aku tak reti nak eja. Matlamat kau bukan nak menegakkan kebenaran hujah, tapi sekadar nak tutup hujah2 kau yg sudah dijawap dgn cara mengulang soalan2 yg sudah dijawap dan kalau kami tak jawap maka akan diwarwarkan bhw kami kalah debat.”...
-------------
JAWAPAN Pemerhati:
Mengutuk PAS Muhazam pandai, mengutuk itu adalah melibatkan diri dalam hal politik, dan Laman Forum ini sendiri bernama “Forum Politik Nasional”. Pelk, makna perkataan “machiavellisme” pun Muhazam tidak tahu lagi! Apa hal? Orang dah sebut berulang kali, masih juga Muhazam tidak mahu “membangnkan idea” diri sendiri. Pakar ICT - tak boleh nak buat search dalam internet, cari apa itu “machiavellisme”; apa hal?
Dalam Utusan Malaysia pernah pun dipaparkan dalam satu artikel, ada menyebut apa itu “machivalliseme:, iaitu:
“Mengkut Academic Press Dictionary of Science and Technology, machiavellism bermaksud “Perangai yang cenderung untuk melakukan tipu daya dan putar belit demi mencapai cita-cita dan kehendak peribdi”. Itu bukan Pemerhati yang kata, Academic Press Dictionary of Science and Technology” yang kata; yang dipetik oleh penulis artikel dalam Utusan Malaysia, tak beberapa lama dulu. Takkan-lah di Universiti tempat Muhazam berkhidmat, tak ada Dictionary itu? Kalau tak ada di perstukaan, koman sangatlah universiti itu, kan? Tanya saja.

Itulah Muhazam! Dia ingat laman forum ini hanya dialog peribadi antara dirinya dengan Pemerhati saja; langsung tidak mengambil kira faktor bahawa ramai pembaca baru mendatang, yang terpinga-pinga, yang nak tahu. Nak cari dalam arhives tentulah faktor masa, penggalang nak cari. Kita memang suka recyce soalan-soalan terhadap kenyataan rambang oleh Muhazam dan kunco-kunconya kerana hal Agama, sebab bab Bugah adalah bab dalam Agama. Muhazam sering recylce kenyataan rambang, iaitu: PAS adalah bughah, haramnya Pas sebagaimana haramnya zina! Jangan Undi PAS.
Bagi pendatang baru, sudah pastilah nak tahu, apa rasionalsnya Muhazam kata begitu! Itu sebabnya kita recycle semula soalan yang Muhazam dan pihaknya sudah jawab, supaya pendatang baru tahu apa jawapan anda, ulang tayang sajalah jawapan atau rasionals anda itu.

Dan Pemerhati juga suka ulang tayang jawapan-jawapan Pemerhati sendiri di atas perkara yang Muhazam sendiri yang ulang tayang. Ada apa-pakah masalahkah bagi Muhazam bab recycle ini? Muhazam sendiri pun recyle hal “FUCK YOU!” itu, tak ada siapa pun yang komplen! Pemerhati tidak pernah pun kata: Sudah dijawab oleh Pemerhati! Pemerhati jawab lagi, dan lagi walau pun berulang kali, setiap kali Muhazam sendiri recyle, kerana Pemerhati tahu, ini adalah Laman Forum, bukan chatting hanya untuk kita berdua orang saja!
----------------------------------------------------

Muhazam@pak rempah berkata:
“Unless, kau Pak Rampa, adalah seorang SB yang menyamar, yg mahu mengekalkan keaktifan forum ini dlm menghangatkan dan mempopularkan isu bughah. Sudah banyak peforum PAS lain sebelum ini lebih suka mengambil pendekatan berhenti menulis di sini kerana mereka lebih arif bahawa sesebuah forum akan mati kerana kekeringan posting - itulah satu2nya cara terbaik utk membunuh sesebuah forum.”
JAWAPAN Pemerhati:
Salah andaian Muhazam itu. Pemerhati suka kepada Laman Forum “Politik Nasional” ini kerana tema Laman Forum ini adalah “Pembangun Idea”, dan ia juga adalah kelolaan “Idealis Mahasiswa”. Apakah kita harus membunuh sebuah Laman Forum yang menjana “Pembangunan Idea”?
Setahu kita, mereka yang meninggalkan tidak mahu meneruskan berforum-berhujah kerana apabila mereka dapati hujah-hujah pihak Muhazam yang melalut dan mengarut mengenai hal Bughah itu. Ada juga mereka buat komen di FRG tak ada apa gunanya dilayan Muhazam itu ...... , bukannya ada faedahnya.
Tapi bagi Pemerhati, ada faedahnya, iaitu dapat melaksanakan amalmakrufnahimungkar di laman Forum ini, khususnya dapat memberitahu bahawa orang yang suka mencerca orang itu adalah bukan orang mu’min, ada hadisnya!
Apabila dipaparkan maksud hadis tersebut, yang suka memaki-hamun itu pun terus berhenti memaki hamun. Tetapi Muhazam masih juga meneruskannya, mengatak orang “bengong” dan sebagainya!
Pemerhati nak bagi tahu Muhazam di sini, tak payahlah nak meletakkan nilai seperti “bengong”, “goblok”, “bahlul” dan sebagainya itu kepada mana-mana peforum yang menghujah balas postings anda, kerana dengan tiadanya itu semua pun, mereka boleh menilai siapakah yang sebenar “bengong”, “goblok”, “:bahlul” dan sebagainya yang sering Muhazam labelkan.
Kita bukan nak menjurus kepada hal peribadi Muhazam di sini, Cuma ini adalah Laman Forum, Muhazam kenalah “Please be respectful” seperti yg diminta oleh Webmaster Laman Forum ini. Pemerhati sudah berulang kali memapaprkan maksud hadis mengenai orang yg suka mencerca orang itu ia bukan orang mu’min; tetapi Muhazam tak ambil peduli pun pada maksud hadis itu. Yang Muhazam ambil peduli hanya hadis-hadis mengenai Bughah saja. Apa hal, Muhazam? Boleh berikan penjelasan!
-------------

Muhazam@pak rempah berkata:
“Tapi nampaknya Pak Rampa mengambil pendekatan yang berbeza. Kenapa ? Sebelum ni pun sudah ada beberapa peforum yg contact aku yg kata kau ni SB, tapi aku buat tak kesah je. Tapi, sekejap tadi, masa aku hadir dlm kuliah Ust Rasul di Kg Malaysia Tambahan, aku ada ajukan print-out tulisan kau kpd seorang sahabat. Dgn spontan saja sahabat tu jawap kat aku: "Sheikh, ini macam tulisan SB nih !". Ada logiknya jugak bahawa kau ni SB. So, kpd puak2 PAS totok yang skrg sedang dicontact dan dibina rangkaiannya oleh Pak Rampa ni (Pemerhati), berjaga2lah, better be safe than sorry. Takut2 kalau Pak Rampa@Pemerhati ni betul2 seorang SB. SB ni, kaedah perang sarafnya (psywar) amat dalam dan sukar ditelah. Jgn risau, lepas ni mmg Pak Rampa akan tulis kpd korang bhw Muhazam sedang cuba menjatuhkan kredibilitinya kpd korang semua. Dia akan kata "Jgn percaya Muhazam, Muhazam fitnah, Muhazam cuma serkap jarang."”...
-------------------------------------
JAWAPAN Pemerhati:
SB? Apa itu SB? “Syok-Berahi”?, “Suka Bulan (PAS)”, “Special Branch”? Boleh Muhazam jelaskan!
Itulah Muhazam, suka membuat andaian tanpa usul periksa! Logik? Eh, Muhazam, apa makna logik, boleh kau berikan difinasi logik, bila kua kata: “Ada logiknya jugak bahawa kau ni SB.”. Kayu ukur apa yang anda gunakan sebagai logik? Andaian tanpa usul periksa itu, apakah itu logik? Lebih baiklah kau ambil kursus Kemahiran Berfikir, dan baca banyak buku karya de Bono dan lain-lain itu bab cara berfikr. lebih-lebih lagi bacalah buku-buku kaedah dan teknik berfikr mengikut landasan Islam, supaya dapat “Membangun Bersama Islam”!

Kredibiliti? Bab kredibiliti, tak ada sesiapa pun di dunia dapat menghancurkan kredibiliti seseorang itu sekiranya seseorang itu itu sememangnya mempunyai krebiliti, melainkan Allah! Mengikut kelazimannya, krebiliti seseorang itu tak payah ditunjuk-tunjuk pun olehnya, orang akan tahu ia adalah seorang yg mempunyai krebiliti atau pun tidak; walaupun Muhazam melabelnya dengan pelbagai label buruk! Di sebaliknya orangyang suka melabel buruk dengan gelaran-gelaran sifat negatif mencerca itulah yang dengan sendiri keredibiltinya jatuh tersungkur, iaitu dari seorang mu’min, bertukar menjadi bukan mu’min!

Tidakpayah sesiapa pun nak berkata: “Jgn percaya Muhazam, Muhazam fitnah, Muhazam cuma serkap jarang.", namun orang tahu Muhazam memfitnah atau tidak, serkap jarang atau tidak, mu’min atau tidak! You are what you say! Dalam Bahasa melayu pun ada mengatakan “Bahasa Jiwa Bangsa”. Dari bahasa yang digunakan itulah, melambangkan jiwa seseorang itu apa dia. Orang yang asyik mencerca orang saja, jiwanya adalah jiwa orang yang bukan mu’min. Bersetuju tak?

Di atas tadi Muhazam menceritakan:
“Tambahan, aku ada ajukan print-out tulisan kau kpd seorang sahabat. Dgn spontan saja sahabat tu jawap kat aku: "Sheikh, ini macam tulisan SB nih !".
Bolehkah Muhazam siarkan dalam posting Muhazam di Laman Forum ini, apa yang Muhazam print-out itu, kita orang semua boleh baca, yang dinilai oleh sahabat Muhazam itu sebagai “tulisan SB”? Kita semua tunggu! We keep note here!
-------------------------------

Muhazam@pak rempah berkata:
“Balik kpd pasal soalan2 recycle tu. Wahai Pak Rampa, tujuan kami membina website utk memusatkan dan memudahkan proses menjawap soalan itu pun kerana kami mengalu2kan persoalan drp mereka2 yg baru. Kalau orang2 baru tu bertanya soalan yang sudah kami jawap, maka kami akan berikan linknya shj dan suruh orang itu baca di situ. Senang. Kami sudah uji semua hujah2 kami dari segenap segi dan ternyata pihak bughah spt kau ini tidak mampu berdebat dan kering hujah sekering2nya. Maka dengan itu kami merasakan sudah tiba masanya utk kami berpindah ke fasa seterusnya dlm usaha kami menyebarkan hakikat hukum bughah ini kpd masyarakat - fasa pengumpulan hujah2 dari yg seremeh2nya hingga ke yg sehebat2nya. Artikel Ali Muda tu pun kami akan dokumenkan jawapan kami. Jgn risau. Kau teruskanlah mencari mana2 hujah yg kau rasa kami tak mampu jawap. Ini akan memudahkan kami memilih hujah mana yang penting utk didahulukan. Thanks for your help.”
--------------
JAWAPAN Pemerhati:
Yang peliknya, ada laman web lain yang Muhazam bina khas bagi menjawab hujah-hujah Pak Rampa (siapa Pak Rampa?) yang isi kandungannya adalah tulisan oleh Pemerhati sendiri. Tetapi, di laman web itu, tidak pula diberi oleh Muhazam sesiapa boleh menghujah bals balik apa-apa yang Muhazam kata. Boleh Muhazam berikan penjelasan, kenapa Muhazam bina laman web sebegitu? Menegakkan keadilan mengikut landasan Islam-kah begitu? Itulah namanya Muhazam berminda-michiavellisme. Adakah syarak membenarkan perbuatan seperti Muhazam buat itu, perbuatan menikam dari belakang?
Kita sesungguhnya tidak faham apakah yang sebenarnya diperjuangkan oleh Muhazam ini. Kalau kita nak kata dia menegakkan Islam, mencerca orang jadi amalannya bila berhujah. Menikam pula pihak lawannya dari belakang, membina laman-laman web lain bagi menghujah-balas postings yang tersiar dalam Laman Forum ini. Di laman-laman lain itu Muhama mengutuk, mencerca Pak Rampa.

[Siapa Pak Rampa itu, kita pun tak tahu sangat, kecuali ada beberapa artikelnya yang dipaste orang dalam FRG, Forum Trangnu Kite, dan sekali dua dulu di Laman Forum ini. Di atas tadi semacam Muhazam mengatakan Pak Rampa itu berpengaruh benar orangnya? Tak ada pulak dalam media massa nama Pak Rampa atau RAMPA itu kita tengok! Apa hal, orang yang sudah kembali ke Rahmatullah, boleh pulak Muhazam kutuk, dan takutkan pengaruhnya, apa hal?]
--------------------------------------------------

Muhazam@pak rempah berkata:
“Yang Pak Rampa ni pula kecut perut bila kami memulakan website utk mengumpulkan hujah2 debat di sini. Dia sudah merasakan satu hari nanti dia tak boleh lagi recycle soalan2 yang sudah dijawap kerana semuanya akan didokumenkan. "Satu cara Muhazam utk menghalang kita menjawap hujahnya", begitu alasan Pak Rampa. Tengkorak ko ! Yang ko dok copy and paste dari website lain tu boleh pulak. Copy and paste je drp website kami tu, dan jawap di sini. Settle masalah kau nak menjawap. Bukan susah pun.”...
---------------------------------

JAWAPAN Pemerhati:
Ada dua perkara yang berbeda, antara membina laman web lain dan memaki hamun orang di laman web itu tetapi tidak memberikan ruang orang boleh membalas dalam laman web itu juga; dengan “dok copy and paste dari website lain”. Apa yang kita ada dok copy and paste dari website lain dalam Laman Forum ini? Hal siapa dia Rasul Dahri? Itu kita petik dari laman web Rasul Dahri sendiri, tak ada pun mengutuk dia dan memfitnah dia! Orang lain yang mengutuk, itu kita tak tahu. tetapi Pemerhati, tak ada fasal nak mencerca sesiapa! Takut, sebab orang yg suka mencerca orang itu, gugur ia bukan lagi orang mu’min!
Muhazam kata: “Tengkorak ko !” kepada Pak Rampa. Kesian kepada hamba Allah itu yg dah kembali Ke Rahmatullah. Tapi tak mengapa kut, bertimbunlah pahala yang diperolehi oleh Pak Rampa itu hasil maki hamun oleh Muhazam itu!
------------------------------------------------------------------

Muhazam@pak rempah berkata:
“Pak Rampa pun nampaknya sangat risau tanpa Muhazam menulis tanpa kata2 kesat kpdnya. Sehinggakan dlm posting Muhazam yg tiada kata2 kesat tu, Pak Rampa akan menggunakan perkataan "Aku" yg digunakan oleh utk Muhazam utk menuduh Muhazam emosional. Wahai Pak Rampa, aku memang sengaja menggunakan kata2 kesat kpd semua lawan aku dlm berdebat kerana aku ingin lihat kalau2 lawan aku itu akan menjawap balik dgn mengatakan: "Muhazam menggunakan kata2 kesat". Kalau dia berkata begitu, maka sahlah dia tiada hujah. Dari pengalaman aku berdebat, orang yg benar2 mempunyai hujah tidak akan hilite apa2 ttg kekesatan kata2 lawannya, tetapi akan tetap dgn fokus kpd menjawap. Bagi sesiapa yg pernah melihat aku menulis semasa menjawap dgn mata kepala mereka sendiri, mereka tahu dan yakin bahawa aku tidak emosional. Kalau kau nak kata aku emosional, go ahead, itu membuktikan ramalan aku kpd orang2 spt kau.”
---------------------

JAWAPAN Pemerhati:
Tak ada siapa pun yang risau sangat kalau Muhazam menulis kata-kata kesat, mencerca. Yang kami risau satu saja, gugurnya Muhazam lalu menjadi bukan lagi orang mu’min. Itu saja. Ohhh, jadi memang sengaja Muhazam menggunakan kata-kata kesat, mencerca! Banyaklah orang yang Muhazam cerca itu yang bersabar, yang tidak membalas balik mendapat pahala. Tetapi kesengajaan oleh Muhazam menggunakan kata-kata kesat, yang maksudnya mencerca, sahlah di sini bahawa Muhazam sendiri membina dan menempah dirinya menjadi bukan orang mu’min, kerana ada Hadis yang maksudnya:
“Orang yang suka mencerca orang itu, ia bukan orang mu’min”. [HR, a-Bukhari-Muslim].
Muhazam tidak emosional? Baru sekejap tadi dia menngatakan: “Tengkorak ko !”. Bagi Muhazam, itu bukannya Muhazam sedang emosional, tetapi beribadat kepada Allah, betul tak? Kita tanya saja!

[ Post a Reply to This Message ]
Replies:
Subject: Badan Eksekutif vs PM


Author:
samdol
[Edit]

Date Posted: 12:46:05 09/06/05 Tue

BADAN EKSEKUTIF


PENGENALAN

Dalam sistem demokrasi moden, kerajaan sesebuah negara lazimnya terdiri daripada tiga badan pemerintah, iaitu eksekutif, perundangan dan kehakiman. Badan eksekutif, perundangan dan kehakiman saling mengimbangi antara satu sama lain. Dalam sistem berparlimen, anggota badan eksekutif dilantik dari kalangan anggota dwidewan Parlimen. Ini dilihat sebagai unsur yang mengkompromikan kebebasan dan kedaulatan badan eksekutif dari badan perundangan. Di Malaysia, kerajaan persekutuan terdiri daripada tiga badan utama; badan eksekutif, badan perundangan dan badan kehakiman. Badan eksekutif yang diketuai oleh seorang Perdana Menteri tetap menjadi sebuah institusi politik penting. Hal ini kerana kuasa seorang Perdana Menteri adalah nyata dan bertokok tambah sebagai ketua kerajaan(kabinet) dan ketua parti yang memegang majoriti di Parlimen.



YANG DI-PERTUAN AGONG

Yang di-Pertuan Agong, sebagai ketua negara atau Persekutuan, mempunyai beberapa peranan penting berhubung dengan badan eksekutif atau Jemaah Menteri. Berhubung badan eksekutif, Yang di-Pertuan Agong memainkan sekurang-kurangnya empat(4) peranan penting.
Pertama, Perkara 39 Perlembgaan Persekutuan meletakkan kuasa eksekutif di tangan Yang di-Pertuan Agong.
Kedua, sebagai ketua negara, Perlembagaan Persekutuan melalui Perkara 40(2[a]) memperuntukkan kuasa kepada baginda untuk melantik Perdana Menteri.
Ketiga, Perkara 43 Perlembagaan Persekutuan memperuntukkan kepada Yang di-Pertuan Agong kuasa melantik Jemaah Menteri atas nasihat Perdana Menteri (Perkara 43(2[a]) Perlembagaan Persekutuan.
Keempat, Yang di-Pertuan Agong juga diperuntukan kuasa mempersetujui atau tidak permintaan untuk membubarkan Parlimen melalui Perkara 40(2[b]).


JEMAAH MENTERI

SEJARAH

Sejarah pengenalan Jemaah Menteri ini bermula dengan penubuhan sebuah kabinet mini yang dinamakan Sistem Ahli (Member System) pada 1951. Dalam sistem ahli, seorang yang dilantik itu adalah ibarat seorang menteri kerana beliau memainkan peranan yang sama. Apabila Malaya diberikan kemerdekaaan pada 1957, Tunku Abdul rahman Putra Al-Haj menjadi Perdana Menteri Persekutuan Malaya, dan kabinet yang dibentuk pada ketika itu merupakan kabinet pertama selepas Malaya merdeka dari penjajahan British. Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj mengetuai kerajaan sehingga tahun 1970, merangkumi tempoh pembentukan Persekutuan Malaysia pada 1963 dan Singapura keluar daripada Persekutuan pada 1965.

Pelantikan Kabinet Kini

Perkara 43(1) Perlembagaan Persekutuan memperuntukan bahawa Jemaah Menteri untuk menasihati baginda dalam menjalankan tugas-tugasnya. Bagi membantu menteri-menteri melaksanakan tugas masing-masing, Perlembagaan Persekutuan juga memperuntukkan bahawa Yang di-Pertuan Agong akan melantik timbalan-timbalan menteri atas nasihat Perdana Merteri (Perkara 43A Perlembagaan Persekutuan). Setiausaha parlimen dilantik oleh Perdana Menteri mengikut Perkara 43B(1) Perlembagaan Persekutuan. Seorang Perdana Menteri juga diberi kuasa politik oleh Perlembagaan Persekutuan untuk melantik sebilangan setiausaha politik yang difikirkan perlu (Perkara 43 [c].


Perdana Menteri

Perdana Menteri adalah satu jawapan yang paling penting dalam sebuah sistem politik bercorak demokrasi berparlimen. Kuasa sebenar pemerintahan terletak pada Perdana Menteri, iaitu Ketua Jemaah Menteri. Kuasa seorang Perdana Menteri tidak terhad kepada jawatan rasmi sebagai Perdaan Menteri sahaja.

Ketua Jemaah Menteri

Beliau berkuasa mencalonkan sesiapa sahaja untuk dilantik oleh Yang di-Pertuan agong untuk menyertai kabinetnya. Seseorang yang dilantik menganggotai Jemaah Menteri biasanya orang-orang yang pada pendapat Perdana Menteri boleh bekerja sama dan menyokongnya. Sebagai ketua, seorang Perdana Menteri juga mempengerusikan mesyuarat Jemaah Menteri yang diadakan sekali seminggu. Walau apa sekalipun cara seseorang itu dilantik menganggotai Jemaah Menteri, seseorang yang dilantik itu merupakan hak atau prerogatifnya. Oleh itu, kuasa dan pengaruh beliau akan bertambah dengan setiap perlantikan.

Ketua Pentadbir Utama

Seorang Perdana Menteri juga memainkan peranan sebagai ketua Pentadbir utama negara. Semua dasar yang diamalkan oleh kerajaan, termasuk kementerian-kementerian, diturunkan dari pemerintah yang diketuai oleh seorang Perdana Menteri. Sebagai Ketua pentadbir negara, seorang Perdana Menteri memainkan peranan sebagai juru jual penting dasar-dasar dan program-program. Kejayaan dan penerimaan dasar dan program itu menunjukkan kebijaksanaan, kualiti kepimpinan dan kewibawaan seseorang Perdana Menteri sebagai ketua pentadbir utama negara.

Ketua Parti Pemerintah

Seorang Perdana Menteri sudah semestinya merupakan ketua sebuah parti politik. Memungut kerusi terbanyak dalam pilihanraya umum. Amalan biasa di mana ketua parti politik yang telah memenangi majoriti kerusi Parlimaen dijemput untuk menubuhkan sebuah kerajaan. Perlantikan seorang Perdana Menteri berjalan dengan lancar kerana UMNO atau Parti Perikatan yang diketuai oleh UMNO telah berjaya memenangi pilihanraya umum parlimen dengan majoriti yang jelas. Kepelbagaian parti yang menganggotai Barisan Nasional juga membawa batas-batas tertentu kepada seorang Perdana Menteri. Satu daripada batasan ini ialah seorang Perdana menteri. Satu daripada batasan ini ialah seorang Perdana Menteri perlu mengambil kira perwakilan dari semua parti anggota apabila membuat pencalonan untuk mengisi keanggotaan Jemaah Menteri. Berhubung dengan hal-hal politik dan parti pula, seorang ketua parti/ gabungan parti mempunyai kuasa yang luas dan penting. Kedudukan sebagai ketua parti/gabungan parti juga membawa makna seseorang itu berkuasa dan berhak menentukan agihan kemudahan-kemudahan:
1. Mencalonkan seseorang itu dilantik oleh Yang di-Pertuan Agong ke Dewan Negara.
2. Melantik dan menentukan bilanagan jawaatn setiausaha politik;
3. Melantik seseorang kemana-mana badan (berkanun dan swasta)

Pegawai Diplomatik Utama

Seseorang Perdana Menteri juga merupakan seorang pegawai diplomatik utama negara. Sehubungan dengan ini, beliau memainkan pelbagai peranaan dan antaranya adalah seperti berikut:

Hubungan dengan negara luar
Peranan malaysia di arena antarabangsa
Negarawan dan Jurucakap Dunia membangun


KEDUDUKAN DAN KUASA YANG DI-PERTUAN AGONG

Perkara 32(1) dan 32(2) Perlembagaan Persekutuan menyatakan:

"32. Kepala Utama Negara bagi Persekutuan, dan Permaisurinya.

(1) Maka hendaklah ada seorang Kepala Utama Negara bagi Persekutuan digelarkan Yang di-Pertuan Agong, yang mengambil keutamaan mengatasi segala orang dalam Persekutuan dan yang tidak boleh dikena dakwa dalam apa-apa jua pembicaraan dalam mana-mana mahkamah kecuali dalam Mahkamah Khas yang ditubuhkan di bawah Bahagian 15.

(2) Permaisuri Yang di-Pertuan Agong (yang digelar Raja Permaisuri Agong) adalah mengambil keutamaan mengatasi segala orang lain dalam Persekutuan selepas Yang di-Pertuan Agong."


Perkara 182 dan 183 dalam Perlembagaan Persekutuan memperuntukkan:

"182. Mahkamah Khas.

(1) Maka hendaklah ada suatu mahkamah yang hendaklah dikenali sebagai Mahkamah Khas dan hendaklah terdiri daripada Ketua Hakim Negara Mahkamah Persekutuan, yang hendaklah menjadi Pengerusi, Hakim-Hakim Besar Mahkamah Tinggi dan dua orang lain yang memegang atau pernah memegang jawatan sebagai hakim Mahkamah Persekutuan atau Mahkamah Tinggi yang dilantik oleh Majlis Raja-Raja.

(2) Apa-apa prosiding oleh atau terhadap Yang di-Pertuan Agong atau Raja sesuatu Negeri atas sifat peribadinya hendaklah dibawa dalam Mahkamah Khas yang ditubuhkan di bawah Fasal (1).

(3) Mahkamah Khas hendaklah mempunyai bidang kuasa eksklusif untuk membicarakan segala kesalahan yang dilakukan di Persekutuan oleh Yang di-Pertuan Agong atau Raja sesuatu Negeri dan segala kes sivil oleh atau terhadap Yang di-Pertuan Agong atau Raja sesuatu Negeri walau di mana pun kuasa tindakan berbangkit.

(4) Mahkamah Khas hendaklah mempunyai bidang kuasa dan kuasa-kuasa yang sama seperti yang terletak hak pada mahkamah-mahkamah bawahan, Mahkamah Tinggi dan Mahkamah Persekutuan melalui Perlembagaan ini atau mana-mana undang-undang persekutuan dan hendaklah mempunyai pejabat pendaftarannya di Kuala Lumpur.

(5) Sehingga Parlimen, melalui undang-undang, membuat peruntukan khas yang berlawanan berkenaan dengan prosedur (termasuk pendengaran prosiding secara tertutup) dalam kes-kes sivil atau jenayah dan undang-undang yang mengawalselia keterangan dan pembuktian dalam prosiding sivil dan jenayah, maka amalan dan prosedur yang terpakai dalam mana-mana prosiding dalam mana-mana mahkamah bawahan, mana-mana Mahkamah Tinggi dan Mahkamah Persekutuan hendaklah terpakai dalam mana-mana prosiding dalam Mahkamah Khas.

(6) Prosiding dalam Mahkamah Khas hendaklah diputuskan mengikut pendapat majoriti anggota dan keputusannya adalah muktamad dan konklusif dan tidak boleh dicabar atau dipertikaikan dalam mana-mana mahkamah atas apa-apa alasan.

(7) Yang di-Pertuan Agong boleh, atas nasihat Ketua Hakim Negara, membuat apa-apa kaedah yang difikirkannya perlu atau suaimanfaat untuk membuat peruntukan bagi penghapusan apa-apa kesulitan atau anomali jua pun dalam mana-mana undang-undang bertulis atau dalam pelaksanaan apa-apa fungsi, perjalanan apa-apa kuasa, penunaian apa-apa kewajipan, atau pembuatan apa-apa perbuatan, di bawah mana-mana undang-undang bertulis, yang mungkin disebabkan oleh Perkara ini, dan bagi maksud itu kaedah-kaedah itu boleh membuat apa-apa pengubahsuaian, adaptasi, penggubahan, pertukaran atau pindaan jua pun kepada mana-mana undang-undang bertulis.

"183. Tiada tindakan boleh dimulakan terhadap Yang di-Pertuan Agong atau Raja kecuali dengan keizinan Peguam Negara sendiri.

Tiada tindakan, sivil atau jenayah, boleh dimulakan terhadap Yang di-Pertuan Agong atau Raja sesuatu Negeri berkenaan dengan apa-apa jua yang dilakukan atau ditinggalkan daripada dilakukan olehnya atas sifat peribadinya kecuali dengan keizinan Peguam Negara sendiri."


Fungsi Eksekutif (Perkara 39)


Walaupun Perlembagaan (Fasal 39) memberi kuasa eksekutif kepada Yang di-Pertuan Agong, namun menurut undang-undang Persekutuan dan Jadual Kedua Perlembagaan Persekutuan, Parlimen boleh memberikan fungsi eksekutif itu kepada orang lain.

Sungguhpun terdapat beberapa pengecualian dalam Perlembagaan tentang kuasa dan kedudukan Yang di-Pertuan Agong namun lazimnya baginda menerima nasihat dari Kabinet, lebih tepat lagi, Perdana Menteri. Walaubagaimanapun, Yang di-Pertuan Agong berhak dan atas kemahuannya meminta segala maklumat mengenai kerajaan Persekutuan yang diberikan kepada Kabinet.

Walaupun Yang di-Pertuan Agong bertindak atas nasihat Kabinet atau Menteri atau selepas berunding atau atas cadangan seseorang ataupun sesuatu pertubuhan (yang lain dari Kabinet) tetapi dalam pelaksanaan tiga fungsi Perlembagaan, Yang di-Pertuan Agong boleh bertindak menurut budi bicara baginda. Ketiga-tiga fungsi itu ialah:


Melantik seorang Perdana Menteri;
Bersetuju atau tidak mempersetujui permintaan membubarkan Parlimen;
Meminta supaya diadakan suatu mesyuarat Majlis Raja-Raja yang semata-mata mengenai keistimewaan, kedudukan, kemuliaan dan kebesaran Duli-duli Yang Maha Mulia Raja-Raja dan mengambil apa-apa tindakan dalam mesyuarat itu.

Pelantikan Perdana Menteri adalah berdasarkan kemampuan calon tersebut mendapat suara terbanyak dalam Parlimen. Pemilihan ahli-ahli Kabinet dan Timbalan-Timbalan Menteri adalah atas nasihat Perdana Menteri.


Perlembagaan Persekutuan Perkara 39 dan 40 menyatakan:

"39. Kuasa pemerintah Persekutuan.

Kuasa pemerintah bagi Persekutuan adalah terletak pada Yang di-Pertuan Agong dan tertakluk kepada peruntukan mana-mana undang-undang persekutuan dan peruntukan Jadual Kedua, kuasa itu boleh dijalankan olehnya atau oleh Jemaah Menteri atau oleh mana-mana Menteri yang diberikuasa oleh Jemaah Menteri, tetapi Parlimen boleh dengan undang-undang memberi tugas-tugas pemerintah kepada orang-orang lain".

"40. Yang di-Pertuan Agong hendaklah bertindak mengikut nasihat.

(1) Pada menjalankan tugas-tugasnya di bawah Perlembagaan ini atau di bawah undang-undang persekutuan, Yang di-Pertuan Agong hendaklah bertindak mengikut nasihat Jemaah Menteri atau nasihat seseorang Menteri yang bertindak di bawah kuasa am Jemaah Menteri, kecuali sebagaimana diperuntukkan selainnya oleh Perlembagan ini; tetapi Yang di-Pertuan Agong adalah berhak, atas permintaannya, mendapat apa-apa maklumat mengenai pemerintahan Persekutuan yang boleh didapati oleh Jemaah Menteri.

(1A) Pada menjalankan fungsi-fungsinya di bawah Perlembagaan ini atau undang-undang persekutuan, jika Yang di-Pertuan Agong dikehendaki bertindak mengikut nasihat, atas nasihat, atau selepas menimbangkan nasihat, Yang di-Pertuan Agong hendaklah menerima dan bertindak mengikut nasihat itu.

(2) Yang di-Pertuan Agong boleh bertindak menurut budi bicaranya pada melaksanakan tugas-tugas yang berikut iaitu:


(a) melantik seorang Perdana Menteri;

(b) tidak mempersetujui permintaan membubar Parlimen;

(c) meminta supaya di adakan suatu mesyuarat Majlis Raja-Raja yang semata-mata mengenai keistimewaan, kedudukan, kemuliaan dan kebesaran Duli-Duli Yang Maha Mulia Raja-Raja dan mengambil apa-apa tindakan dalam mesyuarat itu, dan dalam apa-apa hal lain yang tersebut dalam Perlembagaan ini.

(3) Undang-undang Persekutuan boleh membuat peruntukan bagi mengkehendaki Yang di-Pertuan Agong bertindak pada menjalankan tugas-tugas yang lain daripada yang berikut, selepas berunding dengan atau atas syor mana-mana orang atau kumpulan orang yang lain daripada Jemaah Menteri:


(a) tugas-tugas yang boleh dijalankan menurut budi bicaranya;

(b) tugas-tugas lain jika untuk menjalankannya peruntukan ada dibuat dalam mana-mana Perkara lain."



Fungsi Perundangan (Perkara 44)

Kuasa perundangan Persekutuan adalah terletak kepada Parlimen yang mengandungi Yang di-Pertuan Agong dan dua majlis yang dinamakan Dewan Negara dan Dewan Rakyat. Oleh kerana Yang di-Pertuan Agong adalah sebahagian daripada komponen Parlimen, maka baginda mempunyai kuasa-kuasa berikut:

-Memanggil Parlimen bermesyuarat dari masa ke semasa;
-Memberhentikan dan membubarkan Parlimen;
-Boleh memberi ucapan dalam mana-mana Majlis Parlimen dalam kedua-dua Majlis Parlimen bersama; dan
-Memperkenankan Rang Undang-Undang.

Yang di-Pertuan Agong juga mempunyai kuasa untuk melantik dua orang senator untuk Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur dan seorang untuk Wilayah Persekutuan Labuan. Di samping itu baginda juga mempunyai kuasa untuk melantik empat puluh orang senator lagi.

Para senator yang dilantik oleh Yang di-Pertuan Agong ini adalah, pada hemat baginda, terdiri daripada orang-orang yang terkemuka dalam masyarakat dan banyak memberi sumbangan kepada masyarakat. Selain dari tokoh-tokoh yang terkemuka dalam bidang ikhtisas seperti perdagangan dan industri, pertanian, kegiatan kebudayaan dan sosial, tokoh-tokoh yang mewakili kaum minoriti seperti orang asli juga dipilih.

"44. Keanggotaan Parlimen.

Kuasa Perundangan Persekutuan adalah terletak pada Parlimen yang mengandungi Yang di-Pertuan Agong dan dua Majlis yang dinamakan Dewan Negara dan Dewan Rakyat".



"45. Keanggotaan Dewan Negara.

(1) Tertakluk kepada Fasal (4), Dewan Negara hendaklah mengandungi ahli-ahli yang dipilih dan dilantik seperti berikut:


(a) dua orang ahli bagi tiap-tiap satu Negeri hendaklah dipilih mengikut Jadual Ketujuh; dan

(aa) dua orang ahli bagi Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, seorang ahli bagi Wilayah Persekutuan Labuan dan seorang ahli bagi Wilayah Persekutuan Putrajaya hendaklah dilantik oleh Yang di-Pertuan Agong; dan

(b) empat puluh orang ahli hendaklah dilantik oleh Yang di-Pertuan Agong.

(2) Ahli-ahli yang akan dilantik oleh Yang di-Pertuan Agong ialah orang-orang yang pada pendapatnya telah berbuat jasa cemerlang dalam perkhidmatan awam atau telah mencapai kepujian dalam lapangan profesyen, perdagangan, perusahaan, pertanian, kegiatan kebudayaan atau perkhidmatan masyarakat atau yang mewakili kaum-kaum yang kecil bilangannya atau yang mempunyai kebolehan mewakili kepentingan orang asli.

(3) Tempoh jawatan seseorang ahli Dewan Negara ialah tiga tahun dan tempoh itu tidaklah tercatat oleh pembubaran Parlimen.

(3a) Seseorang ahli Dewan Negara tidak boleh memegang jawatan lebih daripada dua tempoh sama ada terus-menerus atau selainnya:

Dengan syarat bahawa jika seseorang yang telah pun tamat dua tempoh jawatan atau lebih sebagai ahli Dewan Negara adalah sebelum sahaja mula berkuatkuasanya Fasal ini seorang ahli Dewan Negara maka ia bolehlah terus berkhidmat sebagai ahli sedemikian itu selama baki tempohnya.

(4) Parlimen boleh dengan undang-undang:


(a) menambah bilangan ahli-ahli yang akan dipilih bagi tiap-tiap satu Negeri hingga tiga orang;

(b) membuat peruntukan supaya ahli-ahli yang akan dipilih bagi tiap-tiap satu Negeri dipilih dengan undi terus oleh pemilih-pemilih Negeri itu;

(c) mengurangkan bilangan ahli-ahli yang dilantik atau menghapuskan ahli-ahli yang dilantik".


KESIMPULAN

Badan eksekutif adalah satu daripada tiga cabang kerajaan. Kepentingan badan bergantung kepada penyandangnya. Di dalam sistem demokrasi berparlimen dan raja berperlembagaan, Yang di-Pertuan Agong adalah lambang perpaduan dan kedaulatan negara. Sesungguhnya Perlembagaan Persekutuan meletakkan baginda di tunggak pemerintahan negara, manakala kuasa kerajaan terletak pada tangan seorang Perdana Menteri yang merupakan Ketua Kerajaan.
Seorang Perdana Menteri memainkan pelbagai peranan, sama ada di dalam mahupun di luar kerajaan. Di dalam perlembagaan telah dijelaskan bahawa Kuasa Eksekutif, iaitu kuasa untuk memerintah, diberi di bawah Perkara 39 Perlembagaan Malaysia kepada Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agung, tetapi diselenggarakan oleh Jemaah Menteri yang diketuai oleh Perdana Menteri. Jemaah Menteri adalah bertanggungjawab terus kepada Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong. Setiap tindakan eksekutif Kerajaan Persekutuan adalah disalurkan daripada kuasa Diraja, sama ada secara langsung atau tidak langsung. Oleh itu PM mempunyai Kuasa Eksekutif kerana kuasa itu telah diserahkan oleh YDPA kepada PM tetapi kuasa asalnya adalah daripada YDPA itu sendiri.


Yang Di Pertuan Agong sebagai Ketua Utama negara mengetuai tiga badan kerajaan. Pemerintahan kuasa kerajaan kepada tiga badan utama dilakukan supaya pemumpuan kausa tidak berlaku kepada mana-mana pihak. Inilah yang dimaksudkan "Doktrin Pemisahan Kuasa". Idea ini dicetuskan oleh Motesquieu, ahli falsafah politik dan undang-undang Perancis dalam abad 18. Doktrin Pemisahan Kuasa ini bertujuan supaya kuasa negara tidak dimiliki secara mutlak oleh sesuatu pihak dan mudah pula diselewengkan.

[ Post a Reply to This Message ]
Replies:
Subject: Pak Rampa Ulang Balik Tektik Lama


Author:
Muhazam Mustapha
[Edit]

Date Posted: 09:01:13 09/06/05 Tue

PAS HARAM SEBAGAIMANA HARAMNYA ZINA


Mafhum hadis:

Sesiapa yang berpisah dari jemaah dan pemimpin negara walau SEJENGKAL, maka matinya mati JAHILIYYAH.

Anda nak pertikaikan makna "jemaah" di situ ? Kita akan perjelaskan....


Woi Pak Rampa mangkuk !

Kalau dah PM berjaya melucutkan kekebalan YDPA, maka itu maknanya (dan buktinya bahawa) PM-lah yang lebih berkuasa drp YDPA. Jadi PM-lah pemerintah tertinggi. Jadi tindakan melucutkan kekebalan itu tidak bughah sebab pemimpin tertinggi yg kenakan tindakan ke atas pemimpin simbolik yang tiada kuasa ! Tengok la realiti tu sikit ! BONGOK !!!!!! Kalau YDPA membangkang kerana kekebalannya dilucutkan, itu baru dipanggil BUGHAH !

Macam apabila PM mengurangkan subsidi minyak, itu tak dipanggil bughah, tapi bila rakyat memberontak kerana harga minyak naik, itulah baru bughah.

Kau bila nak berikan realiti apa-apa yang telah dilucutkan oleh YDPA dari PM ? Bila pulak nak berikan pandangan pakar undang2 tentang hakikat PM vs YDPA ni ? Tau senaraikan perlembagaan je ? Kami (dan Prof Jayum) lebih dulu baca dan kaji perlembagaan daaaaaa !!!! Cerita kat Samdol tu, tak payah susah2 paste perlembagaan kat sini, kami dah lama baca dah. Kesian aku kat Samdol - hujah dah tengit sangat berbau macam hujah Pak Rampa. Inilah bahana kalau si keldai bodoh mengaji dgn si himar dungu.

Kau bila nak saman aku kerana menghina perlembagaan ? Aku dah bagi nama penuh dan IC. Aku cuma tunggu tindakan kau. Kau pun boleh saman Prof Jayum - boleh cari maklumat ttgnya di UPM. Atau kalau kau nak aku saman kau ? Sila berikan nama penuh dan IC. Tengoklah apa tindakan yang aku boleh buat.


Yang paling seronok skrg, Pak Rampa dan mulakan tabiat lama - ulang-ulang hujahnya yang sudah dijawap, recycle hujahnya yang tidak menjawap apa, ulang tayang hujahnya yang banyak lobang keramat.

Antara lain ini kandungan hujah lama Pak Rampa tu:

YDPA paling berkuasa sebagai Pemerintah Tertinggi di Malaysia, tetapi bab Hudud, Baginda tidak mempunyai apa-apa kuasa, kerana dijajah oleh Lord Reid. Untuk dapat Hukum Hudud itu dilaksanakan, Perlembagaan Lord Reid itu wajib dipinda, supaya YDPA dan PM mempunyai Kuasa menjadikan Hukum Hudud sebagai undang-undang di Malaysia. Apakah Muhazam tidak mahu YDPA dan Agung mempunyai kuasa supaya Hukum Hudud itu menjadi undang-undang? Tetapi PM sendiri tidak mahu mempunyai kuasa itu maka itulah sebabnya PM sendiri tidak mahu Perlembagaan Lord itu dipinda. Yang mahu hanya PAS, tetapi Muhazam telah mengkhianati Hukum Allah (Hudud) itu dari dapat dilaksanakan kerana menuduh PAS pula sebagai Bughah!

Yang kita faham kat situ Pak Rampa kata: YDPA tak dak kuasa laksana hudud.

Kenapa ? Kerana perlu pinda perlembagaan dulu - baru dapat kuasa.

Kepada siapa yang dia minta supaya perlembagaan dipinda ? Jawapan: Dia minta supaya PM pinda perlembagaan, tapi dia kata PM enggan pinda.

Tapi sebelum tu Pak Rampa kata YDPA lebih berkuasa drp PM. Kalau PM berkuasa pinda perlembagaan (cuma tak mahu je), maka YDPA tentunya lebih berkuasa lagi utk pinda perlembagaan yg sama. Kenapa ? Sebab, mengikut formula Pak Rampa, YDPA lebih berkuasa drp PM.

Tapi dari dulu kini dan selamanya Pak Rampa dok desak PM supaya pinda perlembagaan. Kalau YDPA, yg kata dia lebih berkuasa drp PM, tak boleh buat apa2 utk laksanakan hudud, maka kenapa dok merenget kpd PM, yg kurang berkuasa, supaya pinda perlembagaan ?

Tengoklah sdr2 sekalian, begitu mudah kita telanjangkan hujah puak2 jahiliyyah ni.

Pak Rampa tulis lagi:

KITA nampak sekarang, siapakah yang Bughah! Kumpulan Muhazam menyeru kita supaya menderhaka kepada YDPA dan PM pada perkara yang YDPA dan PM sendiri restui, yang meluluskan kewujudan PAS. YDPA selaku Ketua Agama di Malaysia tidak pernah pun meminta PAS dibubarkan, dan PM sendiri yang meluluskan pendaftaran PAS. Meminta agar PAS dibubabarkan bererti menentang (mengikut kefahaman Muhazam perkataan “menentang” Pemimpin/Pemerintah adalah Bughah) Pemerintah. Oleh itu kumpulan Muhazamlah yang melakukan Bughah.

Oooooo !!!!!! YDPA dan PM kedua2nya setuju supaya PAS dibenarkan wujud !!!! So kalau kita minta supaya PAS diharamkan, maka kita bughah la ye ? Ooooooo.......

Wahai BAHALOL Pak Rampa, kedua2 PM dan YDPA juga telah setuju supaya hudud tidak dilaksanakan di Malaysia. YDPA juga tidak pernah meminta supaya hudud dilaksanakan. Jadi apabila kau meminta supaya hudud dijalankan maka kau telah bughah. Terima kasih Pak Rampa kerana kau telah ditakrifkan sebagai bughah dengan formula kau sendiri. Terima kasih sekali lagi.

Nak minta aku jawap lagi benda2 lama yang aku dah jawap tu ? Tak malu kena bogel ? Atau kau memang tak dak kemaluan ?

[ Post a Reply to This Message ]
Replies:
Subject: Fungsi SUHAKAM sebagai check and balance Kerajaan


Author:
siswasiswi
[Edit]

Date Posted: 18:55:13 09/06/05 Tue

Sebenarnya idea hak asasi manusia bermula tahun 1948 iaitu daripada United Nation Human Rights. Dari situlah bermula setiap negara ditetapkan mengadakan Suruhanjaya Hak Asasi Manusia. Setiap perbelanjaan ditanggung oleh kerajaan masing-masing. Sepatutnya setiap negara di dalam dunia mesti mewujudkan suruhanjaya ini.

Pada awal tahun 1990, Perdana Menteri telah memutuskan Tan Sri Musa Hitam sebagai wakil Malaysia ke Persatuan Bangsa-Bangsa Bersatu untuk berbincang tentang hak asasi manusia. Dan beliau telah dilantik sebagai Pengerusi. Lihatlah setiap negara di dalam dunia memiliki Suruhanjaya Hak Asasi Manusia tetapi Malaysia sendiri tiada suruhanjaya tersebut.

Bagaimanapun, setelah sekian lama barulah kerajaan Malaysia bersetuju menubuhkan suruhanjaya ini. Setelah melalui proses kelulusan kabinet dan dibawa ke parlimen. Tiada sebarang bantahan berlaku dan ia diterima sebulat suara. Oleh demikian,suruhanjaya ini merupakan badan yang ditubuhkan melalui proses undang-undang. Justeru, ia bukan sebagai badan NGO atau anti kerajaan tetapi untuk rakyat.

Seperti dimaklumkan, perbelanjaan akan ditanggung oleh kerajaan. Dan ini tidak bermakna suruhanjaya tersebut tidak bebas. Misalnya segala perbelanjaan badan kehakiman ditanggung oleh kerajaan. Tetapi badan tersebut bebas dalam membuat dalam sebarang keputusan. Tan Sri Dato' Prof Harun Mahmud Hashim, Timbalan Pengerusi SUHAKAM yang juga bekas Hakim Negara, menafikan apabila segala kos perbelanjaan ditanggung oleh kerajaan maka semuanya akan mengikut telunjuk kerajaan. Hal ini jangan dijadikan perbandingan. Suruhanjaya ini ditubuhkan mengikut undang-undang pada 9 September 1999.

Walaupun Suhakam baru ditubuhkan tetapi nampaknya ia lebih menonjol berbanding pertubuhan lain kerana isu yang dimainkan mendapat tempat di hati rakyat dan ada personaliti tertentu di dalamnya. Hak asasi manusia sememangnya timbul di mana-mana sahaja. Boleh dikatakan badan ini telah diterima oleh rakyat di samping kebebasan yang ada mengikut peruntukan undang-undang. Kedua, ia dianggotai bekas hakim negara, profesor, tokoh akademik, dan bekas ahli politik. Sebenarnya, bekas ahli politik hanya dua orang sahaja. Itupun sudah bersara lama dalam arena politik. Peringkat awal, suhakam melakukan pertemuan dengan badan NGO antaranya Hakam, Aliran, dan Suaram. Pertemuan itu mendapat kerjasama dan mereka mahu membantu dan menyerahkan segala kajian yang dilakukan kepada suhakam. Walaupun mereka komited dengan Suhakam dan menganjurkan pelbagai seminar. Bagaimanapun, setakat ini belum ada kuasa yang boleh menjalankan keputusan yang telah dilakukan. Namun suruhanjaya ini memang ada kuasa tertentu tetapi bidang kuasanya bukanlah seperti badan kehakiman atau imigresen kerana badan ini sudah ada kuasa tertentu untuk menjalankan tugas.

Bidang kuasa Suhakam pula, berhak memanggil sesiapa sahaja sebagai saksi untuk memberi keterangan, suhakam boleh melawat mana-mana jabatan kerajaan untuk menyiasat tentang aduan yang telah dibuat oleh rakyat. Selepas siasatan dilakukan, pihak suhakam akan membuat perakuan kepada kerajaan. Di situ suhakam bertanggungjawab menyediakan laporan tahunan untuk terus dibawa ke Dewan Rakyat tanpa menerusi mana-mana menteri. Jadi, setakat ini sahaja kuasa Suhakam.

Apabila dibentangkan di parlimen, maka wakil rakyat perlu menjalankan tugas. Pada masa dahulu timbul sebarang masalah kerajaan untuk menubuhkan Suruhanjaya Diraja. Dalam kes Anwar Ibrahim ditumbuk dan polis diminta menyiasat tetapi, masih tidak dapat membuktikan siapa yang melakukannya. Akhirnya, Suruhanjaya Diraja ditugaskan untuk menyiasat dan terbukti Ketua Polis Negara sendiri yang melakukannya. Dan suhakam telah membuat perakuan meminta beliau didakwa. Atas perakuan inilah beliau telah didakwa dan dihukum. Beginilah tindakan yang dilakukan oleh suruhanjaya.

Jika kita menyebut soal integriti, perlu melihat siapakah ahlinya. Mengikut undang-undang sememangnya badan ini bebas. Suhakam diberi kuasa untuk menyiasat sesiapa sahaja. Tan Sri Dato' Prof Harun Mahmud Hashim telah nyatakan bahawa boleh dikatakan pelbagai badan NGO yang telah ditemui berpuas hati bahawa Suhakam akan menjalankan tugasnya secara bebas. Suhakam juga telah memanggil jabatan kerajaan dan kementerian berkenaan untuk disoal siasat. Misalnya aduan diterima bahawa orang di dalam tahanan telah diseksa. Oleh itu, suhakam bertindak memanggil orang atasan seperti ketua-ketua jabatan penjara. Begitu juga pertemuan dengan parti politik sama ada kerajaan dan pembangkang. Nampaknya, setakat ini mereka berpuas hati dengan suhakam.

Begitu juga ahli-ahli Suhakam seperti Musa Hitam dahulunya merupakan Timbalan Perdana Menteri. Ketika itu beliau merasakan dirinya tidak sesuai lagi akhirnya meletakkan jawatan bukannya beliau dibuang. Hakim pula, merupakan salah seorang suruhanjaya yang melakukan perakuan kepada kerajaan bahawa Ketua Polis Negara yang mencederakan Anwar merupakan ahli Suhakam juga. Oleh demikian, terbukti bahawa Suhakam bukan satu badan yang mengikut telunjuk kerajaan. Perkara ini memang jauh sekali. Profesor Hamdan bukan seorang kaki ampu kerajaan, Prof Chia, Prof Mehrun hendak kata keras kepala tidaklah tetapi mereka adalah golongan yang tidak boleh dipengaruhi oleh kerajaan.

Mungkin rakyat akan melihat Suhakam tidak lebih sebagai badan penasihat kerajaan dalam isu-isu tertentu. Ertinya Suhakam bukannya menteri yang mempunyai bidang kuasa yang besar. Sebenarnya, apabila timbul masalah suhakam akan menasihati kerajaan. Suhakam boleh membuat perakuan bahawasanya hal tersebut tidak betul maka kerajaan kena betulkan. Lihatlah suruhanjaya di luar negara serupa juga. Suruhanjaya bertindak bukan bermakna mereka antikerajaan atau jauh sekali untuk pro-kerajaan. Sebabnya kita melihat siapa yang betul atau salah. Oleh itu, tugas Suhakam membetulkan perkara yang tidak betul. Bagaimanapun, jika rakyat menganggap Suhakam sebagai satu badan pro-kerajaan adalah sesuatu yang tidak betul dan tidak boleh diterima.

Apa yang menarik, selepas kita tubuhkan Suruhanjaya Hak Asasi Manusia, reputasi kita di peringkat antarabangsa amat baik. Malah bukan mudah Bangsa-Bangsa Bersatu hendak menerima jika penubuhan ini sekadar sandiwara. Perkara ini sememangnya jauh sekali.

[ Post a Reply to This Message ]
Replies:
Subject: Kuasa Hakim kalahkan PM


Author:
siswasiswi
[Edit]

Date Posted: 16:09:49 09/06/05 Tue


Ingin saya bawakan satu kisah Sejarah Kehakiman Vs PM yang mana badan kehakiman menidakkan keputusan-keputusan PM dengan kata lain keputusan PM boleh diBATALkan. Adakah ini BUKTI bahawa PEMERINTAH SEBENAR YG PALING BERKUASA ADALAH TERLETAK PADA PERDANA MENTERI??? PM dikalahkan dalam beberapa keputusan mahkamah. Sudahlah tu wahai Muhazam&CO. Terimalah hakikat perlembagaan Malaysia!!!


Ucapan Lim Kit Siang di forum awam bertajuk Harun Hashim: Seorang Hakim yang Ulung” anjuran DAP.


Pada Oktober 1987, Harun merupakan tumpuan utama ribut perlembagaan yang bergolak. Pada 10hb Oktober 1987, dalam ucapan Lim Kit Siang di Kesatuan Xavierian di Pulau Pinang bertajuk “Renungan kenegaraan Malaysia selama 30 tahun”, Lim Kit Siang telah mengeluarkan amaran mengenai kemungkinan berlakunya krisis perlembagaan. Lim Kit Siang merujuk kepada spekulasi yang hangat pada masa itu mengenai persediaan pihak Pentadbiran untuk ‘menyerang’ badan kehakimanan di dalam mesyuarat Parlimen akhir bulan berkenaan, samada menerusi usul pendakwaan terhadap seorang hakim Mahkamah Tinggi – sesuatu yang tidak penah berlaku dalam sejarah Parlimen – atau menerusi pindaan ke atas Perlembagaan supaya pihak Pentadbiran berupaya merampas kuasa badan kehakiman.

Hakim yang menjadi tumpuan pada masa itu adalah Allahyarham Harun Hasim. Pada masa itu, peristiwa krisis kehakiman telah sempat dielakkan buat sementara, kerana sesi mesyuarat parlimen pada akhir tahun 1987 tidak membangkitkan isu usul pendakwaan terhadap Harun. Sebaliknya, dua minggu kemudian, berlakulah Operasi Lalang, di mana penahanan beramai-ramai mengambil tempat. Karpal dan Lim Kit Siang antara 106 orang yang ditahan di bawah Akta Keselamatan Dalam Negeri.

Apabila krisis kehakiman akhirnya tercetus dan mengakibatkan kesan-kesan yang serius lapan bulan kemudian, Ketua Hakim Negara pada masa itu, Tun Salleh Abas, telah menggantikan tempat Harun sebagai sasaran serangan pihak Pentadbiran, dan turut mengakibatkan pemecatan Salleh dan dua orang hakim Mahkamah Tertinggi, Tan Sri Wan Suleiman Pawanteh dan Datuk George Seah, dan bermulalah bad krisis kehakiman yang pertama dalam sejarah Negara kita.

Allahyarham Harun telah memainkan peranan yang penting dalam satu zaman yang telah dihuraikan oleh Menteri Undang-undang Datuk Dr Rais Yatim dalam bukunya Freedom under Executive Power in Malaysia sebagai:

“Zaman 1986-1989 mungkin boleh diringkaskan sebagai masa paling gemilang buat badan kehakiman di Malaysia kerana dalam tempoh yang singkat itu, ia telah melahirkan beberapa keputusan yang menggalakkan kebebasan. Keputusan-keputusan kehakiman ini tidak disukai oleh Perdana Menteri. Perasaan tidak suka beliau terhadap pihak kehakiman menjadi ketara apabila beliau dikalahkan dalam beberapa keputusan mahkamah.” (ms 318)

[“The period 1986-1989 could perhaps be summarized to be the finest hour of the Malaysian Judiciary for it was during this short period that it handed down those few judgments that gave freedom a boost. These judgments did not go down well with the Prime Minister. His dissatisfaction with the judiciary came into sharp focus when he was clearly stung by the various decisions of the court”. (p. 318).]



Sebagaimana yang disebutkan oleh Rais dalam kajian kedoktorannya, tiga perkara utama yang paling menjengkelkan Perdana Menteri pada masa itu adalah: kes-kes yang bertentangan dengan kehendak kerajaan, kenyataan-kenyataan yang dibuat oleh beberapa orang hakim di luar mahkamah (khasnya oleh Allahyarham Harun) di majlis-majlis rasmi seperti seminar dan forum, serta keputusan dan pengisytiharannya yang dibuat dalam sesetengah kes. Kes-kes yang paling menyakitkan hati pihak pentadbiran termasuklah Berthelsen v. Ketua Pengarah Imegresen, Lim Kit Siang v. Dato’ Seri Dr. Mahathir Mohamed, Lim Kit Siang v. UEM & Kerajaan Malaysia, Karpal Singh v. Menteri Hal Ehwal Dalam Negeri, Aliran v. Menteri Hal Ehwal Dalam Negeri serta kes UMNO 11. Dan kenyataan-kenyataa luar mahkamah termasuklah cadangan oleh Allahyarham Harun di forum akademi sebuah universiti tempatan bahawa Dewan Negara sebagai Dewan kedua Parlimen akan menjadi lebih efektif sekiranya keahliannya dirombak semula.



Dalam kolumnya di New Straits Times “Benchmark” pada 18hb Mei 2003, Allahyarham Harun menulis “Bertahun-tahun lamanya, sebelum dan selepas kemerdekaan, Malaysia menikmati reputasi kerana kehakimannya yang bebas, tidak berat sebelah dan bersih.”



Rais bersetuju sepenuhnya dengan pandangan ini apabila beliau berkata dalam bukunya:

“Sejak merdeka, badan kehakiman menikmat hak kebebasannya dan tidak seorang pun bekas perdana menteri, yang kebetulan semuanya mendapat latihan perundangan dari England, yang pernah campur tangan dalam hal kehakiman.” (ms 307)


[“Since merdeka the judiciary had by and large enjoyed its share of independence and none of the previous three Prime Ministers, who had incidentally received their legal training in England, as much as nudged the judiciary.” (p. 307)]



Bagaimana pun semua ini dihancurkan oleh krisis kehakiman pertama yang berlaku dalam tahun 1988. Rais menggulung:

“Peristiwa melucutkan Ketua Hakim Negara adalah berlandaskan kehendak pihak pentadbiran untuk memiliki kuasa mutlak dalam soal hala tujuan badan kehakiman di masa depan. Mesjnya jelas: Hakim hanya dibenarkan menakrif undang-undang menerusi cara yang ditentukan oleh pihak pentadbiran menerusi bahasa-bahasa yang diluluskan oleh parlimen... Dalam iklim sebegini, tidak salah jika dikatakan bahawa kebebasan kehakiman hanya merupakan satu ilusi.” (ms 360)

[“The whole episode of removing the Lord President was based on the desire of the executive to have an untrammeled say in the direction the judiciary should take in future. The message is clear: Judges are only allowed to interpret the law in the way that the executive had determined through the language passed by Parliament. … Needless to say that with this state of affairs at hand the independence of the judiciary may be seen as being merely illusory. (p 360).”]



Dan paling terus terang lagi, Rais berkata:

“Dalam keadaan ini, bagaimanapun, rakyat Malaysia yang dikaburi oleh media yang terus dikawal rapi, telah salah anggap bahawa tidak berlakunya kemerosotan dalam doktrin pemisahan kuasa dan bahawa kehakiman kita kekal bebas tanpa diganggu. Tetapi ini semuanya tidak benar. Apa yang tidak diketahui oleh seseorang tidak akan dirasai kehilangannya. Tetapi mereka yang terlibat dalam sistem perundangan sedar tentang hal yang sebenarnya dan krisis yang melanda sistem kedaulatan undang-undang di Malaysia.” (ms 379)


[ “Under the present circumstances, however, the Malaysian people by way of a consistently controlled media are being led to accept the view that there has been no demise of the doctrine of separation of powers and that the judiciary is as such unscathed in all respects. How true it is of the truism: what one does not know one does not miss. But the legal fraternity in particular knows the horrendous reality that the crisis has brought upon the rule of law in Malaysia.” (p.379)]



Semua ini adalah sebelum lebih banyak lagi krisis yang melandai badan kehakiman kita setelah penerbitan buku Rais dalam tahun 1995, dan masih tidak kelihatan sebarang harapan untuk pemulihannya – sungguhpun dua orang Ketua Hakim Negara telah mengambil alih tugas berkenaan berturut-turut dalam tiga tahun yang lepas.

P/S Penghormatan terulung kepada Harusn Hashim adalah dengan memulihkan kebebasan badan kehakiman dan system pemisahan kuasa antara pihak pentadbiran dan kehakiman ke tahap yang paling membanggakan dalam tempoh 1986 – 1988 sebagaimana yang diakui oleh Rais Yatim dalam tulisannya “Freedom Under Executive Power in Malaysia”

[ Post a Reply to This Message ]
Replies:
Subject: UNTUK MEREKA YANG MENUDUH PAS ADALAH BUGHAH.


Author:
Pemerhati
[Edit]

Date Posted: 16:15:51 01/27/05 Thu

PENAFSIRAN Hadis-hadis mengenai Bughah oleh pihak Muhazam dan JIN selama ini adalah penfasiran mereka bermotifkan politik machiavellisme, bukannya berlandaskan Syarak; itulah sebabnya mereka sanggup membuat fitnah dan menuduh PAS adalah puak Bughah. Itulah sebabnya Muhazm hanya berani menjawab hujah-hujah pihak kita di laman web lain yang dibuatnya sendiri, supaya kita tidak berpeluang menghujah-balas di laman webnya itu.

Apabila kita hujah-balas, Muhazam melabel pihak kita mengulang-tayang; recycle hujah-hujah yang dia kata sudah pihaknya berikan jawapan. Bagi Muhazam, perkara agama, tidak perlu dilang-tayang; itulah sebabnya dia pertikaikan pihak kita yang mengulang-tayang. Bab Bughah adalah bab Agama, dan untuk mencari kebenaran, Muhazam tidak mahu diulang-ulang tayang.

Kita rujuk balik beberapa Hadis yang antaranya mereka telah paparkan sebagai landasan mereka menuduh PAS kononnya Bughah dan haramnya PAS sebagaimana haramnya zina. Kita dapat mengesan bahawa tafsiran mereka telah menyalahtafsirkan hadis-hadis berikut:

1. Rasulullah SAW bersabda :

Sesiapa yang telah mengangkat(bersetuju melantik) seorang pemipin kemudian memberikan padanya uluran tangannya dan buah hatinya(sebagai tanda persetujuan), maka hendaklah ia (orang yang mengangkatnya) mentaatinya sedaya mungkin. Maka jika dating orang lain yang menentangnya, hendaklah mereka membunuh yang terakhir(penentang), aku (Abdulrahman bin Abdul Rabbi’l Kabah) bertanya : Apakah kamu mendengar ini dari Rasulullah SAW? Ia (Abdullah bin Amr) menjawab: Aku mendengar (hadis ini) dengan kedua telingaku dan difahami oleh hatiku”. [H/R Muslim 3/1472. Abu Daud 4/97. Dan Ibnu Majah 2/1306].


Perhatikan:
Dalam maksud hadis No.1 tersebut adanya ungkapan: “ maka hendaklah ia (orang yang mengangkatnya) mentaatinya sedaya mungkin”.

Pernahkah selama ini kita temui postings drpd. Muhazam dan JIN dan lain-lain yang menyokong Muhazam dan JIN yang menuduh kononnya PAS adalah Bughah, mereka menghuraikan maksud ungkapan “maka hendaklah ia (orang yang mengangkatnya) mentaatinya sedaya mungkin” yang terdapat dalam maksud Hadis tersebut di atas? Tidak pernah! Ini adalah kerana mereka mahu menyembunyikan maksud ungkapan “mentaatinya sedaya mungkin.” itu.

Apakah maksud “ maka hendaklah ia (orang yang mengangkatnya) mentaatinya sedaya mungkin” itu? Dengan adanya ungkapan tersebut, bererti bahawa ketaatan terhadap Pemimpin, mengikut maksud Hadis itu adalah bersyarat, iaitu mentaaaaaaatinya setakat yang terdaya saja; tetapi apabila sudah tiadanya terdaya lagi kerana Pemimpin itu melakukan maksiat, kemungkaran dan tidak mahu menguatkuasakan Hukum Allah misalnya; maka rakyat yang beragama Islam adalah berhak dari segi Syarak membatalkan ketaatan kepada Pemimpin tersebut.

Di Malaysia, bagaimana? Adakah Pemimpin/Pemerintah telah pun mahu mengkuatkuasakan Hukum Allah, iaitu Hudud?

2. Daripada Ibn `Abbas r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda maksudnya:
'Sesiapa yang melihat sesuatu perkara yang tidak disukai daripada ketuanya maka hendaklah dia bersabar. Sesungguhnya sesiapa yang berpisah daripada jamaah walaupun sejengkal lalu dia mati maka matinya adalah mati jahiliyyah.' (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Perhatikan dalam maksud hadis No.2 di atas, adanya ungkapan “hendaklah dia bersabar”. Dari segi Syarak, apakah maksud “bersabar”? Jangan kita ketepikan konsep “Bersabar” itu mengikut Syarak, kerna “bersabar” itu ada had dan batasannya. Itulah sebabnya bab “menganiayai” atau “menzalimi” tidak kira siapa, sama ia seorang Pemimpin atau bukan pemimpin, apabila ia melakukan penganiayaan atau kezaliman, Allah SWT mengizinkan pihak yang menganiayi dan menzlimi itu dicerca (Ayat 148 Surah Al-Nisaa’), lebih-lebih lagi terhadap Pemimpin yang enggan menghukum dengan Hukum Allah. Apakah dapat kita bersabar apabila Pemimpin kafir (engkar) tidak mahu menghukum dengan hukum Allah, tetapi menggunakan hukum sekular-kafir terhadap pe jenayah syariah-penjenayah syariaholeh rakyat beragama Islam?

Dalam Hadis itu juga adameneyebut: “Sesungguhnya sesiapa yang berpisah daripada jamaah walaupun sejengkal lalu dia mati maka matinya adalah mati jahiliyyah.”. Kita tidak boleh pisahkan ayat ini, dengan ayat sebelumnya kerana sudah pastilah ia merujuk kepada keperihalan keadaan mengenai ayat yg berada sebelumnya itu, iaitu tertakluk juga kepada maksud “Bersabar” itu. Apa maksud bersabar mengikut Syarak? Apakah bersabar mengikut syarak, bersabar itu tiada had dan batasannya?

Apakah sesuatu jemaah itu, apabila jelas dan terbukti Pemimpinnya engkar, enggan menghukum dengan hukum Allah, kita wajib memberikan terus ketaatan, dan kita tidak boleh meninggalkan jemaah itu, dan meninggalkannya, kita akan mati jahiliyyah, sedangkan Pemimpin jemaah itu sendiri melakukan perkara-perkara jahiliyyah?

3. Daripada `Awf bin Malik al-Asyja`ie beliau berkata, 'aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda maksudnya:
'Sebaik-baik pemimpin kamu ialah yang kamu kasihi mereka dan mereka kasihi kamu, kamu mendoakan mereka dan mereka mendoakan untuk kamu. Seburuk-buruk pemimpin ialah yang kamu benci mereka dan mereka bencikan kamu, kamu laknat mereka dan mereka melaknat kamu.' Kami berkata, 'Wahai Rasulullah, bolehkah kami memerangi mereka?' Baginda menjawab, 'Jangan! Selagi mereka bersembahyang bersama kamu kecuali orang yang diperintah oleh seorang pemimpin yang melakukan maksiat, maka hendaklah dia membenci maksiat yang dilakukan itu dan jangan sekali-kali mencabut ketaatan.' (Riwayat Muslim, Ahmad)

Perhatikan maksud Hadis No.3, di atas, terdapatnya ungkapan: “..... kecuali orang yang diperintah oleh seorang pemimpin yang melakukan maksiat, maka hendaklah dia membenci maksiat yang dilakukan itu dan jangan sekali-kali mencabut ketaatan.”

Apa maksudnya “..... dan jangan sekali-kali mencabut ketaatan”? Perhatikan semula maksud Hadis No.1, di atas, terdapatnya ungkapan: “.... maka hendaklah ia (orang yang mengangkatnya) mentaatinya sedaya mungkin”. Adalah jelas bahawa maksud “..... dan jangan sekali-kali mencabut ketaatan” dalam Hadis No.3 itu, adalah tertakluk juga kepada maksud “ maka hendaklah ia (orang yang mengangkatnya) mentaatinya sedaya mungkin”. Jika tidak, akan menjadikan Hadis No.1 itu menjadi bercanggah dengan Hadis No.3. jika mana-mana pihak menfsirkan bahawa maksud “..... dan jangan sekali-kali mencabut ketaatan” itu sebagai walaupun sudah tidak da daya lagi memberikan ketaatan, namun mesti wajib juga taat. Adalah mustahil adanya hadis sahih yang bercanggah.

Juteru, ketaatan terhadap PEMIMPIN dan JEMAAH dari segi Syarak ada batasannya, iaitu batasan ketaataan adalah setakat sedaya mungkin, dan batasan terhadap ketaatan kepada Jemaah adalah setakat yang dibenarkan “bersabar” oleh Syarak. Ini adalah kerana dalam ajaran Islam, ketaatan kepada Pemimpin itu setakat sedaya mungkin, dan ketaatan kepada jemaah itu juga, setakat mana kita boleh bersabar justeru Islam bukannya Agamaaa yang mengajar kit supaya taat dan bersabar membuta-tuli!

4. Daripada Huzayfah bin al-Yaman r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda maksudnya:
'Akan ada selepasku para pemimpin yang tidak mengikut petunjukku dan tidak melakukan sunnahku. Akan ada di kalangan kamu pemimpin yang hatinya seperti hati syaitan dalam jasad manusia.? Aku (Huzayfah) bertanya, 'Bagaimana harus aku lakukan jika aku sempat dengan suasana itu wahai Rasulullah?' Jawab baginda, 'Kamu dengar dan taat walaupun dia (pemimpin itu) menyebat kamu dan mengambil harta kamu, hendaklah kamu dengar dan taat.' (Riwayat Muslim, al-Bayhaqi dll.)

Perhatikan dalam Hadis No.4 di atas, adanya ungkapan “'Kamu dengar dan taat walaupun dia (pemimpin itu) menyebat kamu dan mengambil harta kamu, hendaklah kamu dengar dan taat.”. Kita jangan lupaaa kepada maksud Hadis No.1 tadi, bab taat, iaitu “... mentaatinya sedaya mungkin”. Apakah bagi Muhazam dan JIN, apabila menafsirkan Hadis No.4 di atas, ungkapan “.... mentaatinya sedaya mungkin” mesti jangan dipakai sebagai kriteria mengenai ketaatan? Jika ya, bererti Muhazam dan JIN telah menolak maksud Hadis No.1 itu.

5. Daripada `Ubadah bin al-Somit beliau berkata,
'Kami telah membai`ah Rasulullah s.a.w. untuk dengar dan taat dalam keadaan kami suka atau benci, kami senang atau susah, mengutamakan pemimpin daripada diri kami dan untuk tidak menentang pemimpin melainkan terdapat kekufuran yang jelas hukumnya dalam agama ALLAH.' (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Perhatikan maksud Hadis No.5 di atas, adanya ungkapan “.... melainkan terdapat kekufuran yang jelas hukumnya dalam agama ALLAH”. Perkataan “melainkan” itu sendiri menunjukkan ketaatan terhadap Pemimpin adalah bersyarat, tidak boleh membuta tuli. Bagaimanakah apabila terang-terang Pemimpin yang engkar, tidak mahu menguatkuasakan HUKUM-HUKUM ALAAH, apakah ia bukannya telah melakukan kekufuran dalam agama ALLAH? Apakah bagi JIN dan Muhazam, Hukum Hudud itu, bukannya Hukum Allah? Apakah Pemimpin/Perintah yang berkuasa yang enggan menjadikan Hukum Hudud sebagai undang-undang kepada rakyat beragama Islam, mereka bukannya golongan yang melakukan kekufuran dalam agama ALLAH? Apakah Pemimpin/Pemerintah jenis, jika rakyat tukarkan mereka sebagai Pemimpin/Pemerintah melalui pilihanraya, maka hukumnya rakyat berkenaan melakukan Bughah?

6. Daripada Abu Dzar bahawa Rasulullah s.a.w. berkata,
'Wahai Abu Dzar, bagaimanakah kamu sekiranya nanti kamu berada di bawah pemimpin yang tamak dan tidak membahagikan harta al-faie ini?' Jawab Abu Dzar, 'Demi ALLAH yang mengutuskan tuan dengan kebenaran, aku akan pikulkan pedang atas bahuku dan memeranginya sehingga aku bertemu tuan.' Baginda pun bersabda, 'Mahukah jika aku tunjukkan kepadamu yang lebih baik daripada itu' Iaitu engkau bersabar sehingga engkau menemuiku.' (Riwayat Imam Ahmad, dalam sanadnya terdapat perawi bernama Khalid bin Wahaban, Ibnu Hibban menthiqqahkannya manakala Abu Hatim pula mengatakannya majhul).

Perhatikan maksud Hadis No.6 di atas, terdapatnya ungkapan: “Iaitu engkau bersabar sehingga engkau menemuiku.”. Apakah maksud “bersabar” dan “sehingga engkau menemuiku”? dalam maksud hadis tersebut?

Seperti yang telah diperkatakan di atas tadi, “bersabar” adaa batasan dan hadnya. Ketaatan terhadap Pemimpin juga ada batasan dan hadnya, iaitu setakat “sedaya mungkin”. Apakah maksud “......sehingga engkau menemuiku”? Saudah pastilah maksud “engkau” itu, adalah Abu Dzar, bukannya kita sekarang ini kerana Rasulululah s.a.w. telah pun wafat. Yang tepat bagi kita sekarang ialah mengguna-pakai maksud “sehingga engkau menemuiku” itu, bermaksud kita kena merujuk kepada Hadis-Hadis Baginda s.a.w. sebagai maksud “menemui Baginda”. Dan dalam hal ini, kita juga telah “menemui Baginda”, iaitu melalui Hadis Bginda, iaitu:
“Sesiapa yang telah mengangkat(bersetuju melantik) seorang pemipin kemudian memberikan padanya uluran tangannya dan buah hatinya(sebagai tanda persetujuan), maka hendaklah ia (orang yang mengangkatnya) mentaatinya sedaya mungkin. Maka jika dating orang lain yang menentangnya, hendaklah mereka membunuh yang terakhir(penentang), aku (Abdulrahman bin Abdul Rabbi’l Kabah) bertanya : Apakah kamu mendengar ini dari Rasulullah SAW? Ia (Abdullah bin Amr) menjawab: Aku mendengar (hadis ini) dengan kedua telingaku dan difahami oleh hatiku”. [H/R Muslim 3/1472. Abu Daud 4/97. Dan Ibnu Majah 2/1306].

Dan kita semua pun bertemu dengan sabda Baginda, iaitu: “.... maka hendaklah ia (orang yang mengangkatnya) mentaatinya sedaya mungkin.”. Dengan sebab itu walau apa jenis ketaatan pun terhadap Pemimpin, hendaklah mentaatinya setakat “sedaya mungkin” sahaja, tidak lebih dari itu!

[ Post a Reply to This Message ]
Replies:
Subject: Lagi bukti keterbatasan kuasa PM


Author:
siswasiswi
[Edit]

Date Posted: 11:16:50 09/08/05 Thu

Ini adalah satu bukti lagi yang menunjukkan kuasa PM adalah terbatas dan hanya berkisar dalam lingkup kuasa esekutif sahaja. PM perlu menasihatkan Majlis Raja-Raja bagi menubuhkan satu Suruhanjaya Siasatan. Jika PM mempunyai kuasa kenapa perlu mendapatkan nasihat Majlis Raja-Raja terlebih dahulu? Inilah yang dinamakan teori pengasingan kuasa


Pada 18 Ogos 2005 yang lepas Hakim Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur Datuk Hishamuddin Mohd Yunus membuat keputusan kes saman Anwar Ibrahim ke atas penulis buku ‘50 dalil’ Khalid Jafri. Keputusan kes ini menjadi perhatian media hampir di seluruh dunia, termasuk di Indonesia apabila hampir semua akhbar utama memberikan liputan di muka utama.

Keadaan berbeza di Malaysia apabila rakyat hanya difokuskan mengenai jumlah RM4.5 juta yang di arahkan kepada Khalid untuk dibayar kepada Anwar, yang sebenarnya jumlah wang itu tidak penting.

Rakyat Malaysia perlu melihat keputusan kes ini dengan skop yang lebih besar. Paling penting sekali ialah intipati keputusan penghakiman bertulis Hakim Datuk Hishamuddin Mohd Yunus yang antaranya mengakui bahawa fakta buku tersebut merupakan fitnah semata mata dan turut mengakui bahawa wujud konspirasi hingga terbitnya buku tersebut dan menggunakan buku tersebut untuk menjatuhkan Anwar.

Maka kini terbukti buku yang selama ini dijadikan kitab rujukan membenarkan penyingkiran dan penyiksaan terhadap Anwar merupakan satu fitnah malah telah disahkan terdapatnya pakatan jahat dibelakang kewujudan buku ini.

Terbukti fitnah, penyiksaan terhadap Anwar dirancang dan kekacauan dalam negara sehingga mengakibatkan kerugian yang tak ternilai mesti dicari penanggungjawabnya!

Segalanya telah terserlah kerana mahkamah telah membersihkan Anwar dari segala sabitan jahat. (dari sudut agama pertuduhan tersebut jelas pincang berdasarkan pendapat Yusof Qardawi).

Bermula dengan 2 September 2004 Mahkamah Persekutuan telah membersihkan Anwar dari tuduhan liwat dan kini semuanya terbukti.

Mata rakyat seharusnya kini tertumpu kepada Abdullah Ahmad Badawi pengasas Islam Hadhari. Apakah beliau benar benar berani berdepan dengan kebenaran?

Abdullah mendapat tempat kedudukan yang hari ini ialah hasil keadaan yang gawat dan kalut ketika kemuncak fitnah dan konspirasi itu belaku. Maksudnya walaupun mungkin beliau boleh menyatakan beliau tidak terlibat dalam mengganggotai “majlis konspirator” pada ketika itu tetapi beliau tidak boleh lari dari fakta bahawa beliau mendapat peluang menjadi Perdana Menteri hasil dari fitnah dan konspirasi yang berlaku.

Maka Abdullah harus berani untuk mencari kebenaran. Abdullah dan Islam hadhari akan dipandang tinggi jika beliau berani mengambil langkah mencari kebenaran.Ini bukan setakat permasalahan seorang ahli atau pimpinan parti yang dipecat. Ini merupakan maslahah negara apabila pemimpin no 2 dipecat dan mengakibatkan kerugian kepada negara dan rakyat.

Untuk itu Abdullah seharusnya berjiwa besar untuk menasihatkan majlis raja – raja menubuhkan satu suruhanjaya siasatan untuk mencari siapa yang bertanggungjawab atas semua kemusnahan yang berlaku. Yang bersalah perlu diadili.

[ Post a Reply to This Message ]


VoyUser Login ] Not required to post.
Post a new public message:
* Notice: Posting problems? [ Click here ]
* HTML allowed in marked fields.
Message subject (required):

Name (required):

  E-mail address (required):

* Type your message here:

Choose Message Icon: [ View Emoticons ]

Notice: Copies of your message may remain on this and other systems on internet. Please be respectful.


Terima kasih kerana mengikut halaman ini
[ Contact Forum Admin ]


Forum timezone: GMT+8
VF Version: 2.94, ConfDB:
Before posting please read our privacy policy.
VoyForums(tm) is a Free Service from Voyager Info-Systems.
Copyright © 1998-2008 Voyager Info-Systems. All Rights Reserved.